Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 10


__ADS_3

"Apa yang kamu lakukan? singkirkan wajah kotor mu itu!" ucap Diki. Merasa badan Starla yang panas membuat nya tiba-tiba berhenti.


"Lepaskan lengan ku!" ucap Diki.


Starla merasakan mobil berhenti dia langsung membuka pintu dan muntah.


Diki menghela nafas panjang. Melihat Air minum dia memberikan nya kepada Starla. Setelah lebih baik dia melanjutkan perjalanan dengan santai.


"Karena kamu aku, jadi telat bertemu dengan kekasih ku." ucap Diki.


"Aku minta maaf, kalau begitu aku akan turun di sini saja." ucap Starla.


Dia membuka pintu mobil dan segera keluar.


"Aku minta maaf sudah mengganggu kamu dan membuat kamu sibuk seperti ini." ucap Starla setelah itu langsung pergi berjalan meninggalkan Mobil Diki.


Diki menghela nafas panjang. "Aaarrggg!!!" Dia kesal karena mendapatkan pesan dari kakak nya.


"Pastikan Starla sampai selamat di rumah nya. Ibu nya pasti akan sangat khawatir." isi pesan dari Kakak nya.


Diki menghela nafas panjang.


"Kenapa aku harus bertemu dengan perempuan ini sih? Aku rasa hidup ku sangat menyebalkan setelah bertemu dengan dia!" ucap nya.


Dia mengikuti Starla.


"Masuk ke dalam mobil!" teriak Diki dari dalam mobil.


Starla menoleh ke arah Diki.


"Aku bisa pulang sendiri, kamu pergi lah menemui kekasih mu!" ucap Starla.


"Jangan keras kepala! Segera masuk ke dalam mobil!" ucap Diki.


Starla tidak mau karena takut Diki akan melakukan hal yang sama membuat dia ketakutan.


"Masuk ke dalam mobil!" Diki turun dari mobil menarik tangan Starla memaksa nya masuk ke dalam mobil.


Starla duduk menunggu Diki masuk ke dalam mobil.


"Pasang sabuk mu!" ucap Diki dengan kesal.


Starla langsung memasang nya namun sedikit sulit karena macet.


Diki langsung membantu. Starla terdiam sejenak karena jarak nya dengan Diki membuat nya kaget.


Setelah selesai mereka melanjutkan perjalanan pulang.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai.


"Terimakasih sudah nganterin aku pulang." ucap Starla.


"Rumah mu sangat jauh! Aku harap ini yang pertama dan terakhir aku nganterin kamu pulang." ucap Diki.


"Starla kamu sudah pulang nak?" tanya ibu nya. Starla tersenyum.


"Ini siapa?" tanya Ibu nya.


"Humm ini Diki Bu, satu kampus sama aku." ucap Starla.

__ADS_1


"Oohh adik nya Martin kan?" ucap Ibu nya.


Diki tersenyum sambil mengangguk.


Dia menyalim tangan Ibu nya Starla.


"Kamu sangat mirip sekali dengan kakak mu Martin. Hanya saja kamu kelihatan muda." ucap Ibu nya Starla.


"Ayo masuk dulu ke dalam nak, ibu akan menyiapkan sup untuk kamu, kakak kamu sangat suka sup jualan ibu." ucap Ibu Irma.


"Tidak perlu Bu, saya juga masih ada urusan." ucap Diki.


"Iyah Bu, Diki tidak biasa makan di tempat seperti ini." ucap Starla.


Ibu Irma seketika langsung terdiam.


"Oohh begitu yah, maafin ibu. Ibu tidak tau." ucap Bu Irma.


"Sialan Starla! Bisa-bisa nya dia berbicara seperti itu di depan orang tua seakan-akan aku membenci tempat seperti ini." ucap Diki dalam hati.


"Baiklah aku akan mampir mencoba sup buatan ibu." ucap Diki.


Starla kaget, Bu Irma langsung senang dan membawa Diki masuk.


"Maaf yah nak sedikit berisik. Nih makanan untuk Kamu." ucap Bu Irma.


"Terimakasih Bu."


"Humm wangi sekali, sama persis seperti yang di bawakan oleh Starla pada saat itu." ucap Diki.


"Bagaimana? Apa ada yang kurang?" tanya Bu Irma.


"Humm saya sebenarnya kurang dengan sup, saya lebih suka makanan yang di goreng, tapi sup ini adalah yang pertama kali saya katakan enak. Bumbunya pas." ucap Diki.


Bu Irma sangat senang sekali.


"Nak Diki mau tambah? Silahkan tambah." ucap Bu Irma. Starla di dapur sangat heran melihat Diki yang bisa berkomunikasi baik dengan ibu nya.


"Huff aku yakin Diki pasti kesambet sesuatu." ucap Starla.


"Kakak kamu sangat suka Sup ini, ternyata selera makan kalian berbeda." ucap Bu Irma.


Diki hanya tersenyum.


Setelah selesai makan Diki pamit pulang.


"Terimakasih banyak Bu atas makanan nya, saya akan datang untuk memakan masakan ibu yang enak." ucap Diki.


Bu Irma tersenyum. "Ya udah kamu hati-hati yah."


Starla ke depan mengantarkan Diki.


Diki heran melihat wajah Starla yang pucat.


"Kamu sangat pucat." ucap Diki. Starla menggeleng kan kepala nya.


"Aku hanya kecapean saja, sebaik nya kamu segera pulang." ucap Starla.


"Baiklah-baiklah, saya belum ada dua jam di sini kamu sudah mengusir saya." ucap Diki.

__ADS_1


Starla menghela nafas panjang. Baru saja mengagumi Diki sudah lebih baik sekarang tiba-tiba membuat nya kesal lagi.


Keesokan harinya...


"Di mana Starla? Kenapa dia tidak masuk hari ini?" tanya Dosen.


Semua mata melihat ke arah meja Starla yang kosong.


"Hima juga tidak datang, apa mereka bolos bersama?" ucap Diki.


"Permisi.." Tiba-tiba Hima datang.


"Kenapa kamu telat? Starla mana?" tanya Dosen.


"Starla? Saya tidak tau pak." ucap Hima.


"Kamu duduk." ucap Dosen. Pelajaran segera di mulai.


"Ada apa dengan Starla? Tidak biasanya dia bolos seperti ini." batin Diki.


Setelah selesai kuliah dia langsung menemui pacar nya di kantin.


"Sayang aku minta maaf yah tadi malam aku gak jadi nyamperin kamu." ucap Diki.


"Aku marah! Karena nganterin perempuan culun itu kamu jadi mengabaikan aku!" ucap pacar nya.


"Maafin aku sayang, tapi nanti malam aku tidak akan telat lagi." ucap Diki.


"Ekhem-ekhem!!!" tiba-tiba Martin datang.


Diki langsung melepaskan rangkulannya dari pacar nya dan menjaga jarak.


"Di mana Starla? Kenapa dia tidak kelihatan?" tanya Martin.


Diki berdiri. "Apa kakak tidak salah bertanya kepada ku? Aku tidak tau dia di mana? Dia tidak datang hari ini, mungkin di bolos." ucap Diki.


"Kamu yang mengantarkan dia pulang tadi malam, kakak ragu kalau kamu tidak mengantarkan nya dengan selamat." ucap Martin.


Diki menghela nafas panjang. "Terserah mau percaya atau tidak!" ucap Diki.


Dia langsung pergi meninggalkan Martin.


Diki di kelas nya mencoba mencari kabar tentang Starla.


Dia mengingat tadi malam tidak sengaja merasakan badan Starla panas dan juga Wajah nya pucat.


"Huff aku yakin dia pasti demam sekarang." ucap Diki dalam hati.


"Martin Kenapa kamu sangat buru-buru?" tanya teman nya.


"Aku mau ke rumah Starla." ucap Martin.


"Huff kamu terlalu mengkhawatirkan Starla yah?" ucap teman nya.


"Aku pergi dulu." Martin langsung pergi.


Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di depan rumah Starla. Yang membuat Martin heran adalah warung Bu Irma tutup, rumah nya tutup.


Banyak orang yang kecewa karena tutup.

__ADS_1


"Kenapa tutup? Ada apa?" ucap Martin.


__ADS_2