Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 26


__ADS_3

Sepulang Kuliah Starla langsung ke kamar nya dia melihat ponsel nya sebelum menukar baju nya.


"Saya mau mengajak kamu makan malam dengan ibu kamu di luar malam ini." pesan dari Martin.


Starla tersenyum.


"Baiklah kak, aku akan berbicara kepada Ibu nanti." ucap Starla. Martin tersenyum.


Namun tiba-tiba ibu nya masuk ke kamar dia melihat Starla yang masih memakai baju dari kampus tadi.


"Nak kamu lagi apa? Apa boleh Ibu minta tolong?" tanya Ibu nya. "Iyah Bu, tentu boleh." ucap Starla.


"Diki apa kamu malam ini ada acara?" tanya Martin pada Diki yang sedang Di taman belakang mencuci motor nya.


"Aku ada janji dengan teman ku malam ini." ucap Diki.


"Kamu mau main motor lagi?" tanya Martin.


"Bukan urusan kakak!" ucap Diki.


"Tentu tentang kamu urusan kakak, kamu tidak kapok jatuh dari motor? Bagaimana kalau kamu kecelakaan lagi?" tanya Martin.


"Kakak tidak perlu khawatir kan aku. Sebaiknya kakak mengurus kehidupan kakak sendiri." ucap Diki.


"Bisa tidak kamu tidak menghargai kakak?" tanya Martin.


"Aku tidak ingin memiliki kakak yang membunuh orang tua ku." ucap Diki. Tiba-tiba Martin mendorong Diki.


"Jaga mulut kamu yah!" ucap Martin.


Diki merasa kesal dia langsung berdiri dan menghajar wajah Martin dengan sangat kuat sehingga ujung bibir nya berdarah.


Mereka ribut. Martin sangat marah dia membalas pukulan Diki. "Hentikan!" Ucap Starla langsung berdiri di depan Martin menahan Diki yang mau melepaskan Tinjuan di wajah Martin.


"Starla." Diki kaget karena ada Starla di sana.


Martin yang sudah dua kali kena pukulan Oyong tidak bisa menahan tubuh nya dan jatuh ke lantai.


"Diki! Apa yang kamu lakukan kepada kakak kamu sendiri?" ucap Starla.


"Kak!! Kak bangun." Starla Memanggil security dan membantu membawa Martin.


Dokter datang memeriksa Martin.


Starla menghela nafas panjang. "Ternyata Kak Martin dan Kak Diki seperti ini, aku pikir mereka akur." batin Starla.


Martin mulai sadar dia melihat Starla duduk di samping nya.


"Kakak sudah bangun?" ucap Starla. Martin menatap Starla.

__ADS_1


"Saya minta maaf sudah membuat kamu khawatir. Seharusnya kamu tidak melakukan kejadian seperti tadi." ucap Martin.


"Kakak bukan minta maaf kepada ku, tapi pada Diki. Apa yang terjadi? kenapa kalian ribut?" tanya Starla.


Martin terdiam, tidak mungkin dia jujur kepada Starla masalah keluarga nya.


"Sekarang Diki kemana? Apa dia baik-baik saja?" tanya Martin. "Diki cukup parah karena pukulan kakak di bagian hidung nya dia kehilangan darah." ucap Starla.


Martin menghela nafas panjang.


"Aku tidak tau apa masalah di antara kalian, namun tetap saja kakak tidak boleh melakukan hal itu kepada adik kakak sendiri." ucap Starla.


"Saya mau istirahat." ucap Martin. Starla terdiam sejenak menatap Martin.


"Aku di suruh nganterin ini sama ibu untuk kakak." ucap Starla memberikan Beberapa Kertas.


Martin hanya melihat nya.


"Aku permisi dulu." ucap Starla dan langsung keluar dari kamar Martin.


Saat keluar dari kamar itu dia mencari keberadaan Diki. Starla memberanikan diri membuka pintu kamar Diki dan ternyata Diki sedang duduk di balkon kamar nya.


Mendengar suara pintu terbuka dia melihat ke arah pintu.


"Apa aku boleh masuk?" tanya Starla kepada Diki. Diki tidak menjawab.


Starla masuk dia melihat ke seluruh kamar Diki dan setelah itu berjalan ke balkon.


"Aku sangat ingin memiliki rumah yang memiliki balkon seperti ini agar setiap hari aku bisa duduk di sini dan melihat pemandangan yang indah dari sini." ucap Starla.


"Tidak semua yang terlihat indah, bagus." ucap Diki. Starla menghela nafas panjang dia berbalik dan menatap Diki.


"Apa Luka kamu masih sakit?" tanya Starla.


"Ini tidak apa-apa." jawab Diki.


Starla melihat dengkul kaki Diki terluka.


"Kenapa kamu tidak minta dokter membersihkan nya?" tanya Starla. Diki melihat celana nya yang robek dan juga luka karena dorongan oleh Martin.


"Tidak apa-apa."


"Huff kamu sangat aneh, luka serius seperti ini harus segera di obati sebelum terinfeksi." ucap Starla.


"Di mana Kotak P3K nya? Aku akan membantu membersihkan nya." ucap Starla.


Diki tidak menjawab, Starla mencari sendiri. Setelah dia mendapatkan nya dia meminta Diki menaikkan celana nya.


"Ssttt!! Pelan-pelan."

__ADS_1


"Aku melakukan nya sangat pelan."


"Tapi sangat sakit."


"Tau sakit kan?! Masih saja berantem seperti anak kecil saja!" ucap Starla.


"Kalau semua orang di kampus tau tentang ini mereka pasti akan tertawa." ucap Starla.


"Lagian kamu sebagai adik sangat tidak sopan kepada seorang kakak." ucap Starla.


"Kamu tidak tau permasalahan nya sebaik nya kamu diam saja." ucap Diki.


Starla kesal dia menekan luka Diki dengan kuat. Diki menjerit.


"walaupun aku tidak tau, tetap saja aku bisa melihat kalau kamu yang duluan memukul Kak Martin. Sebagai adik kamu harus patuh kepada kakak kamu." ucap Starla.


"Kamu tentu saja akan membela kak Martin karena dia adalah pacar mu." ucap Diki. "Tidak ada hubungan nya kesana! Aku tidak suka dengan pria yang sangat keras kepala, susah di bilangin." ucap Starla.


Diki langsung diam. "Aku tidak suka kalau kamu menentang kak Martin. Kamu tau sendiri dia adalah Kakak Plus Ayah dan ibu kamu." ucap Starla.


Diki diam. "Menjadi Sosok kak Martin tidak lah mudah, dia berusaha memberikan yang terbaik kepada kamu, dia juga berusaha menjaga keluarga nya." ucap Starla.


Diki tidak mengatakan apapun dia hanya diam. Luka Nya sudah selesai di obati.


"Pokoknya aku gak mau dengar atau lihat kalian bertengkar lagi." ucap Starla.


"Ya udah kalau begitu aku pulang dulu, aku takut Ibu menunggu ku."


Diki menahan tangan Starla. Starla kaget dia terdiam sejenak. Diki tidak mengatakan apapun dia hanya menunduk kan kepala nya.


Starla merasakan tangan nya basah karena air mata Diki.


"Kamu menangis?" tanya Starla mengintip wajah Diki.


Diki menggeleng kan kepala nya.


Tiba-tiba Starla memberikan pelukan yang membuat Diki kaget.


"Sudah jangan menangis, aku minta maaf kalau kata-kata ku membuat kamu sedih, aku hanya ingin kamu berfikir dewasa." ucap Starla.


Diki membalas pelukan Starla yang membuat Starla gantian kaget.


"Ya udah kalau begitu aku pulang dulu yah, sampai jumpa Besok." ucap Starla.


Dia langsung melepaskan pelukannya dari Diki.


"Starla jangan sampai Bu Irma tau tentang ini." ucap Diki.


"Kenapa? Aku akan memberi tau kepada nya agar dia marah kepada kamu." ucap Starla.

__ADS_1


"Aku mohon." ucap Diki.


"Baiklah aku tidak akan memberi tau, tapi kamu harus janji agar tidak melakukan hal seperti ini lagi." ucap Starla.


__ADS_2