Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 6


__ADS_3

"Kalau begitu nak Hima Tunggu sebentar yah."


Mereka makan bersama.


"Oh iya makanan tadi sudah kamu berikan kepada Nak Martin Starla?" tanya ibu nya.


Starla berhenti makan.


"Oohh itu makanan untuk kak Martin? Hari ini kak Martin tidak datang ke kampus Bu, jadi adik nya yang bernama Diki dan sangat jahat itu mengambil nya." ucap Hima.


"Besok aku akan membawa nya lagi Bu. Ibu tidak perlu khawatir." ucap Starla.


"Ya udah kalau begitu besok bawa dua saja." ucap Bu Irma.


Starla hanya bisa menginyakan.


"Ya udah kalau begitu kalian lanjut berbicara saja dulu, ibu mau melayani pembeli." ucap ibu nya.


Starla dan Hima menginyakan.


"Warung Ibu kamu cukup ramai, kenapa tidak membayar tenaga tambahan? Ibu kamu juga kelihatan nya sudah tidak tahan bekerja." ucap Hima.


"Ibu memilih untuk tidak memakai tenaga tambahan karena dia merasa mampu." ucap Starla.


"Oohh." ucap Hima.


"Oh iya kamu duduk di sini sebentar yah, aku bantuin ibu bentar." ucap Starla. Hima melihat Starla pergi.


"Wajah Starla di luar dan ketika di rumah nya sangat berbeda sekali." ucap Hima.


Karena kalau di rumah Starla berusaha untuk tersenyum agar tidak membuat orang tua nya khawatir.


Di tempat lain Martin jam lima sore baru bisa pulang ke rumah dia melihat rumah terbuka.


"Kamu mau kemana?" tanya Martin kepada Diki yang sudah rapi.


"Aku mau keluar bersama pacar ku." ucap Diki.


Martin menghela nafas panjang.


"Jangan pulang terlalu larut malam." ucap Martin.


"Aku bukan anak kecil kak, aku juga bukan anak perempuan, terserah ku mau pulang malam atau tidak." ucap Diki.


Dia langsung pergi meninggalkan Martin.


"Diki sangat keras kepala." ucap Martin.


Dia tidak menerima laporan buruk tentang adik nya di kampus hari ini.


Martin segera mandi agar lebih segar karena dia harus mengerjakan skripsi nya dulu.


Tiga hari Martin tidak ke kampus membuat Starla heran. Dia mau bertanya kemana Martin tapi takut dia tidak berani dan takut orang lain akan berfikir yang tidak-tidak.

__ADS_1


Sampai di rumah dia langsung masuk ke kamar nya.


"Starla..." panggil Ibu nya.


"Iyah Bu." jawab nya langsung bangun membuka pintu.


"Bagaimana kegiatan di kampus hari ini? Apa Martin tidak datang juga?" tanya ibu Irma.


"Kak Martin mungkin sedang sibuk Bu itu sebabnya tidak datang ke kampus." ucap Starla.


"Oohh begitu." ucap Ibu nya.


"Besok Ibu ada acara keluarga satu hari. Kebetulan juga Besok kamu libur, ibu titip warung yah nak." ucap Bu Irma.


"Tempat acara nya jauh gak Bu? Aku anterin ibu yah?" ucap Starla. Ibu nya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya menggeleng kan kepala nya.


"Butuh waktu dua jam, jadi Ibu berangkat malam ini." ucap ibu nya.


"Oohh gitu yah Bu, ya udah Bu hati-hati yah." ucap Starla.


"Kamu gak apa-apa kan sendirian di sini?" tanya ibu nya. Starla tersenyum.


"Gak apa-apa Bu." ucap Starla.


Keesokan harinya Starla bangun pagi seperti biasa memasak dan menyiapkan apa yang harus dia jual pagi sampai sore nanti.


"Huff ternyata pekerjaan ibu setiap pagi seperti ini cukup melelahkan, aku benar-benar anak yang selalu menyusahkan orang tua." ucap Starla setelah semua nya selesai.


"Kok kamu bisa di sini?" tanya Starla.


"Kejutan Starla.. Aku datang ke sini mau bantuin kamu jualan." ucap Hima.


"Tapi..."


"Tidak ada tapi-tapian, aku akan membantu kamu sampai habis dan setelah itu kita bisa menonton bersama." ucap Hima.


Tadi malam Hima mengajak Starla ke mall untuk nonton bioskop namun ternyata Starla tidak bisa karena bekerja mengganti kan Ibu nya.


"Apa yang bisa aku bantuin?" ucap Hima.


"Kamu yakin mau bantuin aku?" tanya Starla.


"Ya ampun Starla kamu ragu banget sih? Aku akan melakukan apapun asal kan kamu mau berteman dan menganggap ku." ucap Hima.


"Apa kamu sudah sarapan?" tanya Starla.


"Kalau boleh jujur sih aku sudah sarapan roti dari rumah, namun sampai di sini mencium aroma sup itu membuat ku sangat lapar." ucap Hima.


Starla tersenyum. "Kamu sarapan dulu." ucap Starla langsung menyiapkan untuk Hima.


Menunggu Hima makan ternyata pelanggan sudah mulai berdatangan.


"Huff masih pagi-pagi Sudah banyak pelanggan yah." ucap Hima. Starla tersenyum.

__ADS_1


"Pantesan saja kamu bisa kuliah di universitas kita sekarang. Aku tidak menyangka kalau warung ini sangat ramai." ucap Hima.


"Alhamdulillah..." ucap Starla.


"Selamat siang.."


"Siang.. Mau pesan apa Pak?" tanya Hima yang sedang melayani pelanggan dan menulis apa pesanan mereka.


Hima mengangkat pandangan nya dia melihat ternyata kakak kelas nya.


"Kak Martin." ucap Hima.. Martin tersenyum. Starla yang juga tadi sedang sibuk melihat Martin ikut terdiam sejenak.


"Kenapa kalian berdua malah diam? Lihat pelanggan sudah kelaparan." ucap Martin.


"Eh iya. Maaf semua nya. Lagian kakak datang membuat kamu terkejut. Setelah beberapa hari tidak kelihatan." ucap Hima.


"Apa kalian berdua mencari saya?" tanya Martin.


"Bukan hanya kami berdua, tapi Bu Irma juga kak, sekarang beliau lagi ke rumah keluarga nya itu sebabnya aku datang membantu Starla. Bu Irma setiap hari menanyakan Kakak pada Starla." ucap Hima.


"Ya udah kalau begitu kakak duduk di meja yang kosong saja, kami sedang sibuk." ucap Hima.


"Mari Saya bantu." ucap. Martin kepada Starla yang mau mengantar kan makanan.


"Tidak perlu kak, kakak duduk lah." ucap Starla.


"Sudah biarkan saja Starla, kasian juga para pelanggan kelaparan." ucap Hima.


Martin mengantarkan makanan ke meja pelanggan.


Saat mengambil pesanan terakhir tidak sengaja Tangan Martin bersentuhan dengan tangan Starla membuat Starla gugup.


"Huff akhir nya bisa istirahat juga." ucap Hima duduk di depan Martin.


Tidak beberapa lama Starla datang membawa kan minuman yang segar untuk Martin, Hima dan untuk nya.


"Maafin aku yah Hima sudah membuat kamu kelelahan, setelah ini kamu pulang saja dan istirahat." ucap Starla.


Hima langsung duduk tegak dan memasang wajah segar.


"Enggak kok, aku masih memiliki banyak tenaga. Demi bisa berteman dengan kamu, aku akan membantu sampai selesai." ucap Starla.


"Tapi kamu tidak perlu melakukan itu, aku mau kok berteman dengan kamu." ucap Starla. Hima tersenyum.


"Bagus deh kalau begitu, aku senang akhirnya kamu mau berteman dengan ku, tapi aku akan terus membantu kamu." ucap Hima.


Martin melihat itu hanya bisa tersenyum saja.


"Lagian kamu terlalu Pendiam, malu, dan sangat cuek sehingga orang lain berfikir kamu tidak mau berteman dengan mereka." ucap Martin.


Starla menoleh ke arah Martin sejenak.


"Tapi aku sudah seperti ini, maafin aku kalau sifat ku membuat tidak nyaman." ucap Starla.

__ADS_1


__ADS_2