Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 9


__ADS_3

Tiba-tiba dia mendengar suara jatuh di dalam kamar mandi.


"Siapa di dalam? kenapa kamu mengunci pintu nya?" tanya Martin sambil membuka pintu.


"Tidak ada siapa-siapa kok kak, itu hanya teman ku saja yang sedang menonton film." ucap Diki.


Martin menghela nafas panjang dia langsung mendorong pintu dan betapa kagetnya dia melihat Starla sudah jatuh pingsan di lantai.


"Starla! Starla, apa yang terjadi?" ucap Martin. Diki melihat ke dalam ternyata Starla sudah pingsan di lantai.


"Diki! Apa yang kamu lakukan?" ucap Martin. Diki menggeleng kan kepala nya. "Aku hanya mengunci di dalam sementara, aku tidak tau akan seperti ini." ucap Diki.


"Lagi-lagi kamu membuat ulah lagi Diki!" ucap Martin.


"Tunggu hukuman kamu, sekarang bantu kakak membawa Starla keluar." ucap Martin.


Mereka membawa Starla ke rumah mereka karena lebih dekat dari pada harus ke rumah sakit. Ke rumah sakit juga Diki akan terkena masalah.


"Starla.. Starla bangun..." Martin memberikan minyak kayu putih namun Starla tidak juga bangun.


"Diki di mana dokter nya? kenapa sangat lama sekali?" ucap Martin.


Bel rumah tiba-tiba berbunyi. "Aku akan menjemput dokter nya ke bawah." ucap Diki dia sudah sangat takut sekali.


"Starla tidak boleh mati, Starla tidak boleh mati, aku tidak mau di penjara.". ucap Diki sangat takut.


Tidak beberapa lama setelah selesai di periksa dokter Martin mengantarkan dokter keluar.


"Starla memiliki riwayat penyakit sesak nafas, dia kekurangan Udara itu sebabnya dia pingsan, saya sudah memberikan obat sebentar lagi dia akan sadar." ucap dokter.


"Terimakasih Dok." ucap Martin.


"Cewek pemalu bangun dong, kamu jangan membuat aku tidak tenang seperti ini, Lagian kamu sendiri yang membuat aku kesal dan pada akhirnya aku melakukan ini." ucap Diki sambil mendekatkan minyak kayu putih ke hidung Starla.


starla perlahan membuka mata nya.


"Akhirnya kamu bangun juga cewek pemalu." ucap Diki merasa lega.


Starla melihat ke sekeliling nya. Terlihat sangat asing, melihat Diki membuat nya gugup. Dada nya tiba-tiba sakit.


"Minum dulu." ucap Diki memberikan minum namun Starla tidak langsung mengambil nya.


"Aku tidak memasukkan racun, kalau aku melakukan itu aku akan mati di buat oleh kak Martin." ucap Diki. Starla langsung minum.


"Kamu sudah bangun?" tanya Martin yang baru saja masuk ke dalam rumah.


Diki pindah dari tempat duduk nya dan di gantikan oleh Martin.


"Aku di mana kak?" tanya Starla baru berani berbicara walaupun masih sedikit takut dan juga bingung.

__ADS_1


"Kamu lagi di rumah saya, kamu tidak perlu khawatir saya sudah mengabari ibu kamu kok." ucap Martin.


"Mengabari ibu?" ucap Starla.


"Saya tidak bilang kalau kamu pingsan, saya bilang kalau kamu ikut ke rumah saya karena ada urusan Belajar." ucap Martin.


Starla lega.


Martin menoleh ke arah Diki.


"Kenapa kamu hanya berdiri di sana? Bawa kan Starla Air hangat. Kamu harus bertanggung jawab dengan apa yang kamu lakukan." ucap Martin.


"Tidak perlu kak, aku sudah lebih baik. Aku juga sudah mau pulang." ucap Starla.


"Kalau begitu aku mau istirahat ke kamar." ucap Diki langsung pergi. Martin menghela nafas panjang.


"Maafin adik saya." ucap Martin.


"Sebaiknya aku pulang saja kak, aku tidak ingin membuat ibu khawatir." ucap Starla.


"Jangan pulang dulu, menginap lah di sini, Besok kamu tidak ada kelas pagi. Istirahat lah terlebih dahulu." ucap Martin.


"Aku tidak terbiasa kak, aku sebaiknya pulang." ucap Starla.


"Kalau begitu saya akan mengantar kamu." ucap Martin.


"Tidak perlu kak, kakak istirahat saja, aku tidak mau merepotkan Kakak." ucap Starla.


"Kamu seperti ini karena adik saya." ucap Martin.


"Ya udah deh kak, aku mau." ucap Starla tidak enak menolak.


Baru saja mau beranjak ponsel nya berdering.


"Tunggu sebentar yah, saya menjawab telpon dulu." ucap Martin.


Tidak beberapa lama Martin kembali.


"Humm saya minta maaf tidak bisa mengantarkan kamu pulang, tapi Diki akan mengantar kan kamu pulang. Saya tiba-tiba ada pekerjaan mendesak." ucap Martin.


"Tapi kak."


"Sudah jangan nolak lagi, sesekali Diki harus di ajarin tanggung jawab." ucap Martin.


"Eh perempuan culun ini belum juga pergi?" ucap Diki baru saja turun.


"Kebetulan sekali kamu turun. Kakak tidak bisa mengantarkan Starla pulang ke rumah nya, sebaiknya kamu mengantarkan dia pulang." ucap Martin.


"Tapi aku sudah ada janji kak, kalau kakak tidak bisa suruh saja dia naik taksi, jangan manja deh." ucap Diki.

__ADS_1


"Yang membuat Starla seperti ini kamu, jadi sebagai laki-laki kamu harus tanggung jawab. Bagaimana kalau di jalan Starla tiba-tiba sakit? Ini juga sudah gelap." ucap Martin.


"Aku sudah ada janji dengan pacar ku kak." ucap Diki.


"Setelah mengantar kan Starla kamu bisa menemui pacar mu, kakak percaya sama kamu. Titip Starla." ucap Martin.


Martin langsung pergi.


"Arghhh!!!" Dia kesal. "Apa yang kamu lihat?!" bentak Diki dengan keras.


Starla terkejut dia menunduk kan kepala nya.


"Kamu tidak perlu mengantarkan ku pulang, aku bisa pulang sendiri kok. Aku minta maaf sudah merepotkan kamu dengan kak Martin." ucap Starla.


"Bagus lah kalau begitu, aku tidak Sudi mengantarkan perempuan culun, norak, Pemalu seperti kamu!" ucap Diki.


Starla langsung pamit. Starla keluar dari rumah. Berjalan ke gerbang saja sudah membuat kepala nya pusing.


Dia mau memesan taksi namun dia tidak tau handphone dan tas nya di mana. Dia sudah sangat lemas karena hilang keseimbangan dia hampir saja jatuh.


Namun Diki yang dari tadi mengikuti nya dari belakang langsung menahan nya.


"Kamu bisa atau tidak?" ucap Diki.


"Maaf, aku bisa kok." ucap Starla.


Diki melihat nya ragu akhirnya dia menarik Starla ke dalam mobil nya dengan kasar.


"Sakit.. lepas kan tangan ku." ucap Starla.


"Saya benar-benar sangat sial setiap kali bertemu dengan kamu, berurusan dengan kamu, pantesan saja saya sangat membenci kamu!" ucap Diki.


Starla memegang pergelangan nya yang sakit.


"Masuk ke dalam mobil!" ucap Diki. Starla masuk.


Diki membawa mobil laju dengan keadaan marah.


"Diki aku takut, aku mohon kurangi kecepatan nya." ucap Starla.


"Duduk dengan tenang saja! Jangan banyak permintaan." ucap Diki.


"Aku takut..." Ucap Starla meremas lengan Diki dan meletakkan wajah nya di lengan Diki yang sedang mengemudi.


"Apa yang kamu lakukan? singkirkan wajah kotor mu itu!" ucap Diki. Merasa badan Starla yang panas membuat nya tiba-tiba berhenti.


"Lepaskan lengan ku!" ucap Diki.


Starla merasakan mobil berhenti dia langsung membuka pintu dan muntah.

__ADS_1


Diki menghela nafas panjang. Melihat Air minum dia memberikan nya kepada Starla. Setelah lebih baik dia melanjutkan perjalanan dengan santai.


"Karena kamu aku ,adi telat bertemu dengan kekasih ku." ucap Diki.


__ADS_2