
Starla menggeleng kan kepala nya. "Dia tidak akan setuju, ibu pasti marah." ucap Starla.
"Baiklah terserah kamu saja, yang penting kamu sehat." ucap Diki.
Diki keluar dari kamar itu. Diki dengan bu Irma berbicara cukup banyak sehingga tidak terasa sudah sore. Diki berpamitan pulang.
Sampai di apartemen dia langsung ganti baju mau ke Cafe nya.
Sampai di Cafe dia langsung menyusul Jihan.
"Bagaimana hari ini Jihan?" tanya Diki.
"Seperti yang kakak lihat, sangat ramai." ucap Jihan.
"Baiklah kalau begitu saya akan membantu." ucap Diki.
Diki melayani semua costumer dengan sang baik sehingga mereka sangat betah dan tidak menyesal datang ke sana.
Namun ketika Diki berbicara dengan perempuan lain membuat Jihan sangat cemburu sekali.
Diki tetap akan terus melakukan pekerjaan nya dengan baik.
Waktu nya Cafe tutup seperti biasa.
"Kamu pulang sama siapa?" tanya Diki kepada Jihan.
Jihan melihat ke sekitar nya sudah sangat sepi. Semua teman-teman nya juga sudah pulang.
"Humm seperti biasa aku akan pulang naik Ojek kalau sudah sepi seperti ini." ucap Jihan.
"Kamu gak terburu-buru mau pulang kan?" tanya Diki.
"Ada apa ini? Tumben-tumbenan kak Diki nanyain." batin Jihan. "Enggak kok kak." ucap Jihan.
"Mau cari makan bersama?" tanya Diki.
"Ya ampun aku gak mimpi kan di ajakin cari makan bersama?" batin Jihan.
"Kok kamu diam sih?" tanya Diki. "Boleh kak, tapi aku belum selesai membuat catatan." ucap Jihan.
"Nanti saja itu, apa kamu tidak lapar?" tanya Diki.. Jihan bergegas mengambil jaket, tas, dan handphone nya.
Mereka mencari teman Makan.. Cukup sulit karena sudah banyak yang tutup juga.
Namun ada tempat makan yang tidak jauh dari rumah Jihan.
"Kelihatan nya akhir-akhir ini kakak ada masalah." ucap Jihan basa-basi sambil menunggu makanan datang.
__ADS_1
Diki menggeleng kan kepala nya. "Enggak kok." ucap Diki.
"Nanti kalau pacar kakak tau kita di sini, gak apa-apa?" tanya Jihan. Diki menggeleng kan kepala nya.
"Dia tidak akan memiliki waktu mengurus ku." ucap Diki.
"Kok seperti itu? Bukan nya biasa nya kakak selalu bersama dia?" tanya Jihan. "Jangan bahas tentang itu lah, sebaik nya kita makan." ucap Diki.
"Seperti nya Kak Diki dan pacar nya marahan, ini kesempatan besar buat aku." ucap Jihan dalam hati.
Di Rumah Starla dia tidak bisa tidur sama sekali karena kepala nya sangat sakit.
"Huff kenapa aku sangat susah tidur yah? padahal aku sudah minum obat." batin Starla. Dia keluar dari kamar untuk melihat ibu nya.
Di Cafe Kebetulan sekali Laura dengan teman-teman nya membeli makanan di sana. Tidak sengaja dia melihat Diki dan Jihan.
"Tunggu tunggu. Itu bukan nya Diki yah?" ucap Laura kepada temannya.
"Iyah Laura, itu mantan kamu." ucap teman nya.
"Benar kan dugaan aku kalau Diki itu tidak pernah bisa lama sama seseorang, pasti dia sudah putus dengan cewek cupu itu." ucap Laura.
"Diki benar-benar yah! Dasar playboy." ucap teman nya.
Laura mengambil foto mereka. "Kamu mau ngapain?" tanya teman nya.
"Apa kamu tidak berlebihan?" tanya Teman nya. "Bodoh amat, selama ini dia sudah membuat aku sakit hati. Aku sudah tulus kepada dia namun dia mempermainkan aku." ucap Laura.
Keesokan harinya.. Starla mandi siap-siap ke kampus.
"Starla kamu mau kemana? Kamu belum sembuh total." ucap Ibu nya.
"Aku mau ke kampus Bu, aku tidak boleh libur terlalu lama." ucap Starla.
"Ya ampun nak, hanya satu hari saja tidak akan membuat nilai kamu rusak." ucap Ibu nya.
"Tapi Bu aku harus ke kampus." ucap Starla.. Tidak bisa di larang Ibu nya pun mengijinkan karena Starla terlihat sudah lebih baik.
Sesampainya di kampus dia merasa aneh dengan semua orang. Bergosip tentang dia dan juga Diki.
"Starla." panggil Hima.. Starla langsung menghampiri Hima di depan kampus.
"Ada apa sih dengan orang-orang? Kenapa mereka terlihat sangat aneh menatap ku?" tanya Starla.
"Loh kamu gak tau isu tentang Diki? Sebenarnya aku juga mau menanyakan hal ini kepada kamu." ucap Hima.
"Ada apa? aku belum membuka handphone ku dari kemarin." ucap Starla. Hima menunjuk kan foto yang beredar.
__ADS_1
Starla terdiam melihat foto Diki dengan perempuan yang tidak asing bagi nya.
"Kamu dengan Diki benar-benar putus?" tanya Hima. Diki baru saja datang dia melihat Starla dan Hima.
"Aku bisa jelasin Starla." ucap Diki. Starla menepis tangan Diki, dia langsung pergi. Diki mau mengejar namun Hima menahan Diki.
"Tidak perlu di kejar Diki, biar kan dia Sendiri." ucap Hima. Diki terdiam.
"Hima aku mohon tolong jelaskan kepada Starla kalau itu tidak seperti apa yang dia lihat." ucap Diki.
"Aku kecewa sama Kamu Ki." ucap Hima langsung meninggalkan Diki.
Pulang dari kampus Diki mengejar Starla. "Starla aku mohon percaya sama aku, aku dengan Jihan tidak ada hubungan apapun." ucap Diki.
"Oohh nama perempuan itu Jihan? Aku sudah menduga dari awal kalau kalian dekat." ucap Starla.
Diki menghela nafas panjang. "Starla... percaya sama aku." ucap Diki.
"Apa yang harus aku percaya dari kamu?" tanya Starla balik marah.
"Aku dengan Jihan tidak ada hubungan apapun."
"Kalau tidak ada hubungan kenapa kalian bisa makan malam berdua?" tanya Starla.
"Aku tidak mau membahas ini lagi, apa kata Laura benar kalau kamu tidak pernah lama bertahan dengan perempuan." ucap Starla.
"Starla....."
"Enggak! aku mau kita akhiri hubungan ini. Aku mohon jangan ganggu aku lagi."
"Aku tidak mau! Aku tidak mau putus.. Kamu salah paham.. Ada orang yang sengaja melakukan itu." ucap Diki.
Starla pergi namun di tahan oleh Diki. "Starla aku sangat mencintai kamu, aku mohon jangan tinggalkan aku." ucap Diki.
Dia memaksa Starla masuk ke dalam mobil nya.
"Lepaskan aku!" tiba-tiba Hima datang dia menyelamatkan Starla.
"Kamu jangan macem-macem yah Diki! Ayo Starla kita pergi." ucap Hima membawa Starla ke dalam mobil.
"Hima kamu jangan ikut campur dengan hubungan kami." ucap Diki.
"Aku harus ikut campur karena kamu sudah menyakiti teman ku." ucap Hima.
"kalian salah paham, aku akan membuktikan kalau aku dengan perempuan itu tidak ada hubungan apapun. Dia adalah karyawan di Cafe ku, kebetulan malam itu aku tidak ada teman untuk makan aku sekalian ngajak dia." ucap Diki.
Namun mereka tidak mau mendengar kan nya. Mereka masuk ke dalam mobil meninggalkan Diki yang berusaha menjelaskan.
__ADS_1