Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 8


__ADS_3

"Tidak semudah itu, aku tidak mudah dekat dengan orang lain, dan aku tidak mudah suka kepada orang lain."


"Kalau begitu berpacaran lah dengan ku."


Starla tersenyum.


"Hum kamu selalu mengatakan hal seperti itu, namun kamu tidak pernah datang menemui ku, tapi sebaiknya jangan deh aku takut setelah melihat ku kamu tidak mau berteman dengan ku." ucap Starla.


Tidak lama chatan bersama teman nya akhirnya dia memilih untuk tidur saja.


Di pagi hari nya Starla bangun karena alarm handphone nya. Awal nya dia mematikan mengabaikan alarm nya.


Ketukan pintu kamar yang di buat oleh ibu nya berhasil membangun kan dia.


"Iyah Bu, kenapa ibu pagi-pagi sudah ribut?" tanya Starla.


"Ini hari Senin, apa kamu tidak ada kelas pagi?" tanya ibu nya.


"Ada Bu." jawab nya masih melas.


Namun tiba-tiba dia tersadar dan langsung berlari mengambil handuk dan lari ke kamar mandi.


"Ya ampun starla-starla." ucap Bu irma.


Tidak beberapa lama Starla keluar dari kamar mandi dan melihat ibu nya sedang menyiapkan baju yang akan dia pakai.


"Terimakasih yah Bu." ucap Starla. Ibu nya mengangguk.


"Bagaimana besok kalau kamu sudah menikah atau ibu tidak ada? Kamu harus merubah kebiasaan kamu ini." ucap Ibu nya.


"Aku minta maaf Bu." ucap Starla.


"Sudah-sudah, Segera lah turun ke bawah sarapan dan berangkat sebelum bus semua nya berangkat." ucap Bu Irma.


Tidak beberapa lama akhirnya Starla sampai di kampus tepat waktu hampir saja telat.


Martin yang sudah di dalam kelas melihat Starla masuk .


"Tumben-tumbenan banget sih kamu telat?" tanya Hima.


"Aku sangat lelah, aku juga bergadang tadi malam." ucap Starla.


"Dia telat kenapa tidak di hukum?" ucap Diki. Dosen langsung meminta Starla ke depan. Dia di hukum sit up.


Diki puas melihat Starla di hukum kali ini, semua teman nya tertawa.


Pelajaran pun di mulai. Tidak beberapa lama kelas pertama selesai Starla seperti biasa duduk di taman kampus sambil makan bekal yang siap kan oleh Ibu nya.


"Starla.." Panggil Hima dari sebelah taman. Starla menoleh ke arah Hima ternyata sedang bersama Martin.

__ADS_1


Mereka mendekati Hima.


"Kamu kok gak ngajak-ngajak sih makan? Aku juga mau." ucap Hima.


"Aku takut kamu tidak mau, kamu pasti sudah terbiasa makanan di kantin." ucap Starla.


"Ayo duduk kak." ucap Hima kepada Martin. Starla mengeluarkan bekal dari tas nya dua.


"Ini untuk kak Martin dan ini untuk kamu. Tadi nya aku mau ngasih langsung namun aku pikir kakak dan Hima sudah terbiasa di kantin." ucap Starla.


"Sudah-sudah jangan membahas itu lagi, ayo kita makan. Wanginya sangat enak sekali." ucap Hima.


Mereka langsung makan. Selesai makan Hima di panggil teman nya. Tinggal hanya Martin dan Starla membuat Starla sedikit gugup dan juga tidak nyaman karena takut orang melihat mereka.


"Oh iya tadi malam saya minta maaf karena tidak ijin pulang dari rumah kamu." ucap Martin.


"Oohh itu, gak apa-apa kok kak. Oh iya ini ada sedikit tanda terima kasih kepada kakak." ucap Starla memberikan amplop.


"Kamu ambil saja, saya tidak butuh uang kamu." ucap Starla.


"Kurang banyak yah kak? Ini aku tambah." ucap Starla.


"Starla ambil saja simpan untuk kamu, saya membantu kamu dengan sangat ikhlas." ucap Martin.


"Tapi kak seharian pasti sangat lelah, hari libur kakak jadi sangat melelahkan." ucap Starla.


"Saya hanya mau kamu membalas nya dengan cara menemani saya keluar." ucap Martin.


"Yakin, apa yang salah dengan itu?" ucap Martin.


"Apa kakak tidak malu?" Tanya Starla.


"Kenapa saya harus malu? Saya justru merasa senang karena bisa dekat dengan adik kelas saya." ucap Martin.


"Ya udah deh aku mau kak, tapi sore nya aku harus ikut Hima Nonton." ucap Starla.


"Kamu sebelum nya sudah ada janji dengan Hima?" ucap Martin. Starla mengangguk.


"Kamu hari ini sampai Jam berapa di kampus?" tanya Martin.


"Mungkin sampai Jam dua kak." ucap Starla.


"Besok saja kita pergi, malam ini saya ikut kalian Nonton." ucap Martin.


Starla bingung harus ngomong apa, sebenarnya dia sangat ingin menolak nya karena tidak terbiasa, dia juga kurang nyaman dan tentunya malu.


Diki melihat Martin dan Starla duduk berdua di taman.


"Dihh Starla sudah benar-benar kelewatan, bisa-bisa nya dia mendekati kak Marsel." ucap Diki.

__ADS_1


"Tunggu saja, aku memiliki ide." ucap Diki.


Sudah waktunya pulang Starla kebelet setelah keluar dari kelas.


Starla berjalan ke kamar mandi sebelum pulang kampus.


Sampai di kamar mandi dia kencing namun saat mau keluar dia tidak bisa membuka pintu.


"Ya ampun kenapa pintu nya tidak bisa di buka? Perasaan pintu ini tidak akan macet." ucap Starla.


"Hahaha..." Tiba-tiba suara ketawa di luar membuat Starla tau kalau dia lagi di kerjain.


"Diki bila pintu nya, di sini sangat dingin." ucap Starla.


"Aku tidak mau, biar saja kamu di situ mati kedinginan, maka nya jadi cewek jangan kegatelan dekat-dekat sama kak Martin, aku tidak suka!" ucap Diki.


"Aku mohon buka pintu nya." ucap Starla.


Sudah satu jam lebih Starla di dalam dia sudah sangat kedinginan sekali. Martin dan Hima yang menunggu di parkiran dari tadi bingung kemana Starla pergi.


"Seperti nya Starla sudah pulang duluan Kak, kita ketemuan di Mal Ciputra saja." ucap Hima.


"Ya sudah kalau begitu." ucap Martin.


Martin melihat mobil Diki masih di sana.


"Loh kok Diki belum pulang?" ucap Martin dia memeriksa ke dalam.


"Lihat Diki gak?" Tanya Martin kepada teman satu kelas nya Diki.


"Tadi ijin nya ke toilet sih kak." ucap teman nya.


"Oohh." ucap Martin dia langsung berjalan ke toilet.


"Apa yang kamu lakukan di sini Diki?" tanya Martin. Diki yang sedang merokok di depan pintu kamar mandi terkejut melihat Martin dan langsung mematikan rokoknya.


"Kak Martin belum pulang?" tanya Diki.


"Apa yang kamu lakukan? Sejak kapan kamu merokok?" ucap Martin.


"Hanya iseng saja Kak." ucap Diki.


"Jangan mencoba membohongi kakak!" ucap Martin.


"Sudah lama, aku sudah lama merokok, apa salah nya sih merokok?" ucap Diki.


Tiba-tiba dia mendengar suara jatuh di dalam kamar mandi.


"Siapa di dalam? kenapa kamu mengunci pintu nya?" tanya Martin sambil membuka pintu.

__ADS_1


"Tidak ada siapa-siapa kok kak, itu hanya teman ku saja yang sedang menonton film." ucap Diki.


Martin menghela nafas panjang dia langsung mendorong pintu dan betapa kagetnya dia melihat Starla sudah jatuh pingsan di lantai.


__ADS_2