Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 98


__ADS_3

"Aku mohon jangan katakan itu lagi, aku memang sangat ingin punya Cafe sendiri, tapi ini adalah usaha kamu, jangan terlalu berlebihan seperti itu..Aku tetap akan menolak walaupun kamu memaksa ku."


Diki terdiam. "Lalu aku harus bagaimana agar kamu percaya kepada ku? kamu mau kembali kepada ku?" tanya Diki.


Starla menggeleng kan kepala nya.


"Tidak perlu membahas itu, aku datang ke sini hanya mau menenangkan diri." ucap Starla.


"Baiklah aku minta maaf." ucap Diki.


"Aku sangat senang kamu sudah bisa berdiri di kaki kamu sendiri, aku pikir selama ini kamu masih meminta uang kepada kak Martin." ucap Starla.


Diki tersenyum saja. "Kalau seperti ini aku akan merasa minder." ucap Starla.


Keesokan harinya...


"Starla..." Panggil Hima ketika melihat Starla datang. Dia sangat senang sekali, kebetulan ada Diki juga.


"Kamu berlebihan sekali." ucap Starla. "Aku sangat mengkhawatirkan kamu." ucap Hima. Starla tersenyum.


Mereka masuk ke kelas.


"Apa yang kamu cari Starla?" tanya Hima karena dari tadi Starla tidak berhenti mengacak-acak tas nya dan buku.


"Aku lupa membawa Pena." ucap Starla. Diki datang langsung memberikan kepada Starla.


"Kebetulan aku punya Dua, Ambil lah ini." ucap Diki memberikan pena nya.


Starla sangat canggung dia mengambil dan mengucap kan terimakasih.


Pulang dari kampus Starla langsung pulang ke rumah, dia tidak bisa lama-lama di kampus karena harus membantu ibu nya.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.


"Loh kok rumah tutup? Warung juga gak ada yang jaga?" batin Starla.


Dia mencari ibu nya tuh ada. "Ibu kemana sih?" ucap Starla.


"Ibu... Ibu..." panggil nya namun sama sekali tidak ada jawaban dari dalam. "Loh ibu kemana sih?" ucap Starla sambil mencari kesemua sudut rumah itu..


Satu jam menunggu akhirnya ibu nya pulang. "Ibu... Ibu dari mana?" tanya Starla.


"Kamu sudah pulang nak? Maaf yah ibu jadi buat kamu kecarian." ucap Ibu nya.


"Ibu dari mana? Coba katakan."

__ADS_1


"Nih ibu habis dari apotik, tiba-tiba saja badan ibu sakit." ucap Bu Irma. "Ya ampun Bu, aku sudah bilang berapa kali sama ibu agar jangan terlalu kecapean. Jangan di paksakan." ucap Starla...


"Iyah nak. Ibu juga salah." ucap Ibu nya.. Starla memegang tangan ibu nya.


"Bu ini sudah satu bulan namun kita belum bisa mengumpulkan uang untuk pak Faisal, bagaimana ini?" tanya Starla.


"Tidak apa-apa, jangan terlalu di pikirkan. Ibu yang akan mengurus semua nya yah." ucap Ibu nya.


"Bagaimana ibu mau mengurus semua nya sementara ibu saja sakit-sakit seperti ini." batin Starla.


Beberapa hari kemudian Starla menghitung uang yang sudah di simpan-simpan untuk Bayar hutang, namun tetap saja tidak cukup.


Starla melihat ibu nya Tidur siang akhirnya dia memutuskan nekad untuk menemui pak Faisal sendiri dan membicarakan semua nya.


Dia untuk pertama kalinya Datang ke rumah pak Faisal.


"Assalamu'alaikum..."


Rumah yang besar terlihat sangat sepi.


"Walaikumsalam! Mau mencari siapa?" tanya security.


"Saya mau bertemu dengan pak Faisal, beliau ada?" tanya Starla.


"Pak Faisal ada Tamu." ucap security mengantarkan Starla ke dalam.


Faisal juga seperti nya sedang santai di ruang tamu.


Melihat Starla Faisal berdiri dia mendekati Starla.


"Kamu Starla kan? Anak dari Bu Irma? dan pak Aris?" tanya pak Faisal. Starla mengangguk.


"Kamu sudah besar saja yah, kamu juga sangat cantik sekarang, tidak seperti dulu sangat Culun." ucap Pak Faisal.


Starla hanya diam, melihat wajah pak Faisal saja sudah membuat nya takut.


"Ini baru satu bulan lebih, kenapa kamu sudah datang ke sini? Apa uang nya sudah ada?" tanya pak Faisal.


"Saya ke sini bukan membawa uang." ucap Starla. Pak Faisal tersenyum. "Terus kamu ngapain ke sini anak cantik." ucap pak Faisal mau menyentuh dagu Starla namun Starla langsung menghindar.


"Saya ke sini mau menuntut kebenaran." ucap Starla. "Kebenaran apa lagi?" tanya pak Faisal.


"Ayah saya tidak sengaja merusak mobil itu, seharusnya bapak meminta pertanggung jawaban yang menabrak mobil bapak. Dia juga yang sudah mengakibatkan ayah saya meninggal dunia."


Pak Faisal tertawa. "Kamu anak kecil tidak tau apa-apa, mobil yang rusak itu harganya sangat mahal, saya sudah mengurangi dan memberikan waktu jangka lama."

__ADS_1


"Tapi tetap saja itu bukan kesalahan Ayah Saya, dia juga tidak sengaja." ucap Starla..


"Kamu tidak ada urusan nya dengan masalah ini anak manis, sebaiknya kamu jangan ikut campur." ucap pak Faisal.


"Aku adalah anak mereka, aku berhak bertindak di sini. Ibu tidak akan memiliki uang sebanyak itu." ucap Starla.


Pak Faisal tertawa.


"Kalian tidak perlu susah-susah untuk mengumpulkan uang itu, tinggal serahkan saja sertifikat rumah dan tanah, semua nya langsung selesai bukan?" ucap pak Faisal.


Starla menggeleng kan kepala nya. "Kalau semua nya di ambil oleh bapak, lalu kami akan tinggal di mana?" tanya Starla.


"Itu bukan urusan saya, saya tidak mau rugi." ucap Faisal.


"Kami tidak memiliki uang sebanyak itu, kalaupun rumah kami di ambil terus kami bagaimana? Dulu Ayah Bekerja dengan bapak sangat lah giat. Kamu berharap bapak mau memberikan keringanan." ucap Starla.


Pak Faisal terdiam sejenak. "Humm kamu meminta keringanan?" tanya pak Faisal. Starla mengangguk.


"Humm kamu umur berapa sekarang?" tanya pak Faisal.


Starla terdiam sejenak.


"Seperti nya umur kamu sudah matang. Kamu sudah bisa berumah tangga dan menikah lah dengan saya semua hutang orang tua kamu lunas." ucap pak Faisal.


Starla mendengar itu kaget, seketika dia langsung mundur dari Hadapan pak Faisal.


"Kenapa? Kok kamu kaget gitu sih?" tanya Pak Faisal.


"Pak bapak bercanda kan? Itu tidak mungkin kan?" ucap Starla.


Pak Faisal menggeleng kan kepala nya. "Kamu tau sendiri kan saya sekarang Duda." ucap pak Faisal.


Starla menggeleng kan kepala nya. "Saya tidak mau menikah dengan bapak." ucap Starla.


"Baiklah kalau kamu tidak menikah dalam jangka waktu yang saya kasih kalian sudah harus mengumpulkan uang itu kalau tidak rumah akan di sita." ucap pak Faisal.


Starla benar-benar sangat bingung, dia tidak tau harus bagaimana.


Ternyata kedatangan nya hanya menambah bahan pikiran nya saja.


"Ya sudah kalau begitu terimakasih banyak pak, saya permisi." Tiba-tiba pak Faisal menahan nya.


"Sebaik nya kamu memikirkan tawaran saya, karena kamu tau sendiri kan orang tua kamu sudah sakit, kalau rumah kalian disita di mana orang tua kamu akan tinggal." ucap Pak Faisal.


Starla tidak mengatakan apapun dia langsung pergi begitu saja. Pak Faisal tertawa melihat itu.

__ADS_1


__ADS_2