Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 43


__ADS_3

"Aku sangat suka dengan langit. Bagaimana dengan kamu?" tanya Starla kepada Diki.


"Suka. Orang tua saya pernah bilang kalau lagi merindukan seseorang pandang lah ke langit yang penuh dengan bintang dan juga bulan. Kita akan bisa membayangkan wajah orang yang kita rindukan." ucap Diki.


Starla tersenyum. "Benar banget, setiap kali aku merindukan Ayah ku, aku selalu melihat ke arah langit. Aku kembali mengingat masa-masa dia ada dan membayangkan wajah nya tersenyum kepada ku." ucap Starla.


"Aku tidak pernah berani membayangkan wajah orang tua ku." ucap Diki.


"Kenapa? Apa kamu tidak merindukan mereka?"


"Aku tidak ingin membuat aku mengingat kembali bagaimana orang tua ku meninggalkan aku untuk selama-lamanya." ucap Diki.


"Kenapa?" tanya Starla.


Diki diam. "Aku bilang beberapa kali kepada kamu agar jangan menanam kebencian di diri kamu sendiri, itu akan membuat kamu rugi sendiri." ucap Starla.


Diki terdiam. "Kak Martin adalah kakak kandung kamu sendiri, dia yang sudah merawat kamu sampai sekarang. Kalau bukan karena dia kamu tidak akan seperti ini." ucap Starla.


Diki hanya diam.


"Sudah jangan membahas itu, setiap bertemu dengan kamu aku selalu saja menasehati kamu tentang itu. Aku juga bosan." ucap Starla.


Diki menoleh ke arah Starla. "Ini sudah malam sebaiknya kamu masuk." ucap Diki.


"Kamu ngusir aku?" tanya Starla.


"Bukan seperti itu, di sini sangat dingin. a-aku juga mau pulang." ucap Diki.


"Ya udah deh kalau begitu. Hati-hati di jalan." ucap Starla.


Diki mengganguk. Starla masuk ke dalam Diki pun kembali ke rumah nya. "Aku benar-benar seperti anak kecil." Diki merutuki Diri nya sendiri.


"Ah sudahlah lagian tidak ada gunanya juga aku seperti ini. Starla juga tidak mungkin menyukai aku." ucap Diki.


Seiring nya waktu berjalan hari libur pun sudah tiba.


"Kamu sudah memutuskan mau kemana Minggu depan?" tanya Martin kepada Starla.


Starla mengangguk. "Aku jadi nya ke gunung bersama teman-teman ku kak." ucap Starla.


"Bagus deh, kamu di sana jaga diri baik-baik yah. Saya minta maaf tidak bisa ikut karena dua hari lagi kakak akan ke luar kota." ucap Martin.


"Keluar kota? Kapan kakak akan pulang?" tanya Starla.


"Belum tau pasti nya, nanti kakak akan mengabari kamu kok." Starla tersenyum.


Mereka lagi di perjalanan pulang ke rumah dari Kampus.

__ADS_1


Minggu depan kemudian...


"Kamu sudah mempersiapkan barang-barang yang mau kamu bawa Besok?" tanya Hima kepada Starla. Mereka sedang jalan-jalan keluar karena hari Minggu.


"Humm belum semua nya sih, tapi aku sudah mempersiapkan yang penting-penting nya kok." ucap Starla.


"Apa kamu sudah berbicara dengan Diki?" tanya Hima.


"Akhir-akhir ini aku belum ada membahas itu sama dia karena dia juga sibuk dengan urusan nya sendiri." ucap Starla.


"sebaiknya kamu menghubungi dia, siapa tau dia bisa membantu kamu." ucap Hima. "Hummm kamu benar sih, nanti aja deh." ucap Starla.


Saat sedang enak berjalan bersama tidak sengaja melihat mobil Diki terparkir di sebuah Parkiran cafe.


"Loh itu kan mobil Diki." ucap Hima. Starla mengangguk.


"Iyah kamu benar." ucap Starla.


Dari kaca mereka berdua melihat Diki bersama perempuan lain.


Mereka seperti nya khusus minum saja ke sana.


"Tunggu dulu deh, itu siapa? Aku tidak pernah melihat wajah nya sebelum nya di Kampus." ucap Hima.


"Humm aku juga tidak pernah melihat nya, atau jangan-jangan Dia adalah pacar baru nya Diki." ucap Hima.


Starla diam saja. "Sebaik nya kita pulang saja yah, nanti aku ada janji dengan pacar ku." ucap Hima.


Starla mengangguk.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah.


Starla sampai di rumah berbaring di tempat tidur nya. Dia mengingat lagi Diki Dengan perempuan itu.


"Siapa sih perempuan itu? Sebelum nya aku tidak pernah melihat dia. Pantesan saja akhir-akhir ini Diki cuek kepada ku, bahkan dia juga sudah jarang ke sini."


Keesokan harinya...


"Starla bangun nak, di depan ada nak Diki mencari kamu." ucap ibu nya.


Starla mendengar nama Diki langsung bangun.


"Kata nya mau melihat persiapan kamu untuk berangkat besok." ucap ibu nya.


"Iyah Bu aku akan keluar." ucap Starla.


"Huff ngapain dia ke sini? Kenapa dia tidak bersama perempuan itu saja? Seperti nya Diki juga akan mengajak perempuan itu." batin Starla.

__ADS_1


Dia keluar dari kamar nya dia melihat Diki duduk di depan.


"Ngapain kamu ke sini?" tanya Starla.


"Aku mau melihat persiapan kamu, kalau ada yang kurang aku bisa membantu mencari." ucap Diki.


"Semua nya sudah lengkap." ucap Starla. Diki menghela nafas panjang.


"Aku ke sini karena Hima, dia memberi tau aku." ucap Diki.


"Kamu tanya saja melalui WhatsApp! kenapa harus datang ke sini? Mengganggu ku saja." ucap Starla. Diki Menatap Heran Kepada Starla.


"Aku juga sekalian mau bilang kalau aku tidak sendiri, kita tambah satu anggota lagi teman ku dari universitas lain." ucap Diki.


"Kenapa harus ngasih tau aku? Itu suka-suka kamu. Lagian kamu kok yang jadi ketua nya." ucap Starla masih dengan nada yang judes.


"Terserah kamu saja deh." ucap Diki dengan kesal.


"Ya udah kamu begitu kamu pergi saja, aku mau lanjut istirahat." ucap Starla.


"Jangan membuat aku sia-sia datang ke sini yah, sekarang mana barang-barang kamu?" Diki masuk dan melihat semua Persiapan Starla.


Diki menghela nafas panjang.


"Bahkan barang mu tidak lengkap sama sekali." ucap Diki. "Aku bisa mencari yang kurang."


"Aku ada di rumah yang kamu butuhkan, sebaiknya kamu datang ke rumah untuk menjemput nya." ucap Diki.


"Tidak perlu, bukan nya kamu harus menyiapkan untuk Teman mu juga?" tanya Starla.


"Kamu satu tenda, jadi cadangan ku bisa kamu pakai.." ucap Starla.


Starla terdiam sejenak. "Aku tunggu nanti malam, karena besok kita sudah berangkat." ucap Diki.


Setelah itu dia pun pergi.


"Huff tidak salah lagi sih, dia pasti sudah pacaran dengan teman perempuan nya itu." ucap Starla.


"Nak Diki sudah pergi?" tanya Bu Irma yang datang membawa makanan untuk Diki.


"Udah buk."


"Yahh sudah lama Diki tidak mencicipi sup buatan Ibu. nih kamu habiskan saja." ucap ibu nya.


"Aku kenyang Bu, aku ke kamar dulu." ucap Starla meninggalkan ibunya. Bu Irma Heran melihat wajah anak nya yang sangat cemberut.


"Ada apa dengan anak itu? Tidak biasanya dia seperti ini." ucap Bu Irma.

__ADS_1


Bu Irma kembali membawa sup itu ke belakang.


__ADS_2