Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
Tidak untuk mengorbankan kebahagiaanku


__ADS_3

KEDIAMAN ADINATA


David datang ke rumah utama di antar Wira, di ruang keluarga sudah berkumpul ada Mega, Deni, Felicia, Dera, Dino, jangan lupakan Jelita dan kedua orang tuanya.


Kedatangan David di sambut dengan tatapan tajam oleh semua orang tetkecuali Felicia dan Dino.


"Ada apa..?"tanya David tanpa basa-basi, setelah ia mendudukan dirinya di kursi depan sang Papa.


Rahang Deni mengeras, "Apa maksudmu membatalkan pertunanganmu dengan Jelita secara sepihak."


David terkekeh, ia sudah menduga hal seperti ini pasti akan terjadi, "Oh mantan calon menantu Papa ini sudah mengadu padamu ternyata"ucapnya sambil melirik sebentar ke arah Jelita yang sedang menundukan kepalanya.


"David.. kenapa kau semakin kurang ajar padaku, aku ini papamu.."ujar Deni yang hampir tersulut emosi.


"Kalian tau benar bukan bagaimana aku bisa menerima bertunangan dengan Jelita. Semua ku lakukan demi Mama."


David menghela nafasnya, "Aku terpaksa. Aku hanya ingin membuat Mama bahagia. Ku fikir seiring berjalannya waktu aku pun akan bahagia, tapi aku salah sekuat apapun aku mencoba menerimanya. Hatiku menolak keras. Aku akui dia sangat berjasa untuk Mama, aku juga berhutang budi padanya, tapi aku tidak ingin membalasnya dengan cara mengorbankan kebahagiaan hidupku Pa Ma.."


Jika Deni dan Dera tampak menahan emosinya, berbeda dengan Felicia dan Dino tanpa sadar keduanya tersenyum senang mendengar batalnya pertunangan Jelita dan David.


"Aku minta maaf Tante Lara, Om Santo aku tidak bisa meneruskan pertunangan ini.."ucap David pada kedua orang tua Jelita.


Om Santo melepas kacamatanya lalu ia tersenyum tipis, "Tidak masalah nak David, kami mengerti. Memang sebaiknya begitu, lebih baik di batalkan dari pada di teruskan hingga menikah, tapi kalian berdua tidak saling mencintai. Bagaimanapun kami ingin pernikahan putri kami di landasi cinta"


"Terimakasih om.."ujar David. David tau jika kedua orang tua Jelita memanglah terkenal ramah dan sopan, mereka selalu menghadapi masalah dengan kepala dingin tidak seperti papa kandung David sendiri.


"Pa, tapi aku mencintainya pa. Aku tidak ingin pernikahan ini batal.."ucap Jelita

__ADS_1


"Sayang, suka atau tidak kau harus menerima kenyataan ini."ucap Tante Lara


"Maafkan kedatangan kami yang menganggumu nak David, kami hanya ingin mendengar penjelasan langsung darimu"samnungnya


David menganggukan kepalanya, "Tidak masalah tante, om.."


"Kalau begitu kami permisi.."pamit kedua prang tua Jelita.


Jelita tampak meronta di bawa kedua orang tuanya, "Papa aku mencintainya pa.."ucapnya


Tapi kedua orang tuanya hanya diam tak membalas perkataan putrinya.


Ruang keluarga mendadak sunyi tidak ada yang berani membuka suara.


"Apa niatmu membatalkan pertunangan ini David, apa kau ada wanita lain..."tanya Deni lagi.


"David... kau itu putraku tapi kenapa kau selalu kurang ajar padaku.."bentak Deni


David tersenyum sinis, "Saat kau ada maunya kau selalu bilang aku ini Papamu. Tapi bagaimana saat dulu aku kecil aku butuh kehadiran dirimu, di mana kamu.."tanya David


"Saat itu aku sibuk mencari uang demi dirimu dan ini balasanmu.."


"Oh ya mencari uang.. apa mencari kesenangan dengan sekretarismu itu. Papa fikir aku sudah lupa dengan semuanya, tidak Pa aku merekam jelas kejadian itu. Papa begitu tergila-gila dengan kecantikan wanita itu, hingga papa rela menghabiskan segalanya demi dia, kau bahkan rela mengabaikan keluargamu. Jika saja wanita itu tidak mati sampai detik ini pun kau pasti masih bersamanya. Jika aku jadi mama aku tidak akan sudi menerima Papa kembali.."ucap David dengan tegas terlihat jelas jika ia begitu marah dan emosi.


Felicia memandang kakak dan papanya dengan wajah pucat, pantas saja hubungan kakak dan Papanya renggang ternyata kakaknya menyimpan rasa sakit hati yang begitu dalam, Papanya telah menorehkan luka padanya. Sementara Mega tertunduk sedih. Tidak jauh beda dengan Dino yang tercengang kaget.


"David.. kau.."Deni bersiap untuk melayangkan tangannya, tapi David mencegahnya dengan menangkap pergelangan tangan Papanya.

__ADS_1


"Aku tidak akan membiarkan dirimu menyakitiku pa,"ucap David, Deni tercengang. Sementara Mega sudah berlalu pergi.


"Lagi apa kurangnya Jelita David dia sangat cocok untukmu, dia cantik pintar keluarganya mapan.."ujar Dera


David memandang sinis ke arah tantenya itu, lalu tatapannya beralih ke arah Dino sesaat, "Aku heran kenapa tante selalu ikut campur urusanku. Aku juga ingat tantelah yang paling berantusias saat aku bertunangan dengan Jelita. Jangan-jangan tante punya maksud tertentu lagi. Jika tidak mengingat kau adalah adik dari papaku, aku bisa melakukan hal lebih yang memuatmu jera. Tapi aku ingat Dino hanya mempunyai dirimu, aku terus diam karena menghargai adik sepupuku itu, tapi jika tante bertindak hal yang lebih gila lagi, aku tidak akan mengampunimu. "tegas David, Dera terdiam merasa kalah telak oleh David.


"Aku permisi,.."sambungnya.


Saat sampai depan pintu Wira sudah menunggu di dalam mobilnya.


"Wira.."


"iya Tuan.."


"Tolong kau seilidiki kejadian dulu saat mama ku hampir tertabrak mobil hingga Jelita yang harus mengorbankan dirinya demi menolong mamaku. Aku curiga semua hanya rekayasa.."perintah David


"baik Tuan.."


David mendesah lega, rasanya beban di hatinya sudah berkurang. Kehadiran Aira dan Axel nyatanya mampu membuat pikiran David kembali seperti dulu. Dulu dia bersikap bodoh mau menerima saja bertunangan dengan Jelita tanpa menyelidiki apa yang terjadi dengan mamanya. Atau karena saat itu ia tengah merasa kacau akan hilangnya Aira.


'Jika memang benar Axel putraku, aku semakin merasa menyesal dan bersalah pada Aira. Tapi aku bertekad tidak akan menyerah sampai Aira menerimaku kembali. Aku akan mengganti waktu yang telah ku buat untuk menyia-nyiakannya selama ini'


πŸŽ‹πŸŽ‹


πŸŽ‹πŸŽ‹Jangan lupa like, komen, hadiahnya.. makasih lho para readersπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸŽ‹πŸŽ‹


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2