
"Aku akan mengantar kan kamu pulang." ucap Diki langsung menarik nya ke dalam mobil.
"Apa-apaan sih kamu? Aku tidak mau pulang bareng kamu!" ucap Starla.
"Kenapa?" tanya Diki.
"Karena aku adek kak Martin?" ucap Diki.. Starla diam.
"Karena kamu adalah pacar kak Martin?"
"Tidak ada hubungan nya dengan itu. Wajah kamu ngeselin, Sifat kamu ngeselin, aku tidak nyaman dengan kamu, kalau kita berdua bersama selalu saja ribut!" ucap Starla.
"Kalau begitu jangan memulai pertengkaran." ucap Diki. "Kamu yang memulai nya, aku tidak memulai nya sama sekali!" ucap Starla.
Diki diam. "Tuh kan, wajah kamu ngeselin banget! Aku berbicara namun kamu diam." ucap Starla.
Diki menghela nafas panjang dia menghidupkan mobil nya dan meninggalkan kampus.
"Aku juga heran kenapa kepribadian kamu dengan kak Martin sangat berbeda jauh." ucap Starla.
Diki tetap diam saja. Starla menoleh ke arah nya.
"Melihat kamu tersenyum itu seperti mimpi, wajah yang sangat datar, mengesalkan dan menyeramkan." ucap Starla.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah Starla. Tidak mengatakan apapun Diki keluar dari mobil.
"Lah kenapa dia duluan masuk ke dalam? Ini rumah ku bukan rumah nya." ucap Starla dia menyusul turun dari mobil dan masuk.
Dia melihat Diki berbicara dengan sangat akrab pada ibu nya. Sampai ibu nya mengabaikan dia.
"Ck tadi saja dia seperti tidak memiliki mulut untuk berbicara, sekarang dia berbicara sangat manis agar ibu memasak kan sup yang enak untuk nya." batin Starla.
Dia masuk ke dalam kamar nya. Dia menelpon Martin.
"Kak Martin kemana sih? kenapa dia tidak bisa di hubungi?" ucap Starla bingung.
"Apa kak Martin masih di tempat yang tidak ada jaringan?" ucap Starla.
Tidak beberapa lama dia di panggil oleh salah satu karyawan ibu nya untuk makan bersama.
"Kenapa kamu masih di sini?" tanya Starla kepada Diki.
"Starla. Apa yang kamu katakan? Diki sudah biasa di sini kenapa seakan-akan kamu tidak suka?" ucap ibu nya.
Starla terdiam sejenak.
"Starla emang gitu Bu, dia sangat suka menyalah kan saya." ucap Diki.
Starla menatap Diki dengan kesal.
"Starla... Ibu tidak suka yah kamu seperti itu kepada Diki. Anggap Diki seperti kakak kamu sendiri." ucap Ibu nya.
__ADS_1
"Kakak? Aku tidak mau memiliki kakak seperti dia." ucap Starla. Ibu nya tersenyum.
"Tapi ibu sangat senang karena nak Diki mau dekat dengan ibu. Sudah lama ibu menginginkan anak laki-laki eh langsung dapat sekali dua, sangat baik dan juga tampan." ucap Bu Irma.
"Huff ibu salah menilai Diki." ucap Starla.
"Sudah-sudah ayo lanjut makan." ucap ibu nya.
Tidak beberapa lama akhirnya selesai makan. "Bu aku pamit pulang dulu yah." ucap Diki.
"Iyah.. hati-hati!" ucap Bu Irma.
"Sana antar Diki ke depan." ucap Ibu nya kepada Starla.
"Dia bisa jalan sendiri Bu." ucap Starla. Ibu nya menghela nafas panjang Starla langsung berjalan.
"Kenapa sih kamu kesal terus sama ku?" tanya Diki setelah sudah di dekat mobil.
"Tanya saja pada diri kamu sendiri." ucap Starla.
"Aku tidak tau apa yang membuat kamu kesal, kamu setiap hari seperti ini kepada ku, namun hari ini kamu selalu kesal ketika berbicara." ucap Diki.
"Aku tidak mau melihat kamu, aku tidak mau berbicara dengan kamu, sebaiknya kamu pergi saja sebelum aku marah." ucap Starla.
Diki menghela nafas panjang. "Aku minta maaf kalau kamu marah soal tadi. Aku hanya ingin mengantarkan kamu pulang karena kak Martin tidak ada di sini." ucap Diki.
"Huff sudah ku duga kamu mau mengantar kan aku pulang hanya karena kak Martin dan juga mau bertemu ibu kan?" ucap Starla.
"Bohong! Diki yang aku kenal tidak akan pernah melakukan sesuatu demi aku. Kakak hanya ingin memiliki alasan agar bisa datang melihat ibu." ucap Starla.
Diki menghela nafas panjang. Dia menatap wajah Starla. Kebetulan Starla menatap wajah Diki mata mereka bertemu.
"Aku tidak tau harus menjelaskan nya bagaimana, mungkin sifat ku selama ini membuat kamu berfikir buruk terus kepada ku. Aku tidak akan menyerah merubah identitas ku yang buruk di pikiran kamu." ucap Diki.
Starla langsung mengalihkan pandangannya.
"sebaiknya kamu pulang saja." ucap Starla.
Diki mengangguk.
"Kamu masuk lah ini sudah magrib." ucap Diki.
Diki masuk ke dalam mobil.. Namun tiba-tiba Starla mengingat sesuatu.
Dia mengetuk pintu mobil Diki.
Diki menurunkan kaca mobil nya.
"Ada apa? Kamu belum berhenti berbicara dengan judes kepada ku?"
"Huff selalu saja membuat ku kesal! Aku hanya mau bilang tolong beritahu kak Martin kalau aku mencari nya." ucap Starla.
__ADS_1
"Kak Martin tidak akan pulang beberapa hari ini. Aku tidak tau berapa hari." ucap Diki.
"Loh kok gitu? Dia bilang hanya satu hari saja." ucap Starla.
Martin memang tidak memberi tau kepada Diki, namun Diki sudah tau kakak nya seperti apa.
"Tidak ada yang penting lagi kan? aku akan pulang." ucap Diki langsung meninggalkan Starla.
"Tuh anak benar-benar yah!" ucap Starla.
Dua hari kemudian...
"Kak Martin Sampai sekarang belum ada balasan." ucap Starla di kamar nya. Dia meletakkan handphone nya.
"Tidak biasanya aku mengkhawatirkan kak Martin seperti ini. Aku tidak berhenti memikirkan nya." batin Starla.
Tiba-tiba handphone nya berdering.
"Halo kak Martin, kakak baik-baik aja kan? Aku selalu kefikiran kakak." ucap Starla langsung.
"Aku Diki!" ucap seseorang dari Balik telepon.
"Kamu! Ngapain kamu nelpon aku?" tanya Starla.
"Bagaimana dengan tugas mu?" tanya Diki.
"Huff aku belum menyelesaikan nya, aku sama sekali tidak bisa fokus karena kefikiran kak Martin." ucap Starla.
"Apa kamu sudah menyelesaikan nya?" tanya Starla.
"Belum."
"Bagaimana kalau kita mengerjakan nya sama-sama? Aku banyak yang kurang paham juga." ucap Starla.
"Aku sudah di depan rumah mu!" ucap Diki.
"What!? Cepat banget." ucap Starla kaget. Dia seperti tidak percaya dia langsung melihat ke luar namun tidak melihat mobil Diki.
"Kamu jangan mencoba membohongi aku Diki! aku sedang tidak mood hari ini." ucap Starla.
"Starla.... Kamu lagi apa nak? Diki ada di luar menunggu kamu kata nya mau mengerjakan tugas bersama." ucap ibu nya dari balik Pintu Kamar nya.
"Iyah mah, ini aku keluar."
"Huff benaran dia ke sini?" ucap Starla. Dia langsung turun ke bawah.
Dia melihat Diki sudah duduk di depan Laptop nya di teras rumah.
"Kamu ke sini gak naik mobil?" tanya Starla.
Diki menggeleng kan kepala nya. Starla melihat motor mahal di parkiran motor.
__ADS_1