Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 75


__ADS_3

Diki menatap wajah Starla.


"Kamu benar-benar tau?" tanya Diki. Starla mengangguk.


"Tapi kamu adalah laki-laki yang sering membuat aku menangis." ucap Starla. Diki langsung tunduk merasa bersalah lagi.


"Tapi aku tau kamu diam-diam meletakkan tisu di dalam tas ku." ucap Starla. Diki terdiam.


"Aku mendengar kalau kamu tidak pernah menangis, bahkan di saat orang tua mu meninggal kamu tidak menangis. Kamu menahan semua nya agar terlihat kuat. Padahal ketika kita menangis semua nya akan lepas, tidak ada yang perlu di tahan." ucap Diki.


Starla tersenyum. "Kalau aku sedih bagaimana dengan ibu? Aku tidak ingin terlihat sedih di depan ibu." ucap Starla.


"Ibu sangat beruntung memiliki anak seperti kamu, Ayah kamu juga pasti bangga melihat kamu." ucap Diki.


"Termasuk aku, aku sangat senang memiliki pasangan yang berhati emas seperti kamu." ucap Diki. Starla tersenyum.


"Tidak perlu memuji ku seperti itu. Aku hanya perempuan biasa." ucap Starla. "Tapi bagi ku kamu perempuan yang hebat dan sangat luar biasa." ucap Diki.


Diki memegang tangan Starla. "Aku janji tidak akan membuat kamu menangis lagi." ucap Diki.


Starla tersenyum. Starla melihat ke arah air.


"Cup." Diki mencium pipi Starla tiba-tiba.


Starla melihat ke kiri kanan. "Ada orang di sini Ki." ucap Starla. Diki melihat ke arah anak remaja yang juga pacaran di ujung jembatan.


"Mereka tidak akan melihat nya." ucap Diki. Starla melihat ke arah mereka yang mengambil foto bersama.


"Sayang.." panggil Diki, Starla menoleh ke arah Diki dan ternyata Diki sedang mengambil video.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Starla.


"Aku mau kasih tau ke semua orang kalau kamu sekarang kekasih ku." ucap Diki. Starla tersenyum. "Tidak perlu." ucap Starla.


"Kenapa?" tanya Diki. "Hubungan itu tidak perlu di publikasikan." ucap Starla.


"Tapi semua orang akan berfikir hubungan kita hubungan gelap." ucap Diki.


"Biarkan saja mereka mau berfikir apapun, aku sudah tidak perduli." ucap Starla.


"Jadi kamu tidak apa-apa dengan Laura tadi?" tanya Diki.


"Kita tidak bisa menutup mulut mereka semua yang mengatakan hal jelek tentang kita." ucap Starla. "Kamu benar juga." ucap Diki.


Setelah cukup lama, dan masing-masing mereka sudah tenang akhirnya memilih pulang.


"Kamu mau langsung pulang ke rumah?" tanya Diki.

__ADS_1


Starla mengangguk. "Apa kamu tidak mau beli sesuatu?" tanya Diki.


Starla menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak memiliki uang untuk belanja." ucap Starla.


"Kali ini aku akan membeli kan barang apa yang kamu mau." ucap Diki. Starla menggeleng kan kepala nya.


"Tidak perlu.." ucap Starla.


"Kali ini saja Starla, ayo katakan kamu mau beli apa?" tanya Diki.


"Tidak perlu Diki, kita masih sama-sama kuliah aku tidak mau membebani kamu. Aku juga tidak mau menyusahkan kamu." ucap Starla.


"Kamu tidak perlu khawatir, aku pakai uang aku sendiri kok, aku tidak meminta uang kepada kak Martin." ucap Diki.


"Kamu dapat uang data mana?" tanya Starla.


"Kamu tidak perlu tau, sekarang kasih tau kamu mau beli apa." ucap Diki.


Karena Diki memaksa akhirnya Starla memberi tau apa yang mau di beli.


"Aku mau beli Sepatu." ucap Starla. "Baiklah kalau begitu kita ke toko sepatu." ucap Diki.


Sesampainya di depan toko Starla terdiam sejenak melihat Diki membawa nya ke toko sepatu terbesar di kota itu dan juga Harganya pasti sangat mahal-mahal sekali.


"Kamu yakin Bawa aku beli sepatu di sini?" tanya Starla. Diki mengangguk.


"Apa yang salah?" ucap Diki. "Sebaiknya kita cari toko yang lain saja." ucap Starla.


"Aku juga mau mencari sepatu." ucap Diki. Akhirnya Starla masuk ke dalam dan benar saja sepatu yang di dalam harganya membuat Starla kaget.


Namun ada satu sepatu yang membuat nya kagum sekali. Dia memandangi nya cukup lama.


"Kalau kamu suka Ambil saja." ucap Diki. Starla meminta karyawan mengambil nya.


"Kalau boleh tau harganya berapa yah Kak?" tanya Starla.


"Harga nya sekitar dua juta tujuh ratus."


Seketika Starla terdiam mendengar nya.


"Mahal banget." ucap Starla. "sudah ambil saja, aku akan membayar nya." ucap Diki.


"Yang lain saja, aku tidak mau yang itu." ucap Starla. Dia mencari-cari lagi namun yang dia temukan adalah sepatu yang lebih mahal lagi.


"Hufftt tidak ada yang aku suka, kita cari yang lain saja." ucap Starla.


Diki menghela nafas panjang. Dia melihat Starla keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


Diki masuk ke dalam mobil. "Nihh." dia memberikan nya kepada Starla.


"Apa ini Ki?" tanya Starla.


"Sepatu tadi, kebetulan ini juga ada sepatu couple nya." ucap Diki.


"Jadi kamu membeli ini?" tanya Starla. Diki mengangguk.


"Ya Allah Diki, ini sangat mahal." ucap Starla.


"Kalau untuk kamu tidak ada yang mahal sayang. Kita sudah lama bersama namun aku belum pernah membeli sesuatu yang samaan." ucap Diki.


"Tapi..."


"Sudah tidak apa-apa, tidak ada tapi-tapian." ucap Diki kepada Starla.


"Ambil ini dan pakai Besok." ucap Diki. Starla langsung memeluk Diki.


"Terimakasih banyak yah sayang." ucap Starla langsung memeluk Diki. Dia memeluk Diki.


Diki sangat senang melihat Starla senang sampai dia terharu.


"Sudah-sudah tidak apa-apa." ucap Diki.


Starla sampai mengeluarkan air mata nya.


Setelah selesai dari sana mereka pun pulang ke rumah Starla.


Diki tidak singgah karena sudah sore.


"Nak akhir-akhir ini ibu sering melihat kamu bersama Diki.. Kalian semakin dekat saja yah." ucap Ibu nya.


Starla tersenyum. "Semoga Kamu akur terus dengan Diki. Dan semoga saja kamu juga baikan lagi sama nak Martin." ucap Bu Irma.


Starla seketika langsung terdiam. "Tidak perlu membahas itu lagi Bu." ucap Starla.


"Ibu masih berharap nak, namun kalau kamu tidak mau ibu tidak akan memaksa nya." ucap ibu nya. Starla diam.


"Ya udah kamu mandi dan setelah itu makan malam yah." ucap Ibu nya. Starla mengangguk.


Sesampainya Diki di rumah nya dia melihat Martin sedang di ruang tamu.


Diki mau melewati Martin namun dia berhenti. Dia melihat kakak nya sedang santai menonton TV.


"Apa kakak sedang sibuk?" tanya Diki. Martin menoleh ke arah Diki.


"Eh kamu sudah pulang." ucap Martin. Diki duduk di sofa.

__ADS_1


"Iyah." ucap Diki. "Kamu jangan salah paham tentang kemarin, tidak ada niat buruk ataupun mencoba merebut Starla dari kamu kok." ucap Martin.


"Lupakan saja tentang itu, aku mau bilang sama kakak kalau aku akan pindah." ucap Diki.


__ADS_2