Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 117


__ADS_3

Starla tersenyum. "Aku pulang lambat hari ini karena dari perpustakaan."


"Kamu selalu saja lupa waktu kalau sudah membaca buku." ucap Diki.. Starla tersenyum.


"Humm kalau begitu ayo masuk." ucap Starla menarik tangan Diki..Diki tersenyum dia mengikuti Starla yang jauh lebih bersemangat dari diri nya.


Beragam permainan, makanan mereka beli. Semua nya di bayar oleh Diki. Semua permintaan Starla tidak di tolak oleh Diki.


Kedua nya bersenang-senang dan siapa pun yang melihat nya pasti sangat cemburu.


"Kak Diki kan? Kak Diki yang jualan di depan?" ucap perempuan menyusul Diki yang sedang menunggu Starla bermain game.


"Iyah." jawab Diki.


"Gak jualan lagi yah kak?"


Diki menggeleng kan kepala nya.


Starla melihat Diki sangat akrab berbicara dengan perempuan itu membuat dia cemburu.


Starla pergi ke tempat lain ke arah lain. Diki melihat Starla pergi dia langsung mengikuti Starla.


"Starla... Tunggu Dulu." ucap Diki mengikuti Starla.


Starla diam saja dia fokus memainkan permainan nya.


"Kamu marah yah aku berbicara dengan perempuan tadi?"


"Tidak! Ngapain aku harus marah?" ucap Starla. Diki menghela nafas panjang.


"Lalu kenapa kamu meninggalkan aku? Aku minta maaf kalau itu membuat kamu marah." ucap Diki.


"Sudah lah jangan membahas itu, aku tidak mau membahas tentang yang tidak penting, sekarang main kan ini, aku mau memiliki boneka itu." ucap Starla.


"Baiklah, aku akan mendapatkan nya untuk kamu." ucap Diki.


Beberapa kali Gagal tidak membuat Diki menyerah dia terus mencoba nya sampai dapat. " aku tidak boleh menyerah. Aku akan mendapatkan nya untuk kamu." ucap Diki.


Starla menunggu Sampai bisa, dia juga sangat ingin memiliki boneka itu. Dan perjuangan Diki tidak sia-sia akhirnya dia mendapatkan nya.


Starla sangat senang dia mengambil boneka itu.


"Terimakasih." ucap Starla. Dia berpindah ke permainan selanjutnya. Dia tidak akan pulang sebelum permainan Di coba semua.


Diki sudah sangat lelah mengikuti Starla. Mereka juga naik wahana yang membuat Diki kecapean. Ketakutan dan juga pusing.


Starla melihat Diki mual-mual. "Cemen banget sih, kamu yang ngajakin aku ke sini namun kamu yang mual-mual seperti anak perempuan saja." ucap Starla.

__ADS_1


Diki menghela nafas panjang. "Aku mau istirahat di sini, kamu main saja." ucap Diki.


"Ya udah." ucap Starla dia mulai bergabung dengan yang lain lagi meninggal kan Diki.


Pasar malam sudah mau tutup Starla sudah sangat kelelahan mereka keluar dari sana.


"Nih minum dulu, kamu pasti kelelahan kan?" ucap Diki. Starla mengangguk sambil tersenyum.


"Walaupun lelah tapi aku sangat senang, aku tidak pernah bermain di pasar malam bebas seperti ini." ucap Starla.


"Itu tandanya ini yang pertama kali?" tanya Diki. Starla mengangguk. Diki tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu kita makan dulu sebelum pulang." ucap Diki.


"Sebaiknya kita langsung pulang." ucap Starla.


"Kenapa?" tanya Diki. "Aku tidak lapar."


"Tidak ada penolakan, kamu harus makan dengan ku karena aku sudah membayar waktu kamu untuk ku. Jadi kamu harus mau mengikuti permintaan ku." ucap Diki.


"Baiklah-baiklah kalau begitu." ucap Starla. Mereka makan malam terlebih dahulu dan setelah itu pulang ke rumah. Diki tidak mampir dan langsung pulang.


Keesokan harinya...


"Diki!!!! Bangun!!!" Martin membangun kan adik nya.


"Diki bangun!!!" Martin membangun kan Diki Dengan nada yang sangat keras sekali.


"Ada apa sih kak? kenapa kakak datang membuat keributan pagi-pagi?" tanya Diki.


"Apa kamu lupa hari ini kita ada janji." ucap Martin.


"Aku sangat lelah kak, kepala ku sangat pusing, nanti sore aku harus ke Cafe jadi aku mau istirahat Jangan ganggu aku." ucap Diki.


"Huff kamu jangan pura-pura lupa Diki! Hari ini kita berjanji akan berjiarah ke makam orang tua Starla.


Diki ngelag sebentar dan setelah itu dia ingin lagi. "Oh iya aku Lupa, aku minta maaf." ucap Diki.


"Ayo buruan siap-siap. Kenapa kamu pusing? Jangan bilang kalau tadi malam kamu Minum-minum?" ucap Martin.


Diki Tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Tidak kak, aku semalaman bermain wahana dengan Starla." ucap Diki.


Martin menghela nafas panjang. "Jangan buang-buang waktu lagi, segera mandi agar kita langsung berangkat." ucap Martin.


Diki mengangguk. Satu jam berlalu akhirnya Diki selesai mereka berangkat menggunakan mobil Diki.

__ADS_1


"Kenapa kakak melihat ku seperti itu?" tanya Diki.


Martin tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Ini adalah pertama kalinya kamu menjadi supir kakak." ucap Martin. Diki terdiam sejenak dia mengingat lagi memang tidak pernah mereka satu mobil.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai.


"Loh kok ke makam Mamah sama papah?" tanya Martin. Diki tidak menjawab.


"Kamu ngomong dong kalau kita duluan ke sini. Kakak akan membawa bunga lebih banyak." ucap Martin.


Mereka masuk ke dalam.


"Ini adalah makam almarhum Ayah Starla." ucap Diki menunjuk kuburan yang di samping Papah mereka.


"Ini?" ucap Martin kaget.


Diki mengangguk. Martin membaca nama nya dan benar saja.


"Kenapa kakak baru menyadari itu? Padahal kakak berjiarah ke sini tidak memerhatikan nama nya." ucap Martin.


Mereka duduk membaca ayat kursi dan berdoa.


"Pak Faisal pasti bapak Sangat marah kepada ku. Aku minta maaf kepada bapak. Aku benar-benar minta maaf atas semua kesalahanku."


"Aku juga minta maaf baru tau kalau ini makam bapak." ucap Martin.


"Aku meminta maaf kepada bapak dan juga Ibu. Aku akan berjanji kalau aku akan menjaga Bu Irma dan Juga Starla seperti bapak dulu menjaga mereka."


Bu Irma dan Starla juga ternyata datang berjiarah. Mereka kaget melihat Martin dan Diki di sana.


Martin dan Diki menyadari kedatangan Bu Irma dan Starla. Mereka langsung berdiri karena takut di marahin oleh Bu Irma.


"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Bu Irma.


"Kami minta maaf Bu, kamu hanya datang berdoa." ucap Martin.


Wajah mereka sudah sangat tegang.


"Kemarilah lanjutkan berdoa." ucap Bu Irma. Starla, Diki dan Martin kaget.. Namun mereka juga sangat senang.


Akhirnya mereka berdoa ramai-ramai dan bergantian ke makan orang tua mereka.


"Pak Andre.. Bu Nindi.. Apa kalian tau anak kalian di sini sangat nakal sekali. Saya mendengar mereka sering sekali ribut dan juga sekarang mereka sudah tinggal berpisah. Tapi Kalian tidak perlu khawatir karena mereka sudah dewasa, mereka sudah bertanggung jawab dengan semua kesalahan mereka." ucap Bu Irma.


"Mamah.. Papah Yang tenang yah di sana, aku minta maaf atas semua kesalahanku. Kalau bukan karena aku mungkin mamah sama papah masih ada." ucap Martin.

__ADS_1


"Sudah-sudah jangan berbicara seperti itu." ucap Bu Irma memeluk Martin.


Diki dan Starla saling tatap dan tersenyum bahagia.


__ADS_2