Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 28


__ADS_3

"Bagus deh kalau begitu, aku bisa belajar dengan tenang." ucap Starla.


"Apa kamu tidak merasa aneh dengan Diki?" tanya Hima.


"Maksud nya?" tanya Starla.


"Aku rasa dia seperti nya menyesal sekali telah membuly kamu bertahun-tahun." ucap Hima.


"Sudah biarkan saja, aku tidak perduli dan aku juga tidak mau tau tentang itu." ucap Starla.


"Huff kamu yah benar-benar." ucap Hima.


"Lanjut saja kamu makan." ucap Starla.


Mereka menyudahi makan nya dan kembali ke kelas.


"Sayang kenapa sih wajah kamu? kamu dari tadi gak jawab kenapa bisa seperti ini? kamu berantem sama orang lain?" tanya Laura sangat khawatir.


Karena sudah di dalam kelas Starla melihat Laura sangat perhatian kepada Diki.


"Huff sial kenapa sih Diki sering mengabaikan Laura? Padahal Laura sangat perhatian kepada dia." ucap Starla dalam hati.


"Apa yang sedang kamu pikir kan?" tanya Hima kepada Starla.


"Tidak ada kok." ucap Starla. Hima melihat ke arah Diki dan Laura.


"Kamu cemburu yah melihat keromantisan mereka berdua?" tanya Hima.


"Husss kamu ngomong apaan sih?" ucap Starla. "Aku hanya bercanda saja karena aku tau mana mungkin kamu menyukai Pria seperti Diki." ucap Hima.


"Mungkin kalau tidak tampan dan kaya Laura tidak akan mau kepada Diki." ucap Hima.


"Sudah jangan membahas itu lagi." ucap Starla.


"Sampai sekarang kak Martin belum juga menghubungi aku?" ucap Starla sambil melihat layar handphone nya tidak ada notifikasi dari Martin.


"Mungkin dia sedang sibuk, kamu jangan kefikiran seperti itu. Tidak mungkin kak Martin bersama perempuan lain." ucap Hima.


Starla mengangguk.


Waktu nya untuk pulang kuliah.


"Starla aku seperti nya gak bisa nemenin kamu ke perpustakaan deh, aku mau langsung pulang." ucap Hima.


"Oohh ya udah gak apa-apa kok." ucap Starla. "Makasih yah traktiran nya." ucap Starla karena Hima membelikan dia minum siang tadi.


"Santai sana."


Hima pun pergi Starla ke perpustakaan sekolah karena dia mau mencari buku yang dia butuhkan.


Sampai di sana dia melihat Diki yang sedang tidur.


"Ya ampun ini tempat untuk Baca buku bukan untuk tidur." batin Starla.


"Aku gangguin ah " ucap Starla dia mendekati Diki pelan-pelan agar dia tidak bangun.


"Apa yang mau kamu lakukan?" ucap Diki membuat Starla kaget dan terjatuh di atas Diki.. Untung saja tangan nya langsung menahan Agar tidak mengenai wajah Diki.

__ADS_1


Diki membuka mata nya. Sekarang wajah nya dengan wajah Starla sudah sangat dekat.


"Deg!! Deg!! Deg!! Jantung Starla berdetak sangat cepat sekali. Dia menatap wajah Diki yang juga menatap mata nya.


"Ekhem-ekhem.." tiba-tiba satu Mahasiswa datang dan melihat mereka.


Starla langsung duduk dengan benar. Diki masih berbaring.


"Kamu sengaja yah membuat aku terkejut?" tanya Starla. Diki menggeleng kan kepala nya.


"Saya tidak sengaja melakukan itu." ucap Diki.


Starla menatap kesal.


"Kamu kenapa tidur di sini? Lagian ini tempat untuk membaca buku bukan tempat tidur." ucap Starla.


"Saya sedang membaca buku namun ketiduran." ucap Diki. "Mana buku yang kamu baca? Kamu berbohong." ucap Starla.


"Ada tadi di sini." ucap Diki. Starla menghela nafas panjang.


"Kamu tidak tidur semalaman yah?" tanya Starla.


"Humm sudah ku duga sih itu."


"Oh iya apa kamu bertemu dengan kak Martin hari ini? hari ini aku tidak melihat nya dan juga dia tidak membalas pesan ku sama sekali." ucap Starla.


"Aku tidak tau." jawab Diki.


Starla menghela nafas panjang.


"Nah ini buku yang sedang aku cari." ucap Starla.


"Oh iya Starla aku boleh belajar gak sama kamu? Aku masih kurang paham dengan pelajaran." ucap Diki.


"Pelajaran mana yang tidak kamu pahami? kamu bisa membaca buku atau bertanya kepada Dosen..Kamu juga bisa membayar guru privat." ucap Starla.


"kamu tidak ingin belajar bersama ku?" tanya Diki.


"Iyah aku tidak mau, karena kita tidak akan jadi belajar, kita hanya akan berantem terus menerus." ucap Starla.


"Saya benar-benar Ingin belajar dengan kamu karena sebentar lagi kita ujian." ucap Diki.


Starla menghela nafas panjang. "Aku akan membayar kamu." ucap Diki.


"Kamu seriusan?" tanya Starla..Diki mengangguk.


"Baik lah kalau begitu, aku akan meminta bayaran nya perjam." ucap Starla.


"Baiklah terserah kamu saja." ucap Diki.


"Kapan mulai belajar nya?" tanya Diki.


"Besok saja, hari ini aku mau ke kantor kak Martin." ucap Starla.


"Aku akan mengantar kamu." ucap Diki.


"Tidak perlu." ucap Starla langsung menolak nya.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Diki.


"Aku tidak ingin orang lain berfikir aneh-aneh karena kita terlalu dekat." ucap Starla.


"Aku pergi dulu yah byeee...." Starla langsung pergi..Diki juga beranjak dari duduknya.


"Seperti nya aku juga harus pulang." ucap Diki..


"Sstt auhh!!" Dia menjerit karena tidak sengaja menginjak sesuatu.


Dan ternyata itu adalah pita rambut Starla.


"Huff ini pasti milik Starla lagi." ucap Diki.


Dia mengambil nya dan memasukkan ke dalam tas nya.


Starla baru saja sampai di perusahaan Martin.


"Mbak Starla mencari pak Martin yah?" tanya karyawan perempuan yang menyambut Starla.


"Iyah mbak " jawab Starla.


"Sayang sekali mbak, pak Martin baru saja Pergi keluar." ucap karyawan itu.


"oohh gitu yah mbak, Ya udah deh kalau begitu saya pulang dulu yah." ucap Starla.


"Huff kenapa aku merasa kak Martin sengaja mendiam kan aku yah? Padahal kan aku hanya ingin tau kabar nya." ucap Starla.


Dia kembali ke rumah nya. Namun dia heran kenapa semua orang pada ngantri menunggu makanan mereka.


"Loh kenapa semua nya pada berdiri?" tanya Starla pada pelanggan.


"Ini loh dari tadi kami menunggu pesanan kami, namun kenapa sampai sekarang belum ada juga? Kamu sudah sangat lapar." ucap para pelanggan.


"Tunggu sebentar yah mbak, semua nya." Starla langsung ke dapur dia syok melihat ibunya duduk di lantai.


"Ibu apa yang terjadi?" tanya Starla.


"kaki ibu tiba-tiba sakit nak, ibu juga tidak tau kenapa." ucap Bu Irma.


"Ya Allah Bu kenapa ibu tidak menelpon aku? Ya udah kalau begitu ibu duduk di sini dulu, aku akan melayani pembeli yang sudah marah-marah dulu."


Starla melayani mereka semua Tampa henti agar tidak ada yang ribut-ribut.


Setelah selesai dia mengoleskan minyak ke kaki ibu nya.


"Ibu istirahat saja yah di kamar, aku akan melanjutkan nya." ucap Starla.


"Kamu yakin nak?" tanya ibu nya.


"Iyah Bu." ucap Starla.


Dia membantu ibu nya ke kamar.


Setelah selesai mengurus ibu nya dia kembali ke warung untuk melayani pembeli dan melayani yang mau membayar.


"Huff ternyata pekerjaan ibu sehari-hari seperti ini? pantesan saja ibu sampai sakit seperti itu." ucap Starla.

__ADS_1


__ADS_2