Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 56


__ADS_3

"Aku harus ikut campur kak, ini semua kesalahan kakak. Asal kakak tau aku sangat mencintai Starla aku tidak akan membiarkan kakak menyakiti nya." ucap Diki.


Martin kaget mendengar Diki mengatakan itu.


"Sebaiknya kakak mengurus Tifani!" ucap Diki langsung pergi mengejar Starla.


"Starla! Starla." panggil Diki mengejar Starla yang berlari di jalan Raya. Mobil berlalu lalang tidak dia perhatikan. Berjalan sambil menangis.


Diki mengejar nya sampai dapat. "Starla jangan membahayakan diri kamu sendiri Starla." ucap Diki.


"Hiks!! Hiks!! Hiks!! Kenapa Semua orang sangat jahat kepada ku? Kenapa kebahagiaan tidak bertahan lama pada diri ku? Selalu saja aku kecewa, aku selalu tidak beruntung dalam hal apapun." ucap Starla sambil menangis.


Diki menggeleng kan kepala nya. dia langsung memeluk Starla sangat erat.


"Kamu boleh menangis semau mu." ucap Diki menenangkan Starla. Tidak beberapa lama Taksi datang.


Diki Membawa Starla masuk ke dalam.


"Kamu mau membawa aku kemana?" tanya Starla kepada Diki.


"Kamu mau kemana? aku akan membawa kamu kemana saja yang kamu mau." ucap Diki.


"Bawa aku tempat di mana aku tidak mengetahui orang lain." ucap Starla. Diki memikirkan kemana dia harus membawa Starla.


Akhirnya dia membawa Starla ke taman yang tidak jauh dari rumah Starla.


Starla berjalan ke tengah-tengah halaman dan duduk di sana.


"Aku minta maaf tentang itu." ucap Diki.


Starla diam. "Kamu tau kan tentang kak Martin Dengan perempuan itu." ucap Starla.


"Aku minta maaf karena tidak cerita sama kamu sebelum nya, aku benar-benar minta maaf karena aku tidak ingin membuat kamu kecewa." ucap Diki.


"Sudah berapa lama mereka pacaran?" tanya Starla.


"Tujuh tahun lebih." ucap Diki.


"Dan kamu tau kalau mereka pacaran?" tanya Starla lagi.


Diki mengangguk.


"Iyah." ucap Diki.


"Kamu menutupi semua ini dari aku? Dan kamu membiarkan aku seperti orang bodoh mencari selingkuhan kak Martin?" ucap Starla.


Diki Diam. "Kenapa kamu begitu jahat? Kenapa kamu sangat jahat kepada ku?" ucap Starla.


Diki tetap diam.

__ADS_1


"Kalau aku tau dari awal kak Martin sudah memiliki pacar aku tidak akan mau menjadi pacar nya. Aku jadi penghancur hubungan orang lain." ucap Starla.


"Kamu tidak salah Starla, kamu tidak tau apa-apa." ucap Diki.


"Kamu kenapa tidak bilang dari awal kepada ku? Apa kamu sengaja membuat aku seperti ini?" tanya Starla.


Diki menggeleng kan kepala nya. "Kamu dengan kak Martin sama saja, tidak bisa di percaya." ucap Starla langsung meninggalkan Diki.


"Starla! Starla." Diki mengejar nya.


"Biar kan aku sendiri Diki! Jangan mengganggu aku lagi." ucap Starla.


"Aku mohon jangan pernah memunculkan diri di depan ku, jangan pernah datang ke rumah lagi, aku sangat membenci kamu." ucap Starla.


"Aku sudah minta maaf, kenapa kamu harus marah kepada ku." ucap Diki.


"Kamu masih nanya kenapa aku marah? Sebelum nya aku bertanya kepada Kam tentang kak Martin namun kamu tidak mengatakan apapun kan? kamu tidak jujur sama sekali kepada ku!" ucap Starla.


"Apa bedanya kamu dengan kak Martin?" ucap Starla.


"Apa yang harus aku lakukan agar kamu memaafkan aku?" ucap Diki.


"Jangan pernah muncul di hadapan ku, aku tidak mau melihat wajah kamu." ucap Starla.


Dia pun langsung pergi. Tidak beberapa lama Starla sampai di rumah nya. Dia langsung ke kamar nya sehingga orang tua nya tidak sadar kalau dia sudah pulang.


Sementara di rumah Martin duduk di ruang tamu sambil memegang kepala nya. Dia sangat Pusing.


"Siapa perempuan tadi?" tanya Tifani. Martin melihat ke arah Tifani.


"Jawab! siapa perempuan itu?" tanya Tifani.


"Dia Starla. Pacar Baru ku." ucap Martin.


Hati Tifani seketika menjadi sangat hancur sekali.


"Kenapa kamu melakukan ini kepada ku?" tanya Tifani. Martin berdiri.


"Kamu tau kan kalau aku sudah bosan dengan kamu, tidak mungkin kamu tidak tau." ucap Martin.


"Apa yang kamu katakan Martin?" ucap Tifani.


"Aku sudah tidak mencintai kamu lagi, aku sudah bosan dengan kamu." ucap Martin. Air mata Tifani seketika langsung Jatuh.


"Aku sangat mencintai kamu, aku sangat menyanyangi kamu. Aku perduli kepada Diki namun kenapa kamu sangat tega?" tanya Tifani.


"Jangan membuat kepala ku tambah pusing, sekarang Starla sudah marah karena kamu. Dia jadi tau semua nya karena kamu." ucap Martin.


"Aku mohon berhenti Martin, aku mohon hentikan. Kamu sama sekali tidak bisa menghargai aku." ucap Tifani.

__ADS_1


Martin terdiam. "Aku melakukan semua nya demi kamu Martin. Aku baru berpisah dengan kamu beberapa bulan namun kamu sudah mendapatkan yang baru." ucap Tifani.


"Aku tidak habis pikir dengan ini, kalau kamu mau nya kita berpisah aku akan melakukan nya." ucap Tifani.


Martin kaget mendengar Tifani.


"Aku bertahan dengan kamu karena menghargai almarhum orang tua kamu, namun sekarang aku sudah tau kalau kehadiran ku tidak di inginkan." ucap Tifani.


"Terimakasih Selama tujuh tahun ini, aku minta maaf tidak bisa menjadi seperti apa yang kamu inginkan." ucap Tifani.


Dia meninggal kan ruang tamu dan mengumpulkan semua pakaian nya.


"Apa yang sudah aku lakukan? Apa yang terjadi kepada ku? Kenapa aku begitu bodoh sekali." ucap Martin kepada diri nya sendiri.


Dia mengejar Tifani ke kamar nya. Namun dia mendengar isakan tangisan Tifani yang membuat nya terpukul sekali.


Dia mengingat semua kebaikan Tifani. Perjuangan Tifani dan juga perbuatan jahatnya kepada Tifani.


Tidak beberapa lama Tifani keluar membawa koper nya.


"Tifani. Tifani.." Martin menahan nya.


Tifani berhenti dia melihat Martin.


"Ada apa lagi?" tanya Tifani.


"Aku minta maaf." ucap Martin.


"Maaf untuk apa Martin? Untuk apa? Semua nya aku yang salah." ucap Tifani.


"Aku tidak akan pernah mengganggu kamu lagi. Aku permisi." ucap Tifani langsung pergi. Martin tidak bisa menahan Tifani.


Dia sudah melakukan kesalahan yang fatal sehingga dua orang yang berarti bagi nya hilang bersamaan meninggalkan dia.


Tidak beberapa lama Diki pulang.


"Kamu mau kemana?" tanya Diki menahan Tifani.


Tifani menangis.


Mata Tifani sudah sangat sembab, wajah nya sudah sangat sedih. Diki paham kalau sekarang yang paling tersakiti adalah Tifani. Dia tidak tau apa-apa namun dia harus di kecewakan.


Tifani memeluk Diki karena sudah menganggap adik nya sendiri Diki tidak bisa menolak dia membiarkan Tifani menangis di Pelukan nya.


"Aku sudah putus dengan Martin." ucap Tifani.


"Aku tidak tau salah ku di mana, aku tidak tau kurang ku di mana, kenapa semua orang tidak bisa menganggap ku?" ucap Tifani.


Diki melihat Martin.

__ADS_1


Dia melepaskan pelukan Tifani. Dia mendekati Martin dan menghajar nya sekali.


"Ini dari Starla! karena kakak sudah membohongi dia." ucap Diki.


__ADS_2