Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 13


__ADS_3

"Hufff." Martin sangat kesal.


Di dalam kamar Diki baru saja selesai mandi dia duduk di karpet bersandar ke kasur sambil membuka handphone nya.


Dia melihat Story Starla di IG. Dia membuat stiker tersenyum.


"Tidak biasanya dia membuat Story seperti ini." batin Diki.


"Apa kamu sudah pulang dari rumah sakit?" tanya Diki. Namun Tiba-tiba menarik nya lagi.


"Kenapa aku menanyakan itu? Aku tidak perduli, bodo amat." ucap nya langsung mematikan handphone.


Starla yang sedang membaca buku di kasur mendengar handphone nya bunyi dia memeriksa nya, namun sudah tidak sempat melihat apa isi nya sudah di hapus oleh Diki.


"Ada apa dengan nya? dia mengirimkan pesan namun menghapus nya." ucap Starla.


Keesokan harinya Starla sudah bisa ke sekolah.


"Kamu yakin sudah bisa ke sekolah?" tanya Ibu nya.


"Aku sudah sehat, ibu tidak perlu khawatir yah." ucap Starla.


Bu Irma tersenyum. "Ya udah kalau begitu ini makan siang kamu, obat kamu juga sudah di dalam yah nak." ucap Bu Irma.


"Makasih Bu." ucap Starla.


"Tin!! Tin!! Tin!! klakson mobil di depan rumah.


"Itu seperti nya kak Martin, aku berangkat dulu yah Bu." ucap Starla.


Bu Irma tersenyum. "Hati-hati nak."


"Iyah Bu, Assalamualaikum."


"Walaikumsalam."


Setelah keluar dari rumah Starla melihat Diki di samping mobil nya.


"Ngapain kamu ke sini?" tanya Starla.


"Mau berangkat ke sekolah kan? Langsung naik jangan banyak tanya!" ucap Diki.


"Kamu pasti di suruh oleh kak Martin kan? Hal mustahil kamu datang menjemput perempuan yang kamu gak suka." ucap Starla.


"Kamu mau naik atau tidak?" ucap Diki.


"Huff sebenarnya aku tidak ingin naik, namun karena ini dari kak Martin aku tidak mungkin menolaknya." ucap Starla langsung masuk ke bagian belakang.


"Kenapa kamu duduk di belakang? aku bukan supir kamu, pindah ke depan!" ucap Diki.


Starla menggeleng kan kepala nya. "Kalau aku di depan aku tidak akan nyaman, kamu tidak akan berhenti marah-marah dan menatap ku dengan tajam." ucap Starla.


Diki menghela nafas panjang akhirnya dia menjalankan mobil.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan kamu?" tanya Diki.


"Kamu nanya aku?" tanya Starla. "Enggak! aku nanya kuntilanak yang di luar." ucap Diki.


"Ini masih pagi mana mungkin ada kuntilanak." ucap Starla. Diki diam.


Mereka diam sampai ke sekolah.


Mobil sudah terparkir.


"Oh iya kak Martin kemana? Kok dia minta kamu yang jemput aku?" tanya Starla.


"Kak Martin membuat laporan." ucap Diki.


"Oohh, kalau begitu makasih yah. Nih untuk kamu." ucap Starla meletakkan kotak kue kecil dan keluar.


Diki mengambil nya. Melihat kue kotak kecil yang di buat stiker tersenyum di atas nya.


Tiba-tiba dia mengingat waktu kelas satu SMA dulu, Starla pernah membawa banyak kue kecil seperti itu untuk di jual di sekolah namun dia dan teman-temannya mengambil semua kue itu dan memakan nya sampai habis.


Starla tidak bisa melawan dia hanya bisa menangis diam-diam di belakang sekolah Tampa ada yang tau.


Beberapa kali Starla membawa ke sekolah namun tetap saja sial, dia tidak pernah membawa uang ke rumah.


Diki juga dengar kalau yang membuat kue itu dia sendiri.


Diki tidak jarang juga mengolok-olok kue itu karena bentukan nya kekanakan sekali.


"Kamu jahat banget sih! kenapa kamu gak jemput aku? Kamu malah jemput perempuan cupu itu!" ucap Laura.


"Sayang Maafin aku, tapi Starla baru saja pulang dari rumah sakit, aku yang membuat dia sakit jadi aku harus bertanggung jawab." ucap Diki.


"Kamu kenapa sih? Kok tiba-tiba jadi baik gitu sama dia? biasanya kak Martin yang jemput dia." ucap Laura.


"rumah ku dengan rumah nya tidak terlalu jauh, Lagian rumah kamu gak jauh dari sekolah." ucap Diki.


"Huff."


"Ini kue dari mana? Kelihatan nya enak, aku mau yah sayang." ucap Laura langsung mengambil nya dan langsung menggigit nya.


"Jangan." ucap Diki berteriak.


"Loh kenapa? Bukan nya ini untuk aku?" ucap Laura.


"Ya udah deh kamu makan saja." ucap Diki dia langsung keluar dari mobil.


Laura mengejar nya keluar.


"Ya ampun sayang karena kue saja kamu marah, aku minta maaf deh, nanti aku ganti yang banyak khusus untuk kamu." ucap Laura.


"Tidak perlu." ucap Diki.


Di kelas Starla duduk di kursi nya.

__ADS_1


"Starla... Akhirnya kamu masuk sekolah juga, aku sangat merindukan kamu, bagaimana keadaan kamu? Sudah sembuh? apa masih ada yang sakit?" tanya Hima.


"Kamu seperti ini karena Diki, sebenarnya dia harus di hukum, namun karena dia Adik kak Martin dia bebas dari hukuman." ucap Hima.


Kebetulan Diki dan kekasih nya masuk.


"Sudah tidak apa-apa, lagian kak Martin merawat ku di rumah sakit, aku sangat senang." ucap Starla.


Hima menghela nafas panjang. "Untung saja kak Martin memiliki hati yang baik, sangat perduli kepada adik kelas nya." ucap Hima.


"Sudah-sudah jangan di bahas lagi." ucap Starla.


Jam pertama sudah selesai. Starla mencari Martin.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" Tanya temen Martin.


"Maaf kak, aku mau mencari kak Martin." ucap Starla.


"Hari ini Martin tidak datang." ucap teman nya.


"Loh bukannya dia membuat laporan?" tanya Starla.


Mereka semua langsung pergi. Diki lewat dari sana.


"Diki! Kamu bilang kak Martin membuat laporan kenapa dia tidak ada di kelas nya?" tanya Starla.


"Aku tidak tau." ucap Diki langsung pergi.


"Diki aku belum selesai ngomong! Kenapa kamu malah pergi?" ucap Starla mengejar Diki tidak sengaja dia keinjak tali sepatu yang tidak terikat sehingga hampir jatuh.


Untung saja Diki tidak jauh dia langsung bisa menahan Starla.


Starla di tangkap oleh Diki. mereka saling bertatapan.


"Huff wajah Diki mirip banget sama kak Martin. Tapi kalau di lihat-lihat lebih Tampan Diki." batin Starla.


"Sayang....." Tiba-tiba Laura datang. Diki dengan cepat melepaskan tangan nya dari pinggang Starla.


"Auhh!!!" Starla menjerit kesakitan.


"Sayang kok kamu di sini?" tanya Diki.


"Aku nyariin kamu dari tadi, kamu dari mana aja?" tanya Laura.


Diki langsung menarik tangan Laura langsung pergi.


"Aahhh sakit sekali pinggang ku." Starla langsung berdiri dia memegang pinggang nya.


"Huff benar-benar keterlaluan, sangat jahat sekali mereka." ucap Starla.


"Huff kemana aku harus mencari kak Martin?" ucap Starla dia melihat Bingkisan yang di bawa nya tadi sudah tidak ada.


"Loh kemana kue untuk kak Martin tadi? Kok tiba-tiba hilang?" ucap Starla mencari ke sekitar namun tidak ada.

__ADS_1


__ADS_2