Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 57


__ADS_3

Tidak beberapa lama Diki pulang.


"Kamu mau kemana?" tanya Diki menahan Tifani.


Tifani menangis.


Mata Tifani sudah sangat sembab, wajah nya sudah sangat sedih. Diki paham kalau sekarang yang paling tersakiti adalah Tifani. Dia tidak tau apa-apa namun dia harus di kecewakan.


Tifani memeluk Diki karena sudah menganggap adik nya sendiri Diki tidak bisa menolak dia membiarkan Tifani menangis di Pelukan nya.


"Aku sudah putus dengan Martin." ucap Tifani.


"Aku tidak tau salah ku di mana, aku tidak tau kurang ku di mana, kenapa semua orang tidak bisa menganggap ku?" ucap Tifani.


Diki melihat Martin.


Dia melepaskan pelukan Tifani. Dia mendekati Martin dan menghajar nya sekali.


"Ini dari Starla! karena kakak sudah membohongi dia." ucap Diki.


Martin memegang bibir nya.


"Buk!! Ini dari Tifani karena kakak sudah mempermainkan nya, menghianati dia." ucap Diki menghajar nya dua kali.


Martin memegang bibir nya yang sangat sakit sekali karena sudah berdarah.


"Sudah Diki, sudah." ucap Tifani menahan Diki.


Martin tidak bisa melawan dia hanya bisa pasrah.


Diki menoleh ke arah Tifani.


"Jangan berharap kepada pria seperti kak Martin. Tidak ada yang bisa di harapkan kepada pria yang tidak bisa bersyukur dan tidak setia." ucap Diki.


Tifani hanya menangis. "Sudah Diki Jangan ribut lagi, ini salah ku karena tidak bisa menjadi seperti apa yang di mau oleh Martin." ucap Tifani.


"Kakak harus mengurus masalah ini." ucap Diki dan masuk ke dalam karena dia juga sangat kecewa sekali. Starla jadi marah kepada nya karena Martin.


Martin melihat Tifani pergi. Dia tinggal sendiri di Ruang tamu.


Tifani masuk ke dalam mobil nya mengendarai mobil nya sendiri sambil menangis.


Dia tidak kembali ke kota nya, dia mencari penginapan untuk istirahat terlebih dahulu.


Dia duduk di balkon kamar nya sambil merenungi nasibnya.


Tifani sangat mencintai Martin. Dia sangat tulus sehingga terasa sakit yang sangat dalam sekarang.


"Semua nya sudah seperti ini, aku harus bisa ikhlas, aku harus bisa menerima semua nya." batin Tifani.


Tiga hari berlalu Martin sama sekali tidak melihat Starla. Begitu juga dengan Diki.

__ADS_1


"Diki!" panggil Martin yang menunggu kepulangan Diki di ruang tamu.


Diki yang baru saja pulang dari kampus tidak sadar kalau kakak nya sudah di rumah.


"Kamu tau kan di mana Starla, sekarang kasih tau di mana Starla." ucap Martin.


"Aku tidak tau." ucap Diki. "Jangan berbohong! Kamu sengaja kan menyembunyikan Starla agar tidak bertemu dengan ku." ucap Martin.


"Jangan berbicara sembarangan! aku tidak pernah berniat seperti itu walaupun aku sangat mencintai Starla." ucap Diki.


"Kamu tidak bisa mendapatkan Starla. Dia adalah milik kakak." ucap Martin.


Diki tersenyum mendengar kata-kata Martin.


"Kita lihat saja." ucap Diki langsung pergi.


Martin mau marah namun tiba-tiba handphone Martin berdering.


"Orang tua Tifani? Kenapa dia menelpon ku?" ucap Martin. Dia langsung berfikir yang tidak-tidak. Dia jadi khawatir kalau Tifani sudah mengadukan kepada orang tua nya.


Dia memilih tidak menjawab nya namun tidak beberapa lama pesan masuk.


"Kamu bisa datang ke rumah sakit ini nak Martin? Tifani kecelakaan tadi siang."


Membaca pesan itu membuat Martin kaget, dia seperti tidak menyangka kalau Tifani kecelakaan.


Dia langsung menelpon Orang tua Tifani dan ternyata benar kalau Tifani sekarang lagi di rawat di rumah sakit.


Butuh waktu tiga jam dari rumah nya, dia langsung menuju ke rumah sakit itu malam itu juga.


"Bagaimana keadaan Tifani Tante?" tanya Martin.


"Keadaan nya masih belum tau, dari siang tadi dia masih Koma." ucap Mamah nya Tifani.


"Kenapa kamu membiarkan Tifani menyetir sendirian ke. sini nak? Ngapain dia ke daerah sini?" tanya orang tua Tifani.


Martin tidak tau lebih jelasnya, namun dia tau kalau Tifani pasti menghilang kan rasa sedih nya.


Dia sangat merasa bersalah karena ini semua pasti karena dia.


Tidak bisa mengatakan apapun dia hanya bisa diam, menyesali semua nya dan sangat khawatir dengan keadaan Tifani.


"Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana kalau Tifani tidak selamat?" batin Martin.


Tidak beberapa lama dokter keluar.


Semua nya menanyakan keadaan Tifani.


Dan ternyata Tifani kehilangan banyak darah. Dokter membutuhkan Donor darah yang Cocok dengan golongan darah Tifani.


Martin dengan Tifani satu golongan darah. Martin langsung mengajukan diri untuk mendonorkan darah nya.

__ADS_1


Di tempat lain Starla baru saja masuk ke dalam rumah.


Starla sudah tiga hari di rumah neneknya yang di kampung.


"Starla... Mau sampai kapan kamu libur seperti ini?" tanya Nenek nya.


"Loh Nenek belum Tidur?" tanya Starla.


"Sini duduk sama nenek."


Starla duduk di samping Nenek nya.


"Ada masalah yah? Kenapa tidak cerita sama nenek? Kamu terlihat sangat sedih sekali." ucap Nenek nya.


"Enggak kok nek, aku hanya memikirkan sesuatu saja." ucap Starla.


"Tentang pacar kamu?" tanya Nenek nya. Starla diam. Neneknya mengelus kepala Starla.


"Ternyata cucu nenek sudah besar yah, dulu kamu masih sangat kecil tinggal sama nenek. Sekarang kamu sudah galau karena cinta." ucap Nenek nya.


"Aku sangat kecewa Nek." ucap Starla.


"Kecewa karena apa?" tanya Starla.


"Kecewa karena pacar ku membohongi aku. dia mejadikan aku selingkuhan nya nek." ucap Starla.


"Yakin hanya karena itu saja?" tanya Nenek nya. Starla mengangguk.


"Yang Nenek lihat bukan karena itu saja." ucap nenek nya, Starla terdiam dia tidak tau apa maksud Nenek nya.


"Dia pacar pertama ku Nek, aku merasa dia sangat tega kepada ku." ucap Starla.


Nenek nya tersenyum. "Apa kamu yakin sangat mencintai pria tersebut?" tanya nenek nya.


"Iyah Nek aku sangat mencintai nya, kalau tidak aku tidak mungkin di sini." ucap Starla.


"Kamu hanya kecewa saja Starla. Kamu hanya merasa kecewa bukan patah hati." ucap Nenek nya seperti tau apa yang di rasakan oleh Starla.


"maksudnya Nek?" tanya Starla.


"Kamu tidak mencintai pria itu dengan tulus, kamu sudah mencintai pria lain dari pada pacar yang sudah membohongi kamu itu." ucap nenek nya.


"Aku tidak mengerti apa maksud Nenek." ucap Starla.


Neneknya tersenyum.


"Kembali lah ke kota, kamu akan mengerti apa yang Nenek maksud." ucap Nenek nya.


"aku belum ingin pulang nek, aku tidak ingin bertemu dengan seseorang." ucap Starla.


"apakah itu mantan pacar kamu?" tanya nenek nya. Starla menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


"Pria yang juga ikut berbohong kepada ku nek, dia sudah tau kalau aku hanya selingkuhan namun dia tidak mengatakan nya dari awal." ucap Starla.


"Bisa jadi saja dia tidak memberi tau kamu karena ingin melihat kamu bahagia." ucap Nenek nya.


__ADS_2