Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 113


__ADS_3

Dia menoleh ke arah Starla. "Aku minta maaf Starla.. Aku benar-benar minta, aku sama tidak bermaksud apa-apa." ucap Diki sangat merasa bersalah Starla Harus bertemu dengan Kakak nya.


Starla Menatap wajah Diki. Terlihat sangat panik, khawatir dan juga tidak enakan.


"Sebaiknya kamu sadar kan diri dulu, aku tidak apa-apa." ucap Starla. Diki terdiam sejenak.


"Kak Martin dan teman-teman nya ada urusan di apartemen ku, tidak ada tempat lain untuk berdiskusi soal bisnis. Aku minta maaf karena mereka jadi berfikir aneh-aneh." ucap Diki.


Starla melihat wajah Diki tersenyum. "Kenapa kamu tersenyum?" tanya Diki. Starla menggeleng kan kepala nya.


"Tidak apa-apa." ucap Starla.


"Kalau begitu kamu mau langsung pulang?" tanya Diki. Starla mengangguk.


"Tapi aku lupa membawa tas dan juga sepatu ku, kamu langsung menarik aku keluar.' ucap Starla. Diki menghela nafas panjang.


"Apa kamu memerlukan tas itu sekarang?' tanya Diki. Starla mengangguk. "Semua uang ku ada di sana, aku tidak bisa belanja untuk jualan nanti." ucap Starla.


"Kalau begitu tunggu sebentar. Diki langsung naik ke atas. Dia masuk ternyata teman kakak nya sudah bertambah dua. Dia sedikit canggung karena mereka melihat ke arah dia.


"Apa kamu menyimpan perempuan di sini Diki? Kenapa kamu memiliki tas perempuan di sini?" tanya teman kakak nya.


"Ini tas teman ku yang singgah di sini kak, dia lupa membawa nya."


"Apa kamu berbohong? Kenapa kelihatan nya sangat gugup?" tanya teman Martin.


"Sudah berhenti menggoda nya, semua laki-laki pasti memiliki privasi Apa lagi tentang perempuan." ucap Teman Martin..Diki langsung turun ke bawah.


"Terimakasih." ucap Starla setelah mendapatkan sepatu dan tas nya.


"Aku sekali lagi minta maaf. Kamu pasti tidak nyaman dengan kak Martin dan teman-teman nya." ucap Diki. Starla hanya diam.


Starla melihat rambut Diki yang sangat berantakan karena belum sempat merapikan nya setelah bangun tidur.


Starla mendekati Diki membuat Diki heran. Dia hanya diam membiarkan jari-jari Starla merapikan rambut nya.


"Walaupun hanya di mobil aku tidak terbiasa melihat rambut kamu yang berantakan." ucap Starla. Diki melihat di cermin.


"Terimakasih, aku tidak memerhatikan nya tadi." ucap Diki. Mereka melanjutkan perjalanan.


"Humm pasar malam akan berakhir dua hari lagi di dekat rumah, aku harus memanfaatkan nya untuk berjualan. Aku mohon ijin kan aku berjualan malam ini dan besok." ucap Starla.

__ADS_1


Diki diam tidak memperdulikan nya fokus menyetir.


"Aku harus membayar utang ke kamu dan aku juga membutuhkan uang untuk keperluan sehari-hari." ucap Starla.


"Kamu baru saja sembuh, kalau kamu membutuhkan uang kamu bisa pinjam kepada ku." ucap Diki. Starla diam dia menunduk kan kepala nya.


"Tapi aku tidak mau menyusahkan kamu, aku dan ibu sudah tidak berhubungan baik dengan kamu. Dan kalau ibu tau aku tidur di apartemen kamu dia pasti sangat marah." ucap Starla.


"Kamu akan menyusahkan aku kalau kamu sakit lagi, Bu Irma tidak ada teman di rumah. Karena aku tidak ingin kamu kenapa-napa. Aku tidak ingin kamu sakit Starla.." ucap Diki.


"Aku janji tidak akan memaksakan diri, aku akan istirahat ketika lelah dan tidur tepat waktu." ucap Starla.


Diki menghela nafas panjang. "Kamu sangat keras kepala Starla." ucap Diki.


"Aku mohon.." ucap Starla.


"Pergilah lah, lakukan sesuka hati kamu. Kamu tidak perlu meminta ijin kepada ku. aku tidak berhak melarang kamu karena kamu tidak akan mendengar kan nya juga." ucap Diki.


"Bukan begitu..." ucap Starla.


Tiba-tiba Diki berhenti di sebuah toko.


"Aku akan membantu kamu, turun dan beli lah apa yang ingin kamu beli kelengkapan untuk jualan kamu." ucap Diki.


Setelah selesai berbelanja mereka pulang. Diki tidak bisa ikut turun, takut Bu Irma kaget dan marah-marah.


"Terimakasih yah sudah Nemanin aku belanja dan juga mengantarkan aku pulang. Oh iya makasih juga sudah merawat ku sampai sembuh seperti ini. Kamu tidak perlu khawatir aku akan segera mengembalikan uang kamu " ucap Starla.


Diki mengangguk. "Hum kalau boleh tau setelah ini kamu mau kemana?" tanya Starla.


"Mungkin kembali ke apartemen untuk mandi dan berangkat ke Cafe." ucap Diki. "Oohh kalau begitu hati-hati yah." ucap Starla langsung turun dari mobil.


"Aku tidak salah dengar kan? Dia mengucapkan hati-hati kepada ku?" ucap Diki.


"Ini kesempatan besar untuk mengambil hati Starla lagi, aku juga harus bisa mengambil hati Bu Irma agar kami segera kembali seperti semula." ucap Diki.


Dia sangat senang dan sangat bersemangat sekali.


Diki baru saja sampai di Cafe dia langsung di sambut oleh karyawan nya.


"Kok sepi? Jihan mana?" tanya Diki karena tidak melihat Jihan.

__ADS_1


"Jihan hari ini ijin kak, dia tidak datang karena sakit."


"Sakit? Kok bisa?" tanya Diki. "Kamu juga tidak tau kenapa kak, kemarin sehat-sehat saja." ucap Teman mu nya.


"Ya sudah kalau begitu saya akan menggantinya dia, kalian lanjut saja bekerja."


Starla di rumah dia langsung melihat Ibu nya dan ternyata ibu nya Sedang masak.


"Ibu kenapa masak?" tanya Starla.


"Akhirnya kamu pulang juga, ibu sudah lama tidak masak jadi ibu ingin masak untuk kamu." ucap Ibu nya.


"Ya Allah Bu, tidak usah, aku sudah makan kok.. Ibu jangan memaksa kan diri untuk memasak seperti ini." ucap Starla.


"Ibu tidak terpaksa kok, ini melakukan nya karena keinginan ibu sendiri." ucap bu Irma.


"Ibu duduk saja di depan, aku akan melanjutkan nya yah." ucap Starla memaksa ibu nya ke depan.


Setelah masak mereka pun Makan siang berdua.


Setelah itu Starla masak untuk jualan nya, menyiapkan banyak barang-barang juga.


"Humm Sudah lama kak Diki tidak merasakan sup Alan ibu. Tapi kalau aku memasak nya nanti kak Diki gak datang. Lagian dia pasti sudah bosan makan sup." ucap Starla.


Di sore hari nya Diki keluar dari Cafe.


"Kak ini kue yang kakak minta." ucap karyawan nya.


"Terimakasih." ucap Diki meletakkan di dalam mobil nya.


"Oh iya hari ini saya akan singgah di rumah Jihan melihat keadaan nya, apa ada yang mau ikut?"


Semua nya langsung menggeleng kan kepala nya membuat alasan masing-masing.


Setelah selesai berbicara Diki pun langsung pergi dari Cafe. Diki berjalan ke arah rumah nya Jihan.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di depan rumah Jihan.


"Tok!! Tok!!" ketukan pintu.


Tidak beberapa lama akhirnya pintu di buka.

__ADS_1


"Iyah, siapa?" tanya Jihan. sambil membuka pintu.


__ADS_2