Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
episode 61


__ADS_3

Starla menatap wajah Diki.


"Kenapa kamu ada di kamar ku? kamu tidak sopan." ucap Diki.


"Aku tadi nya mau mengantar kan sarapan dan mau melihat kamu, aku tidak tega membangun kan kamu karena sangat nyenyak." ucap Starla.


"Aku sudah bangun, letak kan saja sarapan nya di atas meja dan segera pergi." ucap Diki.


"Kamu mengusir ku?" tanya Starla. "Bukan seperti itu, aku hanya tidak Suka orang lain masuk ke kamar ku." ucap Diki.


"Humm apa aku juga tidak boleh? Bukan kah kamu bilang kalau orang yang kamu suka yang bisa masuk ke kamar kamu?" ucap Starla. Diki Heran dari mana Starla tau.


Dan ternyata ada tulisan di foto Starla kalau hanya Starla yang dia suka, dan hanya Starla yang bisa masuk ke kamar nya.


Starla menunjuk kan foto dia Dengan Diki yang beberapa tahun lalu di ambil karena kedua nya di hukum bersama.


Diki langsung mengambil dan juga menyembunyikan nya.


"Kenapa di sembunyikan? Apa kamu juga akan terus menyembunyikan perasaan kamu?" tanya Starla.


"Aku minta maaf, aku minta maaf. Aku mohon jangan marah. Jangan membenci ku." ucap Diki memohon dengan wajah ketakutan.


"Aku akan marah kalau kamu tidak jujur kepada ku." ucap Starla.


"Iyah. Aku sudah jatuh cinta dari dulu sama kamu. Aku tidak tau harus bagaimana untuk mengungkapkan nya, aku takut kamu semakin benci kepada ku." ucap Diki.


Starla diam. Diki menatap wajah Starla.


"Kamu bebas untuk membenci ku, kamu bebas untuk menjauhi ku, tapi aku sangat mencintai kamu. Aku tidak bisa melihat kamu bersama kak Martin. Namun aku juga ingin melihat kamu bahagia." ucap Diki.


Starla tiba-tiba mencium bibir Diki dan seketika jadi senyap. Diki membulat kan matanya karena kaget.


"Starla..."'Diki menatap Bingung Kepa Starla.


"Aku juga menyukai kamu." ucap Starla. Diki semakin kaget mendengar itu.


Dia mencubit pipi nya. "Aku tidak mimpi kan?" ucap Diki. Starla menggeleng kan kepala nya sambil tersenyum.


"Enggak." ucap Starla.


Diki memegang tangan Starla. "Kamu mau menjadi pacar ku?" tanya Diki.


"Humm....." Starla berpikir cukup lama membuat Diki tegang.


"Starla jangan membuat saya takut.." ucap Diki memohon. "Iyah aku mau." ucap Starla.


Diki sangat senang dia hampir saja mau memeluk Starla namun tidak jadi. Dia hanya bisa bertingkah kesenangan.


Sementara Starla sangat malu dia menutup wajahnya.


"Jadi kita sekarang sudah pacaran?" tanya Diki. Starla mengangguk. Diki sangat senang sekali.


"Apa aku boleh peluk kamu?" tanya Diki. Starla menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


"Gak mau, kamu belum mandi." ucap Starla.


"Starla... Kamu bahkan Mencium saya sebelumnya, hanya memeluk saja tidak bisa?" tanya Diki.


Starla menggeleng kan kepala nya. "Kalau aku sudah mandi, apa aku boleh peluk kamu?" tanya Diki.


"Humm aku pertimbangan dulu yah." ucap Starla.


Diki menghela nafas panjang.


"Tidak apa-apa, yang penting sekarang kamu pacarku." ucap Diki dengan bangganya.


Diki bergegas mandi. Setelah Diki masuk ke kamar mandi Starla tidak berhenti salting, dia senyum-senyum sendiri.


"Akhirnya aku tau jawaban dari perasaan ku Selama ini. Aku pikir aku mencintai kak Martin namun ternyata aku hanya menginginkan Diki karena Diki sudah mengganggu ku cukup lama." ucap Starla.


"Walaupun pada awalnya kamu tidak akur, semoga sekarang hubungan kami berdua langgeng." ucap Starla.


Mereka berangkat ke kampus bersama.


"Starla..." Tiba-tiba Hima datang dan memeluk Starla karena sudah sangat merindukan teman nya itu.


"Kamu dari mana saja Starla? aku sangat mengkhawatirkan kamu." ucap Hima. Mereka masuk ke kelas meninggalkan Diki.


Diki menghela nafas panjang.


Sepanjang Kelas Hima selalu bersama Starla sehingga Diki tidak memiliki waktu dengan Starla.


Kedua nya masih malu-malu jadi Starla juga berusaha menghindari Diki.


"Starla kamu pulang dengan aku yah." ucap Diki.


"Humm aku pulang dengan Hima gak apa-apa kan? kebetulan aku dengan Hima ada janji." ucap Starla.


"Oohh ya udah." Cukup keberatan namun dia harus menginyakan.


Mereka pun pergi. Diki menghela nafas panjang.


Tiga hari pacaran Diki dan Starla jadi seperti orang lain. Starla sangat malu berbicara dengan Diki. Begitu juga dengan Diki takut membuat Starla tidak merasa nyaman.


Di lantai atas Diki melihat Starla sedang bergabung dengan anak-anak basket lain nya.


"Huff..." beberapa kali dia menghela nafas panjang..


"Kenapa kamu tidak ikut bergabung dengan mereka?" tanya teman nya.


Diki menggeleng kan kepala nya.


Karena Diki sudah tidak tahan dia memutuskan untuk mengajak Starla bertemu di luar malam ini.


Dia sudah menunggu di salah satu Cafe.


Tidak beberapa lama Starla datang.

__ADS_1


"Maafin aku yah membuat kamu lama menunggu." ucap Starla.


"Gak apa-apa kok, duduk lah." ucap Diki.


Starla duduk.


"Kamu gak apa-apa kan aku ajak keluar seperti ini, semenjak kita pacaran kita tidak pernah memiliki waktu berdua." ucap Diki.


"Gak apa-apa kok." ucap Starla. Diki menatap Starla.


"Aku meminta kamu datang ke sini mau menanyakan sesuatu." ucap Diki.


"Tanya apa?"


"Apa kamu tidak nyaman berpacaran dengan ku?" tanya Diki membuat Starla terdiam sejenak.


"Maksudnya?"


"Beberapa hari ini kita tidak seperti orang pacaran melainkan seperti orang yang berantem. Kamu tidak mau berbicara dengan ku, kamu juga tidak mau pulang aku anterin." ucap Diki.


Starla diam. "Aku tau kamu pasti merasa malu kan?" ucap Diki. Starla menggeleng kan kepala nya.


"Enggak Diki, aku bukan malu atau tidak nyaman."


"Lalu kenapa? Kamu selalu menghindari aku."


"Aku... Aku malu sama kamu. Aku tidak tau harus bagaimana bersikap kepada kamu."


"Yah seperti biasa Starla."


"Tidak bisa seperti biasa Diki, status kita berbeda sekarang kita harus bisa membedakan itu. Aku tidak ingin kamu menyamakan nya itu sebabnya aku berusaha menghindar." ucap Starla.


Diki diam. Starla memegang tangan Diki.


"Aku minta maaf kalau membuat kamu kefikiran atau jadi khawatir. Tapi kita berdua butuh waktu." ucap Starla.


Diki menghela nafas panjang. "Ya udah kalau begitu ayo minum kopi nya." ucap Starla.


Diki menatap wajah Starla. Dia tidak bisa memalingkan pandangannya.


Starla yang di lihatin oleh Diki jadi malu.


"Kamu pulang aku anterin yah." ucap Diki. Starla mengangguk.


Di dalam mobil Diki memberanikan diri memegang tangan Starla walaupun badan nya jadi panas dingin.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di depan rumah Starla.


"Warung masih ramai saja jam segini." ucap Diki basa-basi. Starla tersenyum. "


"Makasih yah sudah nganterin aku pulang." ucap Starla.


Diki mengangguk.

__ADS_1


"Starla.." Diki menahan Starla. "Iyah kenapa?" tanya Starla.


"Aku ingin memeluk kamu." ucap Diki. "Kenapa kamu harus minta izin? Peluk saja." ucap Starla.


__ADS_2