
"Saya menyukai kamu. Saya mohon jadi lah pacar saya." ucap Martin. Starla melepaskan tangan nya dari Martin karena mobil sudah datang.
"Aku pulang dulu yah kak, sampai jumpa besok." ucap Starla. Martin melihat Starla pergi.
"Apa yang salah? Kenapa Starla tidak menjawab apapun? apa dia akan marah? apa setelah ini dia akan menjauhi ku?" batin Martin.
Tidak beberapa lama Diki datang.
"Sudah jam berapa ini? Kenapa kamu baru pulang?" tanya Martin. Diki tidak menjawab dia melewati dan pergi langsung ke kamar nya Tampa menyapa keluarga nya di ruang tamu.
"Martin.. Kamu jangan terlalu keras kepada adik kamu." ucap paman nya.
"Aku harus bagaimana lagi mengajari dia paman, aku pusing dengan sifat nya!" ucap Martin.
Tidak beberapa lama Starla sampai di rumah nya.
"Assalamualaikum Bu." sapa Starla menyapa ibu nya yang sedan meracik bumbu untuk jualan besok.
"Walaikumsalam Nak, kamu dari mana? Tumben sudah malam seperti ini baru pulang?" tanya Ibu nya.
"Aku dari rumah kak Martin Bu, aku membantu memasak merayakan hari ulang tahun nya." ucap Starla.
"Oohh ternyata nak Martin ulang tahun?" ucap Bu Irma. Starla mengangguk.
"Sini Bu aku bantuin." ucap Starla.
"Sudah-sudah jangan lagi, kamu istirahat gih, pasti sangat lelah dari Kampus dan juga dari nak Martin." ucap Bu Irma.
"Humm enggak kok Bu." ucap Starla.
"Ibu bilang tidak perlu, ibu hari ini istirahat, jadi ibu bisa bekerja sekarang." ucap Bu Irma.
"Sudah jangan menyentuh itu lagi, sebaiknya kamu mandi setelah itu langsung tidur." udah Bu Irma.
"Ya udah Bu. Aku ke kamar dulu yah." ucap Starla. Bu irma tersenyum.
Di kamar Starla langsung mandi, setelah selesai dia memakai skincare nya. "Humm hari ini cukup menyenangkan, namun kenapa sih aku jadi kefikiran kepada kak Martin." batin Starla.
"Aku tidak menyangka kalau kak Martin menyukai aku, ini semua terasa seperti mimpi." ucap Starla.
Keesokan harinya..
"Martin... Panggil Tante nya.
"Iyah Tante."
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Tante nya. Martin menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
"Dari tadi Tante perhatikan kamu seperti orang kebingungan, khawatir. Kamu tidak berhenti mondar-mandir." ucap Tante nya.
"Ada apa? Kamu lagi ada masalah?" tanya Tante nya.
"Enggak kok Tante, apa semua nya sudah siap? Kita segera berangkat saja ke Makan Mamah dengan Papah." ucap Martin.
"Sampai sekarang Diki belum mau membuka pintu kamar nya." ucap Tante nya.
"Sudah Tante biar kan saja, mungkin dia belum mau." ucap Martin.
"Ya udah Kalau begitu kamu ke mobil duluan yah, Tante mau memanggil yang lain nya juga." ucap Tante nya.
Di dalam mobil Martin membuka handphone nya. "Biasanya Starla mengirimkan aku pesan, sudah dari tadi malam dia tidak mengabari aku." batin Martin.
"Aku sangat khawatir kalau dia benar-benar marah kepada ku, aku tidak tau harus bagaimana kalau dia marah." ucap Martin.
"Aku harus mengirimkan pesan terlebih dahulu." ucap Martin memberanikan diri.
"Selamat pagi Starla, apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Martin.
Namun pesan nya tidak kunjung di balas oleh Starla.
"Hari ini saya akan jiarah bersama keluarga saya ke makam orang tua saya, apa kamu mau ikut?"
Tidak kunjung di jawab.
Keluarga nya masuk ke dalam mobil.
"Ayo kita berangkat." ucap keluarga nya.
Tidak beberapa lama Akhirnya mereka sampai. Setelah berjiarah ramai-ramai Martin tinggal sendiri di sana.
"Mamah.. Papah.. Bagaimana kabar kalian di sana? Aku minta maaf karena belum bisa membawa Diki ke sini bersama ku bertemu dengan kalian." ucap Martin.
"Aku minta maaf karena tidak bisa menjadi kakak yang baik untuk Diki, aku benar-benar bingung harus bagaimana, namun aku akan terus berusaha bersabar menghadapi Diki." ucap Martin.
"Mamah dengan papah tidak perlu khawatir lagi kepada ku, seperti keinginan kalian dulu, aku akan menikah ketika usia ku 28 tahun." batin Martin.
"Aku baru saja menyukai perempuan yang lebih muda dari ku, dia sangat baik, dia polos dan dia juga sangat pintar." ucap Martin.
"Tapi aku takut kalau dia tidak menyukai aku balik Mah." ucap Martin.
Cukup banyak yang di curhat kan oleh Martin karena sangat jarang dia bisa datang berjiarah ke makam orang tua nya yang berjarak tiga jam dari rumah nya.
"Ya udah kalau begitu aku pamit dulu ya Mah, Pah. Aku sangat mencintai kalian." ucap Martin.
Setelah itu dia pun pamit.
__ADS_1
Di malam hari dia baru saja sampai dengan keluarga nya di rumah. Ternyata mereka sudah membuat kejutan di rumah.
Martin sangat senang sekali karena banyak juga teman dari kampus dan juga teman kerja nya.
Diki yang seharian di kamar melihat acara itu berlangsung.
Martin bisa melihat wajah Diki yang terlihat sangat dendam menatap nya.
"Diki ayo turun ke bawah." Tante nya tiba-tiba melihat dia.
Diki menggeleng kan kepala nya.
Namun dia langsung di paksa oleh Tante nya itu.
"Ayo ikut bergabung di sini." ucap adik dari mamah nya itu.
Acara selesai Martin masih cemas karena pesan nya dari tadi belum di baca oleh Starla.
"Ya ampun Starla, kenapa kamu tidak membalas pesan saya? Apa kamu benar-benar marah kepada ku?" batin Martin.
Tidak beberapa lama mereka semua kembali tinggal hanya teman kantor dan teman kampus Martin di sana. Mereka minum-minum bersama.
"Apa yang kamu pikirkan? Kenapa kamu tidak minum Martin? ini adalah hari ulang tahun mu Kenapa kamu tidak minum?" tanya Teman kantor nya.
"Aku ada urusan sebentar, kalian lanjut lah minum." ucap Martin langsung pergi tanpa memperdulikan semua teman nya yang bingung.
"Ada apa dengan Martin?" tanya teman-teman nya.
Semua nya kebingungan.
Diki melihat Martin pergi dengan tergesa-gesa mengeluarkan mobil nya dan pergi sangat cepat.
Diki di balkon kamar nya hanya bisa diam sambil menikmati minuman keras nya.
"Apa kabar Starla hari ini? Kenap tiba-tiba aku teringat dia yah?" ucap Diki.
Di tempat lain Martin baru saja sampai di depan rumah Starla.
Dia melihat warung Bu Irma masih buka dan sangat ramai sekali, mungkin karena hari Minggu jadi semua nya pada datang.
"Ini sudah hampir jam sepuluh kenapa Warung Bu Irma masih buka, dan sangat ramai sekali." batin Martin.
"Permisi Bu..." ucap Martin. Bu Irma melihat ke arah Martin.
"Nak Martin, kenapa bisa di sini malam-malam seperti ini?" tanya Bu Irma kaget.
"Saya datang mau mencari Starla Bu, apa Starla nya ada?" tanya Martin.
__ADS_1