Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 27


__ADS_3

"Sudah jangan menangis, aku minta maaf kalau kata-kata ku membuat kamu sedih, aku hanya ingin kamu berfikir dewasa." ucap Starla.


Diki membalas pelukan Starla yang membuat Starla gantian kaget.


"Ya udah kalau begitu aku pulang dulu yah, sampai jumpa Besok." ucap Starla.


Dia langsung melepaskan pelukannya dari Diki.


"Starla jangan sampai Bu Irma tau tentang ini." ucap Diki.


"Kenapa? Aku akan memberi tau kepada nya agar dia marah kepada kamu." ucap Starla.


"Aku mohon." ucap Diki.


"Baiklah aku tidak akan memberi tau, tapi kamu harus janji agar tidak melakukan hal seperti ini lagi." ucap Starla.


"Kenapa kamu diam?" tanya Starla karena Diki diam.


"Ya udah kalau kamu tidak mau aku akan memberi tau kepada ibu." ancam Starla.


Diki menggeleng kan kepala nya. "Jangan. Saya tidak ingin Bu Irma marah kepada saya." ucap Diki.


"Itu maka nya kamu harus janji kepada ku " ucap Starla.


"Iyah." ucap Diki.


"Iyah apa?" tanya Starla memperjelas lagi.


"Iyah aku janji tidak akan berantem lagi." ucap Diki. "Nah gitu dong." ucap Starla.


"Ya udah aku pergi dulu yah." ucap Starla.


Diki berdiri namun dia kesakitan karena lutut nya.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Starla.


"Tidak apa-apa. Kamu ke sini pakai apa? Kamu pulang pakai apa?" tanya Diki.


"Aku naik Ojek, dan aku pulang juga pakai gojek." ucap Starla.


"Ini sudah Gelap, aku anterin kamu yah." ucap Diki.


Starla menggeleng kan kepala nya. "Sebaiknya kamu mengurus diri kamu dulu, mana mungkin kamu bisa menyetir seperti ini." ucap Starla.


Diki terdiam. "Aku pamit dulu." Starla langsung pergi.


Diki melihat Starla pergi. "Kenapa Starla harus melihat kejadian itu." batin Diki.


Tidak beberapa lama akhirnya Starla sampai di rumah nya.


"Kenapa kamu sangat lama nak? apa kamu tidak bertemu dengan nak Martin?" tanya Ibu nya.


"Ketemu kok bu." ucap Starla. "Loh baju kamu kok berdarah gini sih nak?" tanya Ibu nya melihat baju Starla yang putih terkena darah sedikit karena membantu mengangkat Martin.


"Ini terkena pewarna makanan Kok Bu, aku istirahat dulu yah, aku sudah sangat lelah." Starla.


"Baiklah nak, warung juga sudah tutup." ucap ibu nya. Starla sampai di kamar nya dia baru saja selesai mandi dia mencoba menghubungi Martin namun nomor nya tidak aktif.

__ADS_1


"Sebaiknya aku jangan mengganggu kak Martin dulu." batin Starla.


Namun tiba-tiba handphone nya berbunyi dia langsung melihat nya berharap dari Martin dan ternyata dari Diki.


"Halo Diki."


"Apa kamu sudah sampai?" tanya Diki.


"Hum. Aku sudah sampai kok kamu tidak perlu khawatir." ucap Starla.


"Aku tidak khawatir tentang kamu." ucap Diki langsung. Starla menghela nafas panjang.


"Huff baiklah aku tau kok, aku tidak memberi tau ibu, kamu tenang saja." ucap Starla.


Diki sangat lega. "Ya udah kalau begitu aku tidur dulu yah." ucap Starla.


"Tunggu dulu." ucap Diki. "Kenapa? Apa masih ada yang mau di bicarakan?" tanya Starla.


Diki diam. "Ya sudah kalau begitu kamu tidur lah, saya tidak akan menggangu lagi." ucap Diki.


"Selamat malam, jangan lupa mengoleskan obat ke luka mu agar cepat sembuh." panggilan telepon pun langsung mati.


Diki meletakkan ponsel nya Mengambil handuk dan mandi seperti biasa.


Hanya sedikit perih luka nya terkena air.


Di kamar Martin dia baru saja selesai minum obat nya.


"Sstt.." Dia menyentuh ku luka di wajah dan Bibir nya.


Keesokan harinya..


"Huff seharusnya malam tadi aku dengan Kak Martin serta ibu makan malam bersama." batin Starla sambil melamun memakai bajunya.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai dia langsung keluar dari kamar nya dia menghampiri Ibu nya yang sedang memasak di dapur.


"Bu.." panggil Starla.


"Iyah Nak." jawab ibu nya.


"Aku berangkat dulu yah Bu." ucap Starla.


"Sarapan dulu."


Starla menggeleng kan kepala nya.


"Aku sarapan di kantin saja Bu." ucap Starla.


"Loh kenapa?" tanya Ibu nya.


"Humm aku ada janji sama temen ku sarapan di kantin Bu." ucap Starla.


"Nak Martin yah?" tanya Bu Irma. Starla menggeleng kan kepala nya.


"Bukan Bu." ucap Starla.


"Lalu siapa?" tanya ibu nya.

__ADS_1


"Nanti aku akan memperkenalkan nya kepada Ibu." ucap Starla.


"Cewek apa cowok?" tanya ibu nya.


"Perempuan Bu." ucap Starla. Ibu nya tersenyum.


"Ibu sangat senang deh kamu mulai berteman seperti ini." ucap ibu nya.


Starla tersenyum. "Ya udah deh kalau begitu aku berangkat dulu yah Mah." ucap Starla langsung pergi.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga di kampus.


"Ini sudah jam berapa? kamu telat." ucap Hima kepada Starla.


"Maafin aku." ucap Starla.


"Huff aku sudah sangat lapar menunggu kamu." ucap Hima. Starla tersenyum.


"Ya udah kalau begitu ayo kita ke kantin. Ini adalah pertama kalinya aku sarapan di kantin." ucap Starla.


"Kamu sangat beruntung setiap hari ada yang masakin. Kalau aku tidak bisa merasakan masakan orang tua ku." ucap Hima.


"Justru kamu yang sangat beruntung dari pada aku, kamu masih memiliki orang tua yang lengkap, kamu juga bisa bertemu dan berbicara dengan mereka setiap hari. Sementara aku sama sekali tidak bisa berbicara dengan ayah ku." ucap Starla.


"Humm aku harus banyak bersyukur." ucap Starla.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di kantin.


"Ayo sudah saatnya makan." Saat sedang asik sarapan Hima melihat Diki.


"Loh itu kan Diki? Kenapa dia memar seperti itu?" ucap Hima. Starla melihat ke arah Diki. Diki juga melihat ke arah nya.


"Boleh saya bergabung di sini?" tanya Diki. Hima kaget. "Sayang!" panggil Laura yang ternyata ada di sana.


"Sebaiknya kamu duduk dengan pacar kamu." ucap Starla.


Diki tidak di ijinkan duduk di sana bersama mereka berdua akhirnya dia pindah ke depan pacarnya.


"Diki akhir-akhir ini seperti nya sudah baik sama kamu, dan sekarang ini tidak ada yang membully atau mengganggu kamu lagi." ucap Hima.


"Bagus deh kalau begitu, aku bisa belajar dengan tenang." ucap Starla.


"Apa kamu tidak merasa aneh dengan Diki?" tanya Hima.


"Maksud nya?" tanya Starla.


"Aku rasa dia seperti nya menyesal sekali telah membuly kamu bertahun-tahun." ucap Hima.


"Sudah biarkan saja, aku tidak perduli dan aku juga tidak mau tau tentang itu." ucap Starla.


"Huff kamu yah benar-benar." ucap Hima.


"Lanjut saja kamu makan." ucap Starla.


Mereka menyudahi makan nya dan kembali ke kelas.


"Sayang kenapa sih wajah kamu? kamu dari tadi gak jawab kenapa bisa seperti ini? kamu berantem sama orang lain?" tanya Laura sangat khawatir.

__ADS_1


__ADS_2