Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 17


__ADS_3

"Justru kalau kamu, saya tidak akan pernah merasa di susah kan, kamu tidak perlu khawatir seperti itu." ucap Martin.


Starla tersenyum. "Baiklah kalau begitu aku akan terus mencari kakak." ucap Starla.


"Tapi ada syaratnya." ucap Martin.


"Apa kak? Aku tidak memiliki uang untuk membayar kakak." ucap Starla.


"Syarat nya begitu mudah sekali, kamu tinggal tersenyum saja, kamu jujur dan jangan merasa tidak nyaman ketika bersama saya." ucap Martin.


Starla langsung tersenyum.


"Nah gini dong." ucap Martin mencubit pipi Starla.


"Kamu ngapain di sini?" tanya Martin.


Starla menggeleng kan kepala nya.


"Aku hanya ingin melampiaskan kekesalan ku di sini kak." ucap Starla.


”Bagaimana kalau kita makan terlebih dahulu direstoran terdekat?” tanya Martin.


“Aku tidak lapar kak.” Jawab Starla.


“kamu seriusan tidak lapar? Restoran dekat sini sangat terkenal dengan masakan nya yang sangat enak sekali.” Ucap Martin.


Tiba-tiba saja perut Starla terasa sakit sekali.


“Tuh kan pasti kamu lapar, sebaiknya kamu ikut saja jangan menolak.” Ucap Martin langsung menarik tangan Starla.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga di restoran yang di maksud oleh Martin.


“Ayo pesan saja apa yang kamu mau.”


Starla melihat menu nya terlebih dahulu, “Kakak mau pesan apa?” tanya Starla.


“Saya ingin menu yang sama seperti dia mbak.” Ucap martin kepada mbak yang menulis pesanan.


Starla hanya bisa senyum-senyum namun menyembunyikan nya karena dia sangat malu sekali.


Setelah makanan datang mereka makan bersama. Saat sedang asik makan tiba-tiba handphone nya Martin berdering.


“kamu tunggu sebentar yah.” Ucap Martin langsung lamgsung pergi.


Baru saja Martin pergi Starla melihat beberapa teman nya datang untuk makan di sana.


“loh itu....” karena takut mereka melihat dia di sana Starla memilih langsung pergi dari sana.


“loh ternyata kak Martin di sini juga?” ucap adik junior nya itu.


“Kak Martin.... “ mereka menyapa martin yang melewati meja mereka. Martin membalas dengan senyuman. Junior nya langsung terpikat dengan senyuman Martin yang sangat manis sekali.

__ADS_1


“kak Martin ke sini sama siapa?” tanya salah satu perempuan paling cantik di kawanan mereka.


Martin menunjuk ke arah mejanya dengan Starla tadi nya.


Namun dia bingung karena Starla sudah tidak ada lagi di sana.


“Seperti nya kakak di sini sedirian, sebaiknya kakak bergabung dengan kami.” Ucap junior nya itu.


Martin tidak bisa menolak akhirnya dia meminta pelayan memindah kan makanan dan minuman nya ke meja nya yang baru.


“ huff... akhirnya aku sampai di rumah juga.” Ucap Starla.


“Assalamualaikum bu...” sapa nya melihat ibunya sedang melayani pembeli.


“Walaikum salam nak.” Jawab ibu nya sambil tersenyum.


“kamu dari mana jam sigini baru pulang nak? Nak diki dari tadi sudah menunggu kamu.” Ucap bu Irma.


“Ngapain dia nungguin aku?” ucap Starla dengan sedikit jutek.


“kamu tidak boleh seperti itu nak, sekarang pergi susul ke samping.” Starla harus pergi kesamping untuk melihat Diki.


“Ngapain sih kamu ke sini?” tanya Starla dekat judes.


Diki fokus denganan handphone nya “Apa kamu tidak mendengarku?” Starla sudah mulai kesal dengan Diki yang megabaikan nya.


“Aku sedang bermain game, tunggu sebentar saja kamu tidak bisa?” ucap Diki.


“Tidak perlu banyak basa-basi langsung saja.” Ucsp Starla.


“Minta maaf untuk apa?” ucap Starla.


“Soal tadi, aku tidak tau kalau , mereka ada di sana.” Ucap Diki. “ sudah aku tidak mau membahas itu lagi, karena aku tau percuma saja, aku akan terus di perlakukan seperti itu.” Ucap Starla.


“Sebaiknya kamu pergi saja, aku mau membantu ibu ku.” Ucap Starla.


“Sebelum kamu memaaf kan aku, aku tidak akan pergi.” Ucap Diki.


Starla menghela nafas panjang.


“Aku hanya merasa kesal kepada orang yang semena-mena kepada ku, aku tidak tau di mana letak kesalahan ku.” Ucap starla.


Diki yang mendengar itu hanya bisa diam merasa bersalah.


“Apa yang harus aku lakukan agar kamu mau memaaf kan aku?” tanya Diki.


“Tidak perlu melakukan apapun, aku hanya mau kamu jangan menggangu ku.”


“Aku masuk dulu membantu ibu ku.” Ucap Starla masuk ke dalam meningal kan Diki di luar.


“Loh di mana nak Diki? Kok kamu meninggal kan dia di depan sendirian?” tanya ibu nya.

__ADS_1


Tiba-tiba Diki masuk ke dalam dapur.


“Hari ini saya tidak tau mau kemana bu, jadi saya akan membantu ibu di sini untuk melayani pelanggan.” Ucap Diki.


“Jangan! Nanti kak Martin akan marah kalau kamu tidak di rumah.” Ucap Starla.


“Tapi aku suah ijin kok. Kak Martin tidak akan marah kok.” Ucap DIKI.


“Sudah tidak apa-apa Starla, justru kalau ada yang bantu dengan senang hati itu sangat menyenangkan sekali.” Ucap bu Irma.


“Tuh ibu saja tidak mmpermasalahkan nya.” Ucap Diki.


Starla tidak bisa lagi menoalak Diki.


“Yaudah deh terserah kamu saja, aku tidak pernah meminta kamu melakukan itu.” Ucap Starla.


Mereka berdua mulai fokus bekerja karena semakin sore semakin banyak pelanggan.


Tidak terasa semua bahan yang mau di jual sudah habis.


“Alhamdulilah yah akhirnya habis juga.” Ucap Bu Irma.


“Alhamdulillah,” ucap Starla.


“Oh iya bu ini sudah jam tujuh sore waktu nya saya pulang, saya takut kalau kak Martin mencari saya.” Ucap Diki.


“Baiklah nak, ini untuk kamu, sebelum pulang makan dulu , kamu pasti sudah sangat lelah dan kelaparan.” Ucap bu IRMA.


“Terimakasih banyak bu.” Ucap Diki.


“Aku mandi dulu yah bu.” Ucap Starla.


Bu Irma membiar kan Starla mandi dulu.


“Ibu boleh bertanya sesuatu tentang Starla tidak nak? Ibu dengar kalian satu kelas pasti nak Diki tau tentang Starla disekolah seperti apa.” Ucap bu Irma.


“Boleh bu, mau nanya apa?” tanya Diki.


“Starla di sekolah atau di kampus seperti apa sih nak? Ibu penasaran sekali. Karena Starla tidak pernah cerita apa-apa sama Ibu.” Ucap BU IRMA.


“Ibu yakin Starla sangat jarang bergaul dengan teman-temanya.” Ucap bu Irma.


“Ternyata selama ini Bu Irma tidak tau kalau Starla di sekolah atau di kampus di buly karena aku?” batin Diki.


“Starla anak yang begitu pendiam bu ketika lagi di luar.” Ucap Diki.


“jangan kan di luar, di rumah saja Starla begitu pendiam, dia tidak pernah jujur apa saja yang di alami oleh dia kepada ibu.” Ucap bu Irma.


Tidak beberapa lama Diki selesai makan.


“Terimakasih yah nak sudah mau membantu ibu ucap bu Irma.

__ADS_1


“Sama-sama bu, justru karena di sini saya bisa makan masakan ibu yang sangat enak sekali. Kalaupun saya di rumah saya tidak akan bisa makan masakan yan enak.” Ucap Diki.


“ Tidak boleh berbicara serperti,semua orang tua itu masak pasti enak.” Ucap bu Irma. Karena dia berfikir kalau Diki sedang membandingkan masakan nya dengan ibu Diki yang tidak enak.


__ADS_2