Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 31


__ADS_3

"Pas banget, nih saya sudah di depan gerbang kampus, sebaiknya kamu segera keluar saya mau ngajakin kamu makan." ucap Martin.


"Tapi kak."


"Sudah tidak ada tapi-tapian, sebaiknya kamu ikut saja." ucap Martin dan setelah itu langsung mematikan telepon nya.


"Kalau begitu kamu pergi lah dengan kak Martin, aku bisa pergi sendiri." ucap Diki.


"Aku tidak tau kalau kak Martin mendadak, aku minta maaf yah, aku jadi gak enak deh kalau seperti ini." ucap Starla.


"Sudah tidak apa-apa." ucap Diki.


"Ya udah Kalau begitu aku pergi dulu yah." ucap Starla langsung pergi.


Setelah Starla pergi dia menghela nafas panjang.


"Ada saja yang membuat aku kesal kepada kak Martin." ucap Diki.


"Maafin kakak yah tadi gak sempet nganterin kamu ke kampus." ucap Martin.


"Iyah gak apa-apa kok kak, aku mengerti kok." ucap Starla.


Martin tersenyum. "Tadi ibu ngomong apa kak?" tanya Starla.


"Tidak banyak." ucap Martin.


"Aku sangat khawatir dengan keadaan ibu yang akhir-akhir ini sering sakit kak." ucap Starla.


"Saya sudah mencari kan karyawan yang baik untuk ibu mu, dia bisa masak juga." ucap Martin.


"Kakak seriusan?" tanya Starla. Martin mengangguk.


"Terimakasih banyak kak." ucap Starla.


"Saya juga tidak ingin melihat Ibu seperti itu." ucap Martin. Starla tersenyum.


"Makasih yah kak sudah banyak membantu aku, semenjak bertemu dengan kakak aku merasakan memiliki kakak yang sesungguhnya." ucap Starla.


"Hanya kakak saja?" tanya Martin. Starla terdiam sejenak.


"Saya sudah lama menunggu jawaban kamu, apa kamu belum ada jawaban nya sampai sekarang?" tanya Martin.


Hubungan mereka sama sekali belum ada kejelasan nya.


"Ayo bicara, kenapa diam saja?" tanya Martin. Starla mengingat kata-kata ibu nya, permintaan ibu nya.


"Aku mau." ucap Starla. Martin menoleh ke arah Starla sejenak.


"Kamu mau apa?" tanya Martin. Starla menghela nafas panjang.


"Aku mau menjadi pacar kakak." dia langsung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan nya. Martin tersenyum.


"Jadi kita sudah resmi pacaran?" tanya Martin. Starla mengangguk.

__ADS_1


"Kamu pacar saya?" tanya Martin.


"Kak Martin berhenti bertanya! Aku akan berubah pikiran kalau kakak terus bertanya." ucap Abel karena dia sudah sangat malu.


"Baiklah-baiklah saya tidak akan bertanya lagi, tapi jangan tutup wajah mu, saya ingin melihat wajah mu yang cantik itu tersipu malu karena memiliki pacar." ucap Martin.


Starla menggeleng kan kepala nya. Namun Martin langsung menarik tangan Starla wajah nya terlihat memerah.


"Kamu harus ingat kalau kamu sekarang milik saya." ucap Martin. Starla tersenyum.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di tempat makan.


"Dari tadi kamu hanya diam saja, kenapa?" tanya Martin.


Starla meminta Martin diam. "Kakak sebaiknya diam saja." ucap Starla.


Martin menghela nafas panjang. Dia meminta Starla Menatap nya. Starla Menatap wajah Martin.


"Saya tau ini kalau kamu sebelum nya tidak memiliki pengalaman berpacaran, saya akan mengerti itu kok." ucap Martin.


"Bukan itu kak, aku hanya...."


"Hanya apa?"


"Aku hanya malu." ucap Starla. Martin tersenyum dia mencubit pipi Starla.


"Auhh sakit." ucap Starla.


"Kamu sangat menggemaskan sekali." ucap Martin.


"Syakin gemas nya saya ingin mencium pipi kamu." ucap Martin. Starla sedikit syok karena takut orang lain mendengar nya.


Mereka sudah selesai makan.


"Kakak mau bawa aku kemana?" tanya Starla.


"Kamu tidak ingin jalan-jalan? Ini adalah pertama kalinya kita jalan-jalan setelah pacaran." ucap Martin.


"Apa sebaiknya Besok saja kak? Aku takut ibu membutuhkan sesuatu, dia sendirian." ucap Starla.


"Ya ampun kenapa saya bisa lupa? Maafin saya, karena sangat bahagia saya jadi sangat lupa, ya udah ayo kita berangkat." ucap Martin.


Mereka sampai di rumah.


"Assalamualaikum Ibu.." Ucap Starla langsung ke kamar ibu nya di ikuti oleh Martin.


"Walaikumsalam.. Kalian baru saja pulang?" tanya ibu nya.


"Iyah Bu, aku baru saja pulang." ucap Starla.


"Bagaimana keadaan ibu?" tanya Martin.


"Yah begitulah nak. Ibu masih belum bisa banyak bergerak." ucap Bu Irma.

__ADS_1


"Ibu lebih banyak istirahat, jangan lupa Makan obat dan juga harus makan dengan teratur agar segera sembuh." ucap Martin.


"Terimakasih banyak nak." ucap Bu Irma. Martin tersenyum. Ibu nya bisa melihat di antara Martin dan Starla ada yang berbeda.


Namun dia memilih menunggu Martin pergi baru bertanya kepada Starla.


"Sebaiknya kakak pulang saja, aku takut kakak kecapean dan segera lah istirahat." ucap Starla.


Martin tersenyum sambil mengangguk. Martin pamitan untuk pulang.


"Starla mengantarkan nya ke depan.


"Huff rumah ini jadi sangat sepi ketika warung ibu sudah tutup tiga hari ini." ucap Martin.


Starla mengangguk.


"Mau bagaimana pun ini sudah jalan nya, aku harus siap menerima nya kak, aku hanya bisa berharap ibu sembuh." ucap Starla.


"Kamu jangan sedih yah sayang." ucap Martin mengelus Rambut Starla membuat Starla kaget.


Dia tidak terbiasa wajah nya terlihat sangat tegang sekali.


"Oh iya kak, hubungan kita jangan ada yang tau dulu yah." ucap Starla.


"Maksudnya? Apa kamu menyembunyikan hubungan ini?" tanya Martin.


"Bukan seperti kak, aku hanya ingin menikmati hubungan ini tampa banyak orang yang tau. Biar kan saja mereka tau sendiri." ucap Starla.


"Oohh begitu, ya udah aku mengerti kok." ucap Martin dengan sangat lembut, berbeda dari biasanya.


"Dan satu lagi, kakak tidak perlu memperlakukan aku berlebihan atau kakak harus merubah banyak hal." ucap Starla.


Martin tersenyum. "Saya melakukan itu karena saya mencintai kamu, saya akan menunjukkan ke kamu rasa cinta saya." ucap Martin.


Starla tidak bisa mengatakan apapun lagi akhirnya dia menginyakan saja apa yang di katakan Martin.


Martin Menatap wajah Starla. Dia mengelus pipi Starla.


Starla hanya bisa diam.


"Apa kak Martin mau mencium aku? Kenapa aku merasa sangat Takut yah."


Martin mendekat kan wajah nya kepada wajah Starla.


"Kamu tidak perlu canggung kepada ku, katakan saja apa yang ingin kamu katakan, tidak perlu sungkan karena sekarang kamu adalah kekasih ku." ucap Martin.


Starla diam saja, Martin semakin mendekati wajah Starla. Dia berfikir Martin akan mencium pipi nya saja namun ternyata Martin mengarah ke bibir Starla namun Starla langsung menutup bibir nya.


"Maaf-maaf." Martin langsung sadar dia langsung berdiri berjarak dari Starla.


"Ya udah kalau begitu kakak hati-hati yah." ucap Starla.. Martin mengangguk.


Starla tidak ingin membuat Martin kecewa akhirnya dia mencium pipi Martin dengan singkat. Itu saja sudah membuat Martin Tersenyum tersipu malu.

__ADS_1


Dia pamitan sambil senyum-senyum masuk ke dalam mobil.


"Huff dia sudah menjadi pacar ku." ucap Martin.


__ADS_2