
"Auhh!!!" Starla menjerit kesakitan.
"Sayang kok kamu di sini?" tanya Diki.
"Aku nyariin kamu dari tadi, kamu dari mana aja?" tanya Laura.
Diki langsung menarik tangan Laura langsung pergi.
"Aahhh sakit sekali pinggang ku." Starla langsung berdiri dia memegang pinggang nya.
"Huff benar-benar keterlaluan, sangat jahat sekali mereka." ucap Starla.
"Huff kemana aku harus mencari kak Martin?" ucap Starla dia melihat Bingkisan yang di bawa nya tadi sudah tidak ada.
"Loh kemana kue untuk kak Martin tadi? Kok tiba-tiba hilang?" ucap Starla mencari ke sekitar namun tidak ada.
Ternyata Diki mengambil nya dan memakan nya sendiri.
Pulang sekolah Starla sedang menunggu Bus lewat bersama anak kuliahan yang lain juga.
"Kamu pulang pakai apa?" tanya Diki dari dalam mobil nya.
Starla diam. "Kamu naik ke dalam mobil ku saja." ucap Diki. Starla menggeleng kan kepala nya dan berjalan beberapa meter meninggalkan Diki.
Diki menjalankan mobil nya juga.
"Kamu jangan keras kepala Starla! Kalau bukan karena kak Martin aku tidak akan melakukan ini." ucap Diki.
"Tidak perlu khawatir aku akan berbicara sendiri kepada kak Martin agar tidak meminta kamu untuk menjemput aku dan mengantarkan aku." ucap Starla.
"Terserah! Sekarang kamu harus ikut masuk ke dalam mobil." ucap Diki.
"Udah naik aja Starla." ucap Hima.
Starla menggeleng kan kepala nya.
"Kamu juga boleh ikut sampai simpang rumah kamu." ucap Diki kepada Hima.
"Kamu baik banget sih, berbeda sekali dari sebelumnya." ucap Hima.
"Jangan banyak berbicara, masuk ke dalam mobil karena saya bukan supir Kalian." ucap Diki.
"Humm tapi terimakasih sebelumnya, aku sih pengen naik mobil mewah kamu ini, sayang nya aku berlawanan arah dengan Starla." ucap Hima.
Diki menghela nafas panjang.
"Kenapa tidak berbicara dari tadi! Masuk ke dalam mobil Starla." ucap Diki.
"Aku tidak mau." ucap Starla. Tiba-tiba Bus datang Diki segera turun dari mobil dan memaksa Starla masuk ke dalam mobil nya.
"Kamu kok maksa gini sih?" ucap Starla, namun Diki hanya diam saja fokus kepada jalanan.
"Aneh banget, biasanya melihat wajah ku saja tidak mau. Apalagi Duduk satu mobil seperti ini, bahkan mengantarkan aku pulang semua nya terasa mimpi." ucap Starla.
__ADS_1
"Sial! Hanya karena merasa bersalah aku seperti ini kepada Starla, harga diri ku hilang begitu saja." batin Diki.
""Kenapa kamu diam saja? Apa kamu sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk mencaci atau mengatai-ngatai aku?" tanya Starla.
"Jangan buat aku kesal Starla! Kalau bisa memilih aku juga tidak ingin kenalan dengan kamu. Perempuan Culun.. Pemalu dan juga Anak..."
"Anak yatim kan yang mau kamu bilang!" ucap Starla.
Diki diam.
"Aku sudah terbiasa dengan kata-kata seperti itu, semua yang kamu katakan benar." ucap Starla. Diki diam.
Tiba-tiba Martin menelpon Starla.
"Kak Martin." ucap nya sangat senang. Tiba-tiba Diki mengambil handphone Starla.
"Kenapa kamu ambil handphone ku? Kembali kan!" ucap Starla berusaha merebut Handphone nya dari Diki.
Diki menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Kembali kan handphone ku Diki!" ucap Starla.
"Diki! Apa yang kamu lakukan? kembali kan handphone Starla." ucap Martin marah dari dalam ponsel ternyata Starla sudah menekan tombol jawab.
Dan tidak sengaja Tertekan pengeras suara nya.
Diki langsung terdiam, Starla langsung mengambil nya.
"Kak Martin..." ucap Starla.
"Maaf yah kak, Diki mengambil handphone ku." ucap Starla.
"Itu anak benar-benar tidak berubah!" ucap Martin.
"Sudah kak lupakan saja, lagian Diki tidak akan pernah berubah dia akan terus membenci ku." ucap Starla.
"Kenapa kamu bisa sama dia?" tanya Martin.
"Ini semua karena kakak yang meminta dia menjemput dan mengantar kan aku." ucap Starla.
"Di perjalanan tidak boleh sambil menggunakan handphone." ucap Diki mematikan panggilan telepon Starla langsung.
"Diki!" ucap Starla kesal. Diki melanjutkan perjalanan.
"Nyebelin banget sih!" ucap Starla memukul lengan Diki dan mencubit nya.
"Sakit Starla! jangan melakukan itu." ucap Diki.
"Rasain!" ucap Starla.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.
"Kamu tidak perlu turun! Aku tidak ingin kamu turun sebaiknya kamu langsung pulang dan besok jangan menjemput aku!" ucap Starla langsung pergi keluar.
__ADS_1
Diki melihat Starla keluar dari mobil terburu-buru dan berlari meninggalkan mobil Diki yang hanya di luar gerbang masuk ke rumah nya.
Diki mau masuk namun keadaan parkiran warung sangat ramai akhirnya dia tidak jadi masuk ke dalam.
Dia memutuskan untuk pulang ke rumah.. Tidak Beberapa lama akhirnya dia sampai di rumah.
"Loh Kakak sudah pulang?" ucap Diki melihat Martin duduk di ruang tamu.
Martin berdiri dia menatap Diki.
"Apa lagi yang kamu lakukan kepada Starla?" tanya Martin..Diki menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak melakukan apapun." ucap Diki.
"Jangan berbohong!" ucap Martin.
Diki menghela nafas panjang.
"Aku melakukan itu karena aku merasa bersalah, aku ingin tanggung jawab untuk beberapa hari aku akan menjemput dan mengantar kan dia agar tidak terlalu kelelahan." ucap Diki.
"Niat kamu itu memang baik, namun Starla pasti sangat tidak nyaman karena kamu selalu saja iseng dan jahat kepada nya." ucap Martin.
"Huff seperti nya kak Martin sudah sangat dekat dengan Starla sehingga dia sangat perduli dan tau." batin Diki.
"Untuk dua hari ini kakak akan membiarkan kamu menjemput dan mengantar kan Starla, tapi setelah itu kamu tidak boleh mengganggu nya lagi." ucap Martin.
Diki diam saja. Dia pun mau pergi namun di tahan oleh Martin.
"Dua hari ini kakak masih mengurus perusahaan, kakak harap kamu jangan membuat ulah." ucap Martin.
"Aku sudah besar, aku tau mana yang baik atau tidak jangan mengatur ku!" ucap Diki menepis tangan Martin.
Martin menghela nafas panjang melihat Diki pergi.
"Kapan anak itu Akan berubah?" ucap Martin.
Di kamar dia baru saja selesai mandi dan mau memakai baju nya dia melihat lengan nya bekas cubitan Starla cukup banyak dan berbekas.
Dia mengambil foto dan mengirim kan kepada Starla.
Starla yang sedang asik berbalas pesan dengan Martin melihat pesan dari Diki.
"Astagfirullah!" dia kaget karena melihat Diki bertelanjang dada.
"Apa yang kamu kirim? Dasar cabul!" balas Starla.
"Apa kamu tidak melihat lengan saya yang berbekas cubitan itu? Mata kamu selalu melihat hal yang aneh." ucap Diki.
Starla membaca itu langsung mengumpat.
"Huff lagian gak kelihatan, hanya seperti ini saja lebay banget." ucap Starla dalam hati.
"Tapi kenapa bisa sampai seperti ini sih?" ucap nya bingung sendiri.
__ADS_1
Diki melihat pesan nya tidak di balas dia langsung turun ke bawah.