Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 34


__ADS_3

Starla tersenyum tipis karena tau Martin mencuri-curi pandang.


"Kalau kakak ingin melihat ku lihat saja, kalau fokus belajar ya sudah fokus belajar saja." ucap Starla.


Martin menghela nafas panjang.


"Kamu benar-benar sangat menarik sekali di mata saya sehingga saya tidak bisa tidak melihat kamu satu detik saja." ucap Martin.


"Huff sungguh kata-kata yang lebay." ucap Starla.


"Kamu tidak percaya?" tanya Starla. Martin tersenyum kepada Starla sehingga Starla malu di tatap seperti itu.


"Huff pantesan saja kopi ini tambah manis karena yang membuat nya juga sangat manis." ucap Martin.


Martin mencolek Pipi Starla.


"Ekhem-ekhem." tiba-tiba Bu Irma datang. Martin langsung duduk di kursi nya dengan benar.


Starla tersenyum melihat Martin langsung bertingkah baik, duduk dengan sopan dan berjarak dengan nya.


"Terimakasih banyak yah nak Martin sudah mencari kan karyawan untuk ibu." ucap Bu Irma.


"Sama-sama Bu." ucap Martin.


Dia menoleh ke arah Starla. "Kenapa kamu hanya diam saja nak? Bantu lah Martin mengerjakan skripsi nya." ucap Ibu nya.


Starla mengangguk saja.


"Huff ibu pikir aku bisa mengerjakan itu." batin Starla.


Ibu nya berpamitan lagi ke dapur.


"Seperti nya kalau aku di sini akan membuat kakak tidak fokus, aku akan membantu Ibu ke dapur." ucap Starla.


Martin menahan tangan Starla. "Kamu mau kemana?" tanya Martin.


"Ke dapur." jawab Starla.


"Mau bantuin ibu kak." ucap Starla.


Martin menghela nafas panjang. "Saya ingin kamu di sini."


"Tapi kakak tidak akan bisa fokus." ucap Starla.


"Sebaiknya kakak kerjakan saja kerjakan kakak, aku ke dapur dulu."


Starla meninggalkan Martin.


Tidak beberapa lama akhirnya dia selesai di dapur.


"Martin belum pulang juga nak?" tanya ibu nya.


"Seperti nya kak Martin bakalan nginep Bu. Gak apa-apa kan?" tanya Starla.


"Gak apa-apa." jawab ibu nya. Starla berjalan ke ruang tamu dia duduk di samping Martin. Karena sangat fokus Martin tidak sadar kalau Starla duduk di samping nya.


"Ekhem-ekhem!!". Martin menoleh ke samping nya.


"Kamu membuat saya terkejut saja." ucap Martin. Starla tersenyum.

__ADS_1


"Apa Kakak tidak lapar? Kakak juga tidak lelah kah? Dari tadi kakak sudah duduk di sini." ucap Starla.


"Sebenernya sangat lapar, namun kakak tidak enak minta." ucap Martin. Starla tersenyum dia mengelus pipi Martin.


"Baiklah ayo makan. Ibu sudah menyiapkan makanan." ucap Starla.


Martin mengangguk. Dia berjalan ke arah meja makan bersama Starla.


Tidak beberapa lama Akhirnya selesai makan.


"Besok libur kan? Nak Martin menginap di sini saja yah, ini sudah terlalu larut untuk pulang." ucap ibu nya.


"Tidak apa-apa Bu saya menginap di sini?" tanya Martin. Bu Martin mengangguk.


"Kakak tidur di sini saja yah, maaf yah kalau Tempat nya kurang nyaman dan juga hanya ada kipas angin." ucap Starla.


"Ini sudah jauh lebih nyaman karena satu atap dengan kamu." ucap Martin.


Starla tersenyum. "Ya udah kalau begitu aku ke kamar ibu dulu yah. Aku akan tidur di sana." ucap Starla.


"Kamu gak mau tidur di sini? Saya akan tidur di lantai." ucap Martin. Starla menggeleng kan kepala nya.


"Jangan aneh-aneh yah,." ucap Starla. Martin tersenyum.


Di kamar ibu nya Starla membuka handphone nya dia melihat Status Diki yang sedang di luar.


"Apa kamu sedang minum?" tanya Starla. Tidak beberapa lama di balas.


"Tidak perlu kepo." ucap Diki.


"Dih pelit banget tinggal jawab. Karena besok libur dan juga kak Martin tidak di rumah, kamu jadi bebas minum." ucap Starla.


"Kak Martin tidur di rumah ku hari ini." ucap Starla.


Tidak ada balasan.


"Sebaiknya kamu pulang, jangan sampai Mabuk berlebihan tidak baik."


"Aku khawatir dengan kesehatan kamu, kalau kamu perduli juga dengan kesehatan kamu sebaiknya kamu pulang."


Diki membaca itu. "Setelah selama ini perbuatan saya ke kamu namun tetap saja kamu baik kepada saya." ucap Diki.


Keesokan paginya..


"Kak..." Panggil Starla membangun kan Martin.


"Hummm..???"


"Bangun lah ini sudah jam enam pagi." ucap Starla. Martin hanya bergeliat saja.


"Kak bangun yok, aku sudah buatin kopi untuk Kakak." ucap Starla.


"Berikan waktu lima menit lagi." ucap Martin.


"Tapi kak."


"Saya masih ngantuk.".


"Ayo bangun kak, kalau kakak tidak bangun kakak tidak akan melihat ku pagi ini, aku mau nganterin ibu belanja." ucap Starla.

__ADS_1


Martin masih belum merespon nya.


"Mungkin Kak Martin sangat kelelahan mengerjakan skripsi nya tadi malam. Ya udah deh biar kan saja dia tidur terlebih dahulu." ucap Starla.


"Ya udah kakak tidur lah dengan nyenyak yah, aku akan pergi dengan ibu sebentar." ucap Starla.


Tiga jam Sudah Starla pergi dia kembali lagi namun Martin tak kunjung bangun.


Dia ke kamar lagi. "Ya ampun kak, ini sudah jam berapa? Ibu akan mengira kakak calon menantu yang sangat malas bangun pagi." ucap Starla.


Martin bergeliat dia berbalik dan melihat Starla di depan nya.


"Saya sangat ngantuk sayang." ucap Martin.


"Tapi ini sudah tengah sepuluh kak." ucap Starla.


"Huff iyah deh Iyah saya bangun." ucap Martin.


"Ayo Duduk."


Martin bangun dia menatap wajah Starla sambil tersenyum.


"Kenapa kakak senyum-senyum?"


"Saya ingin melihat wajah kamu pertama kali di saat saya membuka mata saya di pagi hari." ucap Martin.


"Huff kakak terlalu lebay, ayo mandi ibu sudah nungguin untuk sarapan.


Martin menahan tangan Starla.


"Berikan saya kis morning." ucap Martin. Starla menggeleng kan kepala nya.


"Ayo kak buruan bangun, tidak ada kis sebelum kakak mandi."


Namun Martin tidak mau dia langsung mencium Pipi Starla.


"Huh kekuatan saya terisi penuh." ucap Martin. Starla tersenyum melihat Kelakuan Martin yang sangat bucin sekali.


Mereka duduk bersama di meja makan dan menikmati sarapan pagi.


"Starla nanti bungkus kan sarapan untuk nak Diki yah." ucap Bu Irma.


"Loh emangnya Diki ke sini?" tanya Starla.


"Enggak, nak Martin kata nya akan pulang hari ini, jadi sekalian saja bawa in." ucap Bu Irma.


"Oohh ya udah deh Bu." Starla langsung mempercepat makan nya.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai. Martin berpamitan untuk pulang ke rumah nya.


sesampainya di rumah dia melihat mobil Diki yang baru saja sampai.


"Dari mana saja kamu?" tanya Martin.


"Bukan urusan kakak."


Martin menghela nafas panjang. "Dari mana kamu Diki?" tanya Martin.


"Yang penting tidak tidur di rumah perempuan lain." ucap Diki. Martin terdiam.

__ADS_1


Diki melihat makanan di tangan Martin. "Nih untuk kamu dari Bu Irma." Martin memberikan nya.


__ADS_2