Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
Duka Menyelimuti Lara


__ADS_3

πŸŽ‹πŸŽ‹Siapkan tisu sebelum membaca ya, barangkali nanti kalian jadi menangisπŸŽ‹πŸŽ‹


πŸŽ‹πŸŽ‹Tetap beri aku like, komen, hadiah. Aku suka sekali kalau banyak yang komen, like, kasih hadiah gitu, mataku berasa langsung melek, semangatku langsung berkorbar 45 pokoknya. πŸ˜‚πŸ˜‚ Makasih para readers tercinta, πŸŽ‹πŸŽ‹


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Rumah Sakit Permata


Sampai di rumah sakit Papa Aira langsung di bawa menuju IGD, Dokter berusaha menangani pasien dengan sebaik mungkin.


Di luar ruangan Aira, Dino, Nesya, dan Nina menunggu dengan rasa cemas penuh kekhawatiran. Tidak pernah Aira merasa sesedih dan sesakit ini, baru saja Aira merasa bahagia melihat kemajuan pada Papanya, namun kini karena ulahnya Papanya kembali terbaring lemah di rumah sakit.


Aira menyesali diri sendiri, mengapa ia tidak berfikir sebab dan akibat dari segala sesuatu yang ia perbuat. Aira merasa kecewa pada diri sendiri.


Pintu ruangan terbuka Dokter keluar dengan wajah sendu, pasti sesuatu telah terjadi pikir semuanya.


"Dokter bagaimana keadaan Papa saya..?"tanya Nina dengan khawatir.


Dokter menggeleng, "Maaf. Sepertinya pasien sudah tidak harapan lagi.."serunya membuat semua orang terlonjak kaget.


"Apa di sini ada yang bernama Aira..?"sambungnya.


Aira menatap ke arah Dokter tersebut, "saya dok.."


"Pasien terus memanggil nama anda, sepertinya beliau ingin bertemu anda. Silahkan temui beliau.."tutur sang Dokter.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Aira masuk ke dalam ruangan di mana Papanya tergolek lemah tak berdaya, berbagai peralatan medis tertancap di tubuhnya. Jantung Aira berdetak kencang rasa nyeri menghinggap dirinya, ini lebih sakit dari pada ketika ia merasa di campakkan oleh David. Aira berusaha menguatkan diri, untuk tidak menangis, masih berharap suatu keajaiban untuk Papanya.


Menghapus sisa air matanya perlahan ia mendekat ke Papanya.


"Pa... i..ni a..ku pa, Aira...?"tubuhnya terguncang gemetar, sekuat apapun ia menahan diri untuk tidak menangis, nyatanya ia tidak berhasil.


Papa Aira berusaha membuka matanya, perlahan ekor matanya bergerak melihat sang putri di sebelahnya.


"A...i..ra.."serunya lirih dengan susah payah.


"Maafkan Aira Pa, sudah mengecewakan Papa. Aku tidak cukup baik menjaga diri. Tolong bertahanlah demi aku Pa, aku hanya mempunyai dirimu Pa.." Aira berusaha menggapai tangan Papanya lalu menciumnya, Papa Aira bisa merasakan bagaimana tubuh Aira yang gemetar.


"Pa.. pa.. su.. dah.. ti..dak.. ku..at la..gi.. A..i..ra.."ucapnya dengan nafas tersengal-sengal.


"Ku mohon jangan berkata seperti itu Pa.."Ucap Aira, pertahanannya runtuh begitu saja, ia mendekap erat sosok cinta pertamanya itu.

__ADS_1


Papa Aira berusaha membalas pelukan Aira, lalu mengusapnya secara lembut, "Ja.. ngan.. se.. dih. Ikh..las..kan.. pa..pa.. per..gi"perlahan cairan bening itu keluar dari sudut matanya.


"Ma..af..kan.. Pa..pa. Ber..jan..ji..lah.. ka..u ha..rus.. ba..ha..gia.."ucapnya dengan nafas tersengal-sengal, sebelum kemudian ia memejamkan matanya.


"Papa..."Aira yang tengah memeluk tubuh Papanya terlonjak kaget saat sudah tidak mendengarkan suara detak jantung papanya. Aira mendongak melihat ke arah Papanya yang sudah terpejam matanya.


"Papa.. bangun pa.. jangan tinggalkan Aira.."ucap Aira sambil mengguncang tubuh Papanya.


Mendengar teriakan Aira, Dino yang tengah berada di luar segera memanggil Dokter.


Tidak lama pintu ruangan terbuka, Dokter bergegas mengecek keadaan pasien.


Dokter menggelengkan kepalanya, "Maaf Nona, dengan berat hati saya ucapkan bela sungkawa. Pasien sudah telah meninggal."


"Tidak..."teriak Aira


"Dokter bohong, coba cek sekali lagi Dokter .."pinta Aira


"Papa..."Nina menghambur memeluk Papa tirinya itu.


"Papa.. kenapa jadi begini. Bukankah kau sudah setuju untuk memulai hidup yang baru bersamaku. Aku sudah menyadari segala kesalahanku di masa lalu. Aku mau berubah, aku mau mencintai mu sepenuh hatiku"seru Nesya sambil menitikkan air matanya. Rasanya penyesalan mulai hinggap di hatinya, mengingat jelas bagaimana kelakuan ia dulu telah banyak menyia-nyiakan cinta suaminya itu. Dan kini suaminya telah berbaring kaku tidak berdaya, tidak bisa berbuat apa-apa.


"Nona maaf sekali lagi, kami sudah berbuat apa-apa. Tuhan sudah berkehendak lain, pasien mengalami komplikasi pada jantungnya.."jelas Dokter


"Saya permisi.."sambungnya.


"Semua penyebabnya karena aku Papa pergi Dino.."Aira menjawab dengan suara seraknya.


Dino menggeleng, "Bukan karena dirimu, semua yang terjadi murni takdir. Tuhan telah menggariskan takdir hidup Papamu memang hanya cukup sampai di sini"Dino masiy berusha menenangkan Aira.


Setelah itu Dino keluar untuk mengurus segala adiministrasi Papa Aira.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Tujuh hari berlalu setelah kepergian Papanya Aira banyak melamun dan kerap menyalahkan diri sendiri. Papa Aira di makamkan dekat makam mama Aira.


Hari ini Dino datang kembali ke rumah Aira, ia ingin menanyakan sesuatu pada Aira. Terlihat Aira tengah duduk di depan rumah sambil melamun


"Aira.."panggil Dino sembari mendudukan dirinya di sebelah Aira.


Aira melirik ke arah Dino dan hanya membalasnya dengan senyum tipis.


"Boleh aku bertanya..?"tanya Dino, Aira hanya melirik Dino dan menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Maaf sebelumnya Aira. Aku ingin bertanya siapa ayah dari bayi yang saat ini kau kandung Aira.."tanya Dino


Deg.. hal inilah yang Aira takutkan.


"Aku..aku..."Aira bingung harus menjawab apa, haruskah ia jujur atau berbohong.


"Apa itu adalah anak dari Kak David.."tanya dino dengan hati-hati, takut menyinggung perasan Aira. Tapi masalah ini harus segera di selesaikan Dino akan menyuruh laki-laki dari ayah itu untuk bertanggung jawab.


Aira menatap Dino sebelum kemudian ia mengangguk. Tanpa sadar Dino mengepalkan tangannya. Dino bangkit dari duduknya, tangannya meraih tangan Aira.


"Ayo ikutlah denganku.."ucap Dino sambil menarik paksa Aira.


Aira berusaha melepaskan tangan Dino, "Aku tidak mau, kau mau mengajakmu ke mana.."


"Menemui Kakakku. Di harus mempertanggung jawabkan apa yang telah ia perbuat Aira.."teriak Dino


Aira menggeleng, "Tidak.. aku tidak mau.. Biarkan Tuan David tidak mengetahui kehamilanku itu jauh lebih baik untukku"


"Kenapa Aira? kenapa kau begitu bodoh. Apa kau tidak berfikir bagaimana nasib anakmu kelak. Bagaimanapun dia membutuhkan sosok ayahnya Aira. Apa yang akan kau katakan padanya saat nanti bertanya"


"Aku bisa merawat dan membesarkannya sendiri. Tolong biarkan semua seperti ini, jangan katakan apapun pada kakakmu."ucap Aira kini mereka sudah berada depan mobil Dino.


"Tapi Aira..."


"Aku mohon Dino. Aku sudah tidak ingin berhubungan lagi dengan keluargamu, aku tidak ingin mendapatkan caci maki yang lebih dari kejadian lalu. Biarkan anakku ini menjadi teman hidupku."ucap Aira memohon .


Dino yang melihat tatapan memohon Aira menjadi tidak tega, "Baiklah. Tapi ada syaratnya.."


"Apa..?"tanya Aira


"Tinggalah di Villa ku sampai kau melahirkan, aku akan menyuruh Dokter untuk memantau kesehatanmu, biar bagaimanapun dia adalah ponakanku, aku ingin memberi yang terbaik untuknya. Jangan pernah halangi aku untuk bertemu dengannya. Katakan saja padaku jika kau menginginkan sesuatu, saat hamil dirinya. Kau hanya boleh meminta padaku"pinta Dino dengan rasa kecewa.


Aira tampak berfikir, "Baiklah aku setuju"


Sejak saat itu Aira tinggal di Villa Dino dengan pantauan seorang Dokter cantik yang datang setiap minggunya. Aira tidak di ijinkan bekerja apapun oleh Dino, ia ingin ponakannya lahir dengan sehat. Waktu terus berlalu hingga Aira melahirkan bayi laki-laki, Aira memberi nama bayi itu Axel Lionel.


Aira tinggal di Villa milik Dino hingga usia Axel dua tahun , kemudian setelahnya Aira memutuskan untuk pindah ke rumah yang sempat Aira beli saat masih bekerja dengan David.


Axel tumbuh menjadi bocah yang pintar, kemampuan Axel berfikir sepertinya menurun dari Daddynya, matanya mirip dengan Aira, wajahnya mirip dengan Daddynya.


Flashback off..


πŸŽ‹πŸŽ‹Katakan sesuatu mengenai part iniπŸŽ‹πŸŽ‹

__ADS_1


πŸŽ‹πŸŽ‹Nulis part ini jadi keingat almarhum ayahku yang meninggal karena komplikasi pada jantungnya,πŸŽ‹πŸŽ‹


bersambung..


__ADS_2