
"Saya mau kamu pulang sekarang." ucap Martin.
"Tapi aku belum selesai makan kak." ucap Starla.
"Saya mau kamu pulang, saya akan menjemput kamu." ucap Martin.
"Tidak perlu kak, aku ke sini bareng teman-teman ku." ucap Starla.
"Kalau begitu kamu harus cepat pulang." ucap Martin.
"Iyah deh kak, ya udah kalau begitu aku masuk lanjut makan setelah itu langsung pulang." ucap Starla.
Dia masuk ke dalam.
"Siapa yang nelpon?" tanya Diki..
"Kak Martin, dia meminta ku pulang." ucap Starla.
"Kak Martin ternyata sangat posesif yah, aku sangat suka dengan pria yang posesif." ucap Hima.
Setelah selesai makan mereka pulang ke rumah masing-masing.
Sementara Starla Dengan Diki masih pulang bersama.
"Kita gak baik angkot lagi?" tanya Diki. Starla tersenyum melihat wajah lugu Diki yang seperti nya ketakutan namun tidak bisa berbuat apa-apa.
"Kali ini kamu berhasil Lolos karena di malam hari angkot sudah tidak ada lagi di sekitar sini. Kita akan pulang naik taksi saja." ucap Starla.
Diki menghela nafas panjang.
"Aku tidak ingin melihat tuan muda Diki muntah-muntah lagi." ucap Starla.
"Kamu tidak perlu membahas itu di sini." ucap Diki. Starla tersenyum.
"Ya udah buruan pulang, sebelum kak Martin marah-marah." ucap Starla.
"Kamu dengan kak Martin ada hubungan apa?" tanya Diki. Starla tidak mendengar nya karena sudah terlebih dahulu masuk ke dalam mobil.
Sesampainya di rumah Diki langsung di suruh pulang oleh Starla.
Starla ke kamar nya dan bersih-bersih.
Keesokan harinya...
"Kakak sudah di sini?" ucap Starla melihat Martin menunggu nya di depan rumah.
Martin mengangguk. "Kenapa kakak murung? Senyum dong." ucap Starla.
"Kamu kenapa tidak membalas pesan saya tadi malam? saya menunggu nya." ucap Martin.
"Aku tidak melihat nya kak." ucap Starla. Martin menghela nafas panjang. Dia menatap wajah Starla.
"Asal kamu tau, saya sangat posesif sekali terhadap kekasih saya, saya sangat takut kekasih saya di ambil oleh orang lain." ucap Martin.
Starla mengelus pipi Martin Menatap nya cukup lama.
__ADS_1
"Apa yang perlu kakak khawatir kan dari aku? Aku tidak akan selingkuh. Lagian aku hanya keluar dengan teman satu kelas ku." ucap Starla.
Martin menggeleng kan kepala nya. "Saya bisa melihat pria yang duduk di depan kamu tepat di samping Hima." ucap Martin.
Starla tersenyum. "Ya ampun kak, dia itu teman Hima dan aku bisa menebak kalau itu adalah pacar nya, kakak tidak perlu cemburu." ucap Starla.
"Tapi tetap saja saya cemburu. Di kanan kamu ada Diki, dan di depan kamu ada Pria itu." ucap Martin.
"Jangan bilang kakak juga cemburu kepada Diki?" ucap Starla.
Martin menggeleng kan kepala nya. Starla tersenyum dia hanya bisa tersenyum melihat Martin yang sangat mudah cemburu.
"Sebaiknya kita berangkat sekarang sebelum telat." ucap Starla. Martin mengangguk.
"Tidak mau pamitan dulu sama ibu?" tanya Starla.
Martin melihat Bu Irma di depan.
"Pergilah dan hati-hati di jalan." ucap Bu Irma. Starla dan Martin mengangguk.
Mereka pergi meninggalkan kediaman Starla yang sudah ramai pembeli sarapan pagi.
"Akhirnya Starla memiliki seseorang yang menjaga nya, setidaknya aku bisa tenang mempercayai Martin untuk menjaga nya." ucap Bu Irma.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di kampus. "Kak aku langsung ke kelas yah." ucap Starla.
"Hari ini saya tidak ke kantor, saya akan mengantar kan kamu ke Kelas." ucap Martin.
"Kelas kakak di arah sana, kelas ku Arah sini kita berlawanan arah." ucap Starla.
Martin menghela nafas panjang.
"Baiklah kalau begitu, semoga saja kakak tidak mengeluh karena harus mondar-mandir." ucap Starla.
Martin menggeleng kan kepala nya. "Kalau berada di dekat kamu saya tidak akan pernah memiliki masalah." ucap Martin.
"Lalu kalau tidak bersama ku?"
"Semua nya hidup saya tidak ada artinya." ucap Martin.
"Uwekk... Aku ingin muntah mendengar nya." ucap Starla.
Martin tersenyum.
"Ya udah kalau begitu ayo kita turun." ucap Starla.
Mereka berjalan bersama ke kelas Starla.
"Selamat pagi kak." ucap para adik kelas nya.
Martin Menyapa mereka juga.
"Dari dulu sampai sekarang kakak sangat ramah kepada adik kelas, aku sangat suka." ucap Starla. Martin tersenyum.
"Saya ingin mereka juga seperti itu, ramah dan perduli kepada sesama nya." ucap Martin.
__ADS_1
Saat masuk ke kelas tidak sengaja berpapasan dengan Laura.
"Hebat banget sih kamu cewek culun! Setelah kakak yang kamu dekati sekarang Diki yang kamu ambil dari aku." ucap Laura.
"Maksud kamu apa?" tanya Starla.
"Aku sudah putus dengan Diki dan aku tau ini semua pasti karena kamu kan?" ucap Laura.
"Aku bahkan tidak tau apa masalah kalian berdua, aku dengan Diki hanya sekedar berteman." ucap Starla.
"Jangan bohong kamu! Kamu sengaja kan menghancurkan hubungan kami berdua." ucap Laura.
"Apa yang kalian bicarakan! Ini di dalam kelas jangan ribut-ribut." ucap Martin.
"Sebagai senior kakak harus tegas dong, jangan pilih kasih." ucap Laura.
Martin menghela nafas panjang.
"Ini urusan pribadi, mana mungkin saya ikut campur tapi setidaknya kamu harus cari tau dulu apa penyebabnya." ucap Martin.
Starla dengan Diki tidak mungkin memiliki hubungan karena Starla sudah menjadi pacar saya." ucap Martin.
Semua orang yang mendengar itu terkejut termasuk Starla.
Tidak menyangka kalau Martin dengan cepat memberi tau nya.
"Kak!" ucap Starla namun Martin mencoba menghentikan Starla berbicara.
Tidak beberapa lama Diki datang.
"Ada apa ini?"
"Akhirnya kamu datang Diki, kamu jelas kan kepada pacar kamu ini kalau kita tidak ada hubungan apapun." ucap Starla.
Diki menatap wajah Laura.
"Kamu jangan membuat aku malu." ucap Diki menarik tangan Laura keluar dari sana.
"Saya minta maaf harus mengatakan itu agar tidak ada kesalahan pahaman." ucap Martin.
"Tapi kita sudah setuju agar menyembunyikan hubungan ini." ucap Starla.
"Saya tidak ingin Laura mengganggu kamu." ucap Martin.
Starla menghela nafas panjang.
"Aku sedikit kesal, aku merasa tidak nyaman sekarang. Aku yakin semua teman ku Akan berfikir aneh-aneh dan mereka pasti akan menyudutkan ku." ucap Starla.
"Maafin saya."
"Aku mau masuk, kakak sebaiknya kembali ke kelas kakak." ucap Starla. Martin mengangguk.
Starla duduk di kursi nya. "Sudah benar dugaan kita kalau Starla pasti melakukan hal yang curang demi mendapatkan Kak Martin." ucap teman satu kelas nya.
"Kamu benar, mana mungkin orang seperti kak Martin, mahasiswa nomor satu di kampus ini berpacaran dengan junior miskin, dan Culun." ucap Teman nya.
__ADS_1
Starla yang sudah lama tidak mendengar Bulian itu mendengar lagi membuat nya jengkel.