Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
Daddy...!!


__ADS_3

Sebuah mobil mewah bermerk Chevrolet Camaro RS tiba di depan rumah Aira.


"Wira aku akan menghubungimu nanti jika aku butuh bantuanmu, sekarang kau boleh pergi ke apartemenku.."perintah David sebelum keluar dari mobilnya.


"Baik Tuan.."


"Semoga semuanya lancar.."ucap Wira


"Terimakasih..."


David keluar dari mobilnya lalu berjalan menuju rumah Aira. Jantungnya berdetak lebih cepat, ini lebih mendebarkan di bandingkan ketika ia harus menghadapi pertemuan dengan beberapa klien nya.


Sampai depan pintu ia menghela nafasnya menetralkan segala perasaan cemas yang ada, memejamkan matanya sejenak sambil berdoa semoga semua akan baik-baik saja, tangannya terangkat untuk mengetuk pintu.


Tok.. tok..


David mengetuk pintu rumah Aira. David yakin Aira sudah pulang dari tempat kerjanya mengingat waktu sudah menunjukkan jam lima lewat tiga puluh menit.


Ceklek.. Aira membuka pintu rumahnya, ia terkejut mendapati David yang datang. Tadinya ia berfikir Dino lah yang datang, mengingat sebelumnya pria itu sudah menghubungi jika ia akan datang menemui Axel.


"Tu.. tuan.. kau.."ucap Aira dengan terkejut, Aira mengira David tidak akan datang lagi setelah pertemuannya hari itu.


David terdiam mendadak lidahnya kelu ia mengamati seksama wanita yang berstatus ibu dari putranya itu, kata-kata yang sudah ia susun rapi sirna begitu saja. Tanpa David sadari wanita itu sudah mengisi hatinya sejak lama. David baru menyadari ketika wanita itu sudah pergi menjauh tanpa kabar tanpa jejak untuknya.


"Aira aku.."


David tidak mampu meneruskan perkataannya hatinya terasa nyeri, tanpa di duga David mendekat lalu memeluk Aira dengan erat.


Untuk sesaat Aira terlena dalam pelukan David , tidak di pungkiri bagaimanapun Aira tidak akan semudah itu menghilangkan perasaan cintanya pada pria itu, namun beberapa detik kemudian ia tersadar lalu ia berusaha melepas pelukan David.


"Tuan lepas.."Aira meronta dalam pelukan David.


"Sebentar saja Aira. Biarkan sebentar aku memelukmu seperti ini. Aku... aku sungguh sangat merindukanmu.."ucap David


Deg...


Aira terlonjak kaget akan ucapan David. Sebelumnya ketika mereka bertemu David tidak akan bersikap seperti ini, apa David sudah mengetahui kebenaran semuanya. Pikiran Aira saling berkecamuk. Wajahnya mendadak pucat badannya terasa tegang.


Merasa sudah sedikit lebih baik David melepas pelukannya.


"terimakasih.."ucap David


"Untuk apa tuan kemari, bukankah sudah ku katakan jangan ganggu kehidupan kami lagi.."cetus Aira

__ADS_1


David berusaha bersikap tenang menghadapi ucapan Aira.


"Tidakkah kau menyuruhku untuk masuk lebih dulu.."ujar David


"Tidak perlu..."cetus Aira ia mensedapkan kedua tangannya di dada.


David mengangguk memahami sifat Aira kini.


" Baiklah aku akan bicara di sini saja. Aku kemari untuk menemui putraku.."ucap David


Aira terkejut lalu memandang David dengan tajam, "Putramu.. siapa yang kau maksud.."


"Axel.. dia juga putraku kan Aira.."tanya David dengan lembut, bagaimanapun ia harus memahami sifat Aira kini.


"Omong kosong... kau bicara tanpa bukti. Axel hanyalah putraku. Tidak ada hubungannya dengan dirimu.."Aira menunjuk David dan memandangnya tajam.


"Aku tidak mungkin berbicara tanpa bukti Aira.."ucap David ia merogoh saku jas nya, lalu mengeluarkan selembar kertas hasil tes DNA. Kemudian ia memberikannya pada Aira.


"Bacalah.."sambung David


Mentupi rasa cemas dan takut yang Aira rasa, Aira mengulurkan tangannya mengambil kertas itu lalu ia mulai membaca. Aira meremas kertas itu saat ia membaca hasil dari tes DNA itu.


"Kau....."tunjuk Aira pada David.


"Aku menjamin hasil dari tes DNA itu akurat Aira. Sebenarnya tanpa tes DNA itu aku juga yakin jika Axel adalah putraku. Aku merasa memiliki ikatan batin yang cukup kuat padanya. Tapi ketika aku datang untuk mengatakan semuanya, kau pasti akan menyangkal dan meminta bukti untuk itu aku melakukan tes DNA."ujar David


"Bagaimana kau bisa melakukan tes DNA ini tanpa seijin dariku."ucap Aira dengan emosi.


David menghela nafasnya, "Bukankah sebelumnya aku sudah datang kemari menyuruhmu untuk jujur padaku. Tapi nyatanya kau lebih memilih menyembunyikan segala kenyataan itu dariku Aira, kau bahkan berbohong dengan mengatakan kau sudah menikah, nyatanya status dirimu itu masih single. Aku menganganggap ucapanmu kala itu adalah sebuah ijin untukku mencari tau semuanya. Maafkan aku jika aku lancang, aku hanya mengikuti naluri hatiku Aira.."ujar David


"Kau..."Aira menatap tajam David


"Daddy..."


Sontak Aira dan David mengalihkan pandangannya ke panggilan tersebut. Aira tercengang kaget saat melihat Axel sudah berdiri tidak jauh dari pintu, begitu pula dengan David.


"Axel.."ucap keduanya


Mata anak itu sudah berkaca-kaca, satu kedipan saja di pastikan air mata itu akan jatuh. Axel sudah berdiri di situ sejak lama, artinya ia mendengar semua yang David dan Aira bicarakan. Awalnya ia hanya akan mendengarkan sampai akhir dari obrolan ke dua orang tuanya, namun rasa ingin memanggil dan memeluk Daddy nya begitu kuat, akhirnya ia memilih untuk memanggil Daddynya.


"Benarkan uncle itu Daddyku..."ucap Axel.


David berjalan menghampiri Axel meninggalkan Aira di depan pintu ia melewatinya begitu saja, tidak peduli Aira akan berkata apa nanti, yang pasti hari ini ia ingin memeluk erat sang putra.

__ADS_1


"Axel, ini Daddy.. Maafkan Daddy sayang.."ucap David, ia mensejajarkan posisinya dengan Axel tanpa di duga air matanya sudah menetes.


Axel menggeleng sebelum kemudian ia menyematkan senyumnya manisnya, "Daddy, aku sangat merindukanmu."Axel langsung memeluk erat David.


David membalas pelukan Axel, ia tidak menyangka jika putranya akan menerima pelukannya dengan lapang dada. David merasakan tangisan Axel yang tergugu badannya sampe bergetar hebat.


"Jangan menangis, ku mohon.. berhentilah menangis.."David melepas pelukan Axel, lalu memandangi wajah putranya yang sudah berlinang air mata, tangannya bergerak halus untuk menghapus air mata Axel.


"Terimakasih sudah datang. Kau tau aku sudah menantikan hal ini sejak lama. Aku menginginkan kau datang dan mengatakan jika kau adalah Daddy yang selama ini aku rindukan dan selalu ku sebut dalam doa. Dan hari ini Tuhan sudah menjawab doaku.."seru Axel


"Kau sudah tau sebelumnya...?"tanya David


Axel mengangguk, "Aku tau sejak pertama kali kau memperkenalkan namamu. Tapi aku bingung ketika kau tidak mengenaliku sama sekali. "


Aira tercengang kaget akan ucapan Axel, bagaimana Axel sudah mengetahui David merupakan Daddynya namun anak itu lebih memilih bungkam padahal Aira tau dia begitu merindukan Daddy nya, apa karena anak itu menjaga perasaan Mommynya atau bagaiamana.


"Kau tau jika aku Daddymu. Lalu kenapa kau tidak mengatakannya saat itu juga.."tanya David


"Apa jika aku berkata aku adalah putramu kau akan percaya begitu saja. Aku fikir lebih baik aku menunggu dirimu yang datang dan mengatakan kau adalah Daddyku. Aku bisa melihatmu saja aku sudah bahagia saat itu Daddy.."ucap Axel. David tersenyum miris bagaimana anak seusia Axel sudah pandai berfikir sejauh itu. Dia mampu menyembunyikan fakta yang sangat ingin ia ungkapkan.


Aira masih terdiam di depan pintu memandangi interaksi antara Axel dan David. Mendengarkan segala ucapan keduanya, sesekali ia akan menghapus sudut matanya yang basah. Di satu sisi ia masih tidak rela David begitu dekat dengan putranya, namun di sisi lain ia tidak kuasa memisahkan Axel dari Daddy nya yang selama ini ia rindukan, apalagi melihat binar bahagia di wajah Axel. Sungguh kini Aira merasa tidak berdaya ia dalam keadaan dilema.


Lamunan Aira terbuyarkan saat pundaknya di tepuk oleh seseorang, ia menoleh ke arah orang tersebut ternyata Dino. Belum sempat Aira membuka mulutnya, Dino sudah mendahuluinya.


"Axel, uncle datang..."teriak Dino di depan pintu.


Sontak Axel dan David mengalihkan pandangannya ke arah pintu.


"Uncle Dino..."panggil Axel


"Dino..."


"Kakak.."


Baik Dino maupun David keduanya sama-sama terkejut. Dino sontak langsung melepaskan beberapa paperbag yang berada dalam genggaman tangannya.


"ka.. kalian..."ucap David tertahan..


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


πŸŽ‹πŸŽ‹Tanpa terasa nulis bab ini air mataku mengalir tanpa permisi sedih merasakan seorang anak yang begitu merindukan sosok Daddynya.. Bagaimana dengan kalian..?πŸŽ‹πŸŽ‹


πŸŽ‹πŸŽ‹Jangan lupa like, komen, hadiahnya.. Buat yang minta up doble maaf banget aku belum bisa mengusahakan,😊 tapi aku usahakan setiap hari up kok meski hanya satu babπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸŽ‹πŸŽ‹

__ADS_1


πŸŽ‹πŸŽ‹Tetap komen lho ya, aku selalu baca kok komen-komen kalian😍😍 makasih readers tercintaπŸŽ‹πŸŽ‹


bersambung..


__ADS_2