Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 36


__ADS_3

Starla melihat itu dia hanya bisa senyum-senyum saja.


Tidak beberapa lama turun dari angkot Diki langsung mencari kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya.


Starla tertawa melihat nya. Diki menatap kesal kepada Starla.


"Kamu sengaja mengerjai saya kan?" tanya Diki. Starla menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak tau kalau pria kaya seperti kamu ini mabuk ketika di dalam mobil." ucap Starla.


"di dalam mobil itu sangat bau, sangat sempit dan panas sekali." ucap Diki.


Starla tersenyum. "Aku sengaja mengajak kamu baik itu agar kamu sadar kalau hidup kamu itu sudah sangat baik, banyak orang di luar sana yang serba kekurangan dan kamu harus banyak bersyukur." ucap Starla.


Diki memasang wajah dengan kesal. Starla hanya bisa tersenyum saja mendengar itu.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sudah di dalam.


"Biar aku saja." ucap Diki mau membayar kan Tiket Starla.


Starla menggeleng kan kepala nya. "Aku mau kita membayar-bayar sendiri." ucap Starla. Diki menghela nafas panjang.


"Aku tau kamu memiliki uang banyak, tapi kamu harus tau betapa susahnya mencari uang. Jadi kamu harus menghargai nya." ucap Starla.


"Kamu dari kapan sih mulai seperti ini?" tanya Diki..


"Yahh semenjak kenal kamu lah." ucap Starla.


Diki menatap nya dengan bingung.


"Aku mau kamu bisa menghargai orang sekitar kamu, sadar kalau kamu sudah dewasa, kamu juga harus bisa mengatur keuangan kamu dengan baik." ucap Starla.


"Baiklah -baiklah." ucap Diki.


Tidak beberapa lama akhirnya Hima datang dia langsung memesan tiket, dia tidak datang sendirian melainkan bersama pria lain yang membuat Starla heran karena tidak pernah melihat dia sebelum nya.


"Loh Kamu bawa siapa Hima?" tanya Starla kepada Hima sementara pria itu membeli tiket.


"Dia teman ku, Teman ku anak Papah ku." ucap Hima.


"Kamu seriusan?" tanya Starla. Hima mengangguk.


"Kalian Sudah membeli tiket?" tanya Hima.. Starla mengangguk.


Mereka masuk ke dalam. Starla melihat Hima yang menggandeng tangan pria itu.


"Ya ampun jangan-jangan Hima sudah pacaran Selama ini dengan pria itu." ucap Starla.


"Kamu iri melihat mereka gandengan?" tanya Diki.


Starla menggeleng kan kepala nya.


"Enggak kok," ucap Starla.


"Semua yang masuk ke ruangan ini berpasangan, mereka juga bergandengan tangan apa kamu tidak mau menggandeng tangan ku?" tanya Diki.


"Jangan aneh-aneh deh Diki!" ucap Starla. Diki tersenyum tertawa kecil. Dia merangkul Bahu Starla, Starla kesal berusaha menepis tangan Starla namun Diki memaksa untuk merangkul bahu Starla.

__ADS_1


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di tempat duduk masing-masing.


"Nih untuk kamu." Ucap Diki memberikan minuman dan makanan yang dia beli.


Starla membagi nya kepada Hima yang sibuk dengan pacar nya.


"Fiks sih seperti nya itu adalah pacarnya Hima."


Setelah beberapa lama Flim pun di mulai.


Diki yang hobi Nonton fokus ke depan, sementara Starla sama sekali tidak fokus nonton karena dia selalu mendengar Hima yang bergurau dengan kekasih nya.


"Kamu kedinginan?" tanya Diki. Starla mengangguk.


"Kamu tau kan kalau di sini pasti dingin, Kenapa kamu memakai pakaian yang berbahan tipis?" tanya Diki.


Starla diam. "Nih pakai jaket ku saja." ucap Diki memberikan jaket nya kepada Starla.


Starla menggeleng kan kepala nya.


"Tidak perlu." ucap Starla. Diki memaksa dan memasang kan nya ke badan Starla.


Starla bisa menonton dengan tenang. Flim hampir dua jam akhirnya selesai juga.


Lampu sudah hidup.


"Ayo kita keluar." Ajak Hima.


"Starla, kok malah tidur sih?" ucap Hima melihat Starla bersandar di bahu Diki.


"Ssttt!! Biarkan saja dia tidur di sini sebentar lagi, kamu turun lah terlebih dahulu." ucap Diki kepada Hima.


"Ya udah deh." Hima harus mengerti dengan Diki akhirnya dia pun keluar bersama pacar nya.


"Oh itu teman kamu yang bernama Diki itu?" tanya Pacar nya.


"Iyah, kamu pasti kenal sama kakak nya yang bernama Martin." ucap Hima.


"Iyah aku kenal. Apa mereka pacaran?" tanya Pacar nya.


Hima menggeleng kan kepala nya.


"Enggak, mereka tidak pacaran." ucap Hima.


"Tapi kelihatan Diki suka kepada Starla, dari tadi aku memerhatikan nya." ucap pacar Hima.


"Itu hanya perasaan kamu saja, mereka hanya Teman saja sama seperti aku. Lagian Starla itu pacar kak Martin mana mungkin mereka pacaran." ucap Hima.


Mereka makan di Cafe yang ada di mall tersebut.


Sementara di dalam Starla bangun dia kaget karena tidak ada satu pun orang lain di sana selain dia dan Diki.


"Loh kemana semau orang?" tanya Starla.


"Mereka semua sudah selesai, kamu yang ngajak nonton malah kamu yang tidur." ucap Diki.


"Kok kamu gak bangunin aku sih? Seharusnya kamu bangun kan aku." ucap Starla.

__ADS_1


"Kamu sangat nyenyak, aku tidak tega untuk membangun kan kamu." ucap Diki.


"Humm aku sangat kecapean." ucap Starla.


"Hima sama teman nya Kemana?" tanya Starla.


"Mereka pergi makan di luar,"


"Ayo kita keluar." ucap Starla.


Mereka langsung keluar dari sana .


"Starla kami di sini." ucap Hima.


Starla dan Diki iku bergabung dengan mereka.


"Kenapa sih kamu meninggalkan aku di dalam? Kamu jahat banget sih?" ucap Starla.


"Maafin aku, tadi nya aku sudah mau membangun kan kamu namun tidak di bolehin sama Diki, kamu juga sangat nyenyak." ucap Hima.


Starla menghela nafas panjang.


"Ayo pesan apa yang kamu mau, tenang saja kita akan di bayarin hari ini." ucap Hima.


Mereka makan bersama. "Mbak-mbak tolong fotoin yah." ucap Hima kepada pelayan.


Pelayan Mengambil foto mereka berempat. Dan Hima memposting nya. Dia juga memaksa Starla memposting nya.


namun orang lain malah menganggap mereka double date.


Martin melihat postingan Starla dia langsung menelpon nya.


"Bentar yah aku jawab telpon yah." ucap Starla. Dia keluar.


"Halo kak."


"Kamu lagi di mana? Kok kamu gak ngomong keluar dengan Diki?" tanya Martin.


"Maafin aku kak, tapi aku hanya Nonton bareng-bareng saja." ucap Starla.


"Saya mau kamu pulang sekarang." ucap Martin.


"Tapi aku belum selesai makan kak." ucap Starla.


"Saya mau kamu pulang, saya akan menjemput kamu." ucap Martin.


"Tidak perlu kak, aku ke sini bareng teman-teman ku." ucap Starla.


"Kalau begitu kamu harus cepat pulang." ucap Martin.


"Iyah deh kak, ya udah kalau begitu aku masuk lanjut makan setelah itu langsung pulang." ucap Starla.


Dia masuk ke dalam.


"Siapa yang nelpon?" tanya Diki..


"Kak Martin, dia meminta ku pulang." ucap Starla.

__ADS_1


"Kak Martin ternyata sangat posesif yah, aku sangat suka dengan pria yang posesif." ucap Hima.


__ADS_2