Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 35


__ADS_3

"Loh emangnya Diki ke sini?" tanya Starla.


"Enggak, nak Martin kata nya akan pulang hari ini, jadi sekalian saja bawa in." ucap Bu Irma.


"Oohh ya udah deh Bu." Starla langsung mempercepat makan nya.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai. Martin berpamitan untuk pulang ke rumah nya.


sesampainya di rumah dia melihat mobil Diki yang baru saja sampai.


"Dari mana saja kamu?" tanya Martin.


"Bukan urusan kakak."


Martin menghela nafas panjang. "Dari mana kamu Diki?" tanya Martin.


"Yang penting tidak tidur di rumah perempuan lain." ucap Diki. Martin terdiam.


Diki melihat makanan di tangan Martin. "Nih untuk kamu dari Bu Irma." Martin memberikan nya.


Tidak menolak dengan cepat Diki langsung mengambil nya.


Diki langsung masuk ke dalam dan di ikuti oleh Martin.


Martin hari ini harus bertemu dengan Om dan Tante nya di kota mereka. Itu sebabnya dia pulang ke rumah.


"Diki hari ini kakak akan ke rumah Om dan Tante, apa kamu mau ikut?" tanya Martin.


Diki langsung menggeleng kan kepala nya. "Ya udah."


Diki melanjutkan makan nya.


"Ini kesempatan untuk ku bertemu dengan Starla. Aku tidak akan memiliki kesempatan bertemu dengan Starla kalau kak Martin masih ada." ucap Diki.


Dia melihat Martin sudah berangkat dia segera siap-siap dia mandi dan perpakaian rapi terlebih dahulu dan setelah itu berangkat menuju ke rumah Starla.


Sesampainya di rumah Starla Diki melihat sudah banyak pembeli datang.


"Seperti nya Bu Irma sudah sehat, bagus deh kalau begitu." ucap Diki.


"Silahkan Pak, mau pesan apa?" tanya Starla yang membantu mencatat pesanan orang lain.


"Loh Diki, kamu di sini?" ucap Starla kaget melihat Diki datang.


"Huff kamu berpura-pura tidak melihat ku dari tadi." ucap Starla. "Aku memang tidak tau." ucap Starla.


"Kamu ke sini kok gak ngabarin aku sih? Tumben banget, apa ada hal yang sangat penting sehingga kamu datang?" tanya Starla.


"Ada!" ucap Diki.


"Apa? Aku rasa tidak ada Tugas, dan janji ku juga tidak ada." ucap Starla.


"Saya ingin melihat kamu, itu adalah hal terpenting nya." ucap Diki, Starla terdiam dia menatap wajah Diki.


"Aku serius, kamu ngapain ke sini?" tanya Starla.

__ADS_1


"Aku juga serius." ucap Diki.


"Hanya melihat aku saja? Apa kamu tidak ingin menjadi pembeli hari ini?" tanya Starla.


Diki melihat ke sekitar nya.


"Baru buka lagi?" tanya Diki.


"Iyah, ibu beberapa hari sakit, jadi kak Martin mencari kan karyawan baru membantah ibu. Mungkin sebagian orang tidak tau kalau sudah buka akhirnya hari ini sepi deh." ucap Starla.


"Sudah jangan bersedih, kenapa kamu tidak membuat saja di akun sosial media kamu kalau hari ini warung Bu Irma sudah buka?" ucap Diki.


"Oh iya yah aku baru kefikiran." ucap Starla. Dia segera memasang pemberitahuan di Akun nya.


Diki juga membantu mengabarkan di akun media sosial nya.


Dan Satu jam kemudian orang-orang mulai berdatangan. Dia sangat senang sekali.


"Aku tidak melihat Bu Irma dari tadi." ucap Diki.


"Ibu aku suruh istirahat agar tidak terlalu kecapean." ucap Starla.


"Ya udah kalau begitu aku bantu in yah." ucap Diki. Starla menggeleng kan kepala nya.


"Jangan kamu duduk saja di sana, pesan apa yang kamu mau." ucap Starla. Diki menggeleng kan kepala nya.


Akhirnya Starla Percaya kan Diki menjadi kasir dan dia membantu melayani para pembeli.


Starla memerhatikan Diki yang sudah paham bagaimana melayani pembeli.


"Diki sangat ramah kepada mereka semua, dia benar-benar memiliki dua kepribadian yang aneh."


"Ramai kan?" ucap Diki. Starla tersenyum. "Makasih yah atas bantuannya." ucap Starla. Diki tersenyum.


"Kamu tersenyum. Kamu sangat manis kalau tersenyum." ucap Starla. Diki langsung terdiam.


"Ayo senyum lah lagi, aku ingin melihat nya." ucap Starla.


Diki menggeleng kan kepala nya.


"Huff kamu tersenyum kepada semua pelanggan, sementara aku minta kamu tidak mau tersenyum." ucap Starla.


Diki menghela nafas, dia memalingkan pandangannya namun Starla memaksa nya Menatap nya.


"Kalau kamu tidak tersenyum kepada ku, aku akan ngambek." ucap Starla.


"Bodo amat." ucap Diki.


"Apa susah nya sih tersenyum? Padahal kan aku sudah memuji kamu, jarang-jarang loh kamu bertemu orang seperti aku." ucap Starla.


Diki tidak menghiraukan nya dia bersikap bodoh amat.


Tidak beberapa lama akhirnya warung tutup.


"Starla aku pulang dulu yah." ucap Diki.

__ADS_1


"Kok langsung pulang sih? Aku mau ngajakin kamu Nonton sama Hima." ucap Starla.


"Nonton?" ucap Diki.


"Kenapa? Kamu sudah ada janji dengan pacar kamu yah?" tanya Starla.


"Bukan." ucap Diki.


"Bagus deh Kalau begitu, kamu tunggu sebentar aku ganti baju dulu."


Tidak beberapa lama akhirnya selesai. "Tidak perlu naik mobil." ucap Starla.


"Lalu kita naik apa?" tanya Diki.


"Naik Angkot." ucap Starla.


Diki kaget.


"Sesekali kamu harus merasakan yang aku rasakan sesekali." ucap Starla.


"Kamu belum memaafkan saya? Kamu masih mengingat perbuatan saya?" tanya Diki Deng kesal.


"Ih bukan gitu maksud nya." ucap Starla.


"Lalu seperti apa?" Diki mendekati Starla dan mata mereka bertemu.


Jantung Kedua nya berdetak begitu cepat.


"Apa ini? Kenapa aku degdegan seperti ini ketika bertatapan dan dekat dengan Diki?" ucap Starla.


"Kamu harus melupakan itu, kalau kamu mengingat itu akan membuat saya merasa bersalah seumur hidup." ucap Diki menatap wajah Starla.


"Baiklah." ucap Starla. Diki langsung tersenyum. Melihat senyuman Diki membuat Starla langsung ikut tersenyum juga.


"Ya udah kita berangkat." ucap Starla.


"Tidak pamitan dulu?" tanya Diki.


"Tidak perlu, aku sudah bilang kok sama Ibu sebelumnya." ucap Starla.


Diki untuk pertama kalinya naik angkot bersama Starla.


"Kalau di angkot kita akan berdesakan dengan orang lain, tidak boleh protes." ucap Starla. Diki hanya diam saja.


Sepanjang perjalanan Diki menutup mulut nya karena tidak nyaman dengan bau nya.


Starla melihat itu dia hanya bisa senyum-senyum saja.


Tidak beberapa lama turun dari angkot Diki langsung mencari kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya.


Starla tertawa melihat nya. Diki menatap kesal kepada Starla.


"Kamu sengaja mengerjai saya kan?" tanya Diki. Starla menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak tau kalau pria kaya seperti kamu ini mabuk ketika di dalam mobil." ucap Starla.

__ADS_1


"di dalam mobil itu sangat bau, sangat sempit dan panas sekali." ucap Diki.


Starla tersenyum. "Aku sengaja mengajak kamu baik itu agar kamu sadar kalau hidup kamu itu sudah sangat baik, banyak orang di luar sana yang serba kekurangan dan kamu harus banyak bersyukur." ucap Starla.


__ADS_2