
"Bisa gak sih datang gak usah ngejutin gitu!" ucap Starla. Diki tertawa kecil.
"Lagian ngapain melamun sih? Cantik-cantik kok ngelamun." ucap Diki.
Starla menghela nafas panjang.
"Ini sudah jam berapa kok dagangan kamu masih banyak?" tanya Diki.
Starla menoleh ke arah samping mereka ternyata berjualan yang sama dan memakai tahtik yang sama agar jualan mereka laris.
Diki menggeleng kan kepala nya.
"Benar-benar yah mereka hanya bisa mencuri ide orang lain saja." ucap Diki.
"Humm gini aja deh aku punya ide bagaimana kalau aku menawarkan ke tengah-tengah. Aku akan meminta semua orang datang ke sini." ucap Diki.
"Itu cukup melelahkan, sebaiknya jangan." ucap Starla.
Diki menggeleng kan kepala nya. Dia langsung membawa sebagian ke tengah-tengah pasar malam.
Starla menghela nafas panjang.
Diki berusaha menawarkan Ke semua pendatang di sana. Ada yang menolak ada juga yang menerima.
Sedikit demi sedikit pelanggan mulai berdatangan ke Starla dan membeli jualan nya.
Diki sangat senang akhirnya Dagangan Starla banyak yang beli.
Keesokan harinya seperti biasa Starla berjualan di pasar. Sudah satu jam di Starla di sana, dagangan nya sudah banyak yang habis namun Diki tak kunjung datang.
Starla terus melihat ke arah parkiran berharap Diki datang tiba-tiba seperti biasa namun sampai pasar tutup Diki tak kunjung datang.
Starla melihat dagangan nya habis namun tidak se senang sebelum nya.
Dia melihat lagi makanan yang sengaja untuk Diki. "Huff sudah lah, mungkin dia sangat sibuk. Ngapain sih aku mengharap kan dia datang. Tanpa dia jualan ku juga habis." ucap Starla.
Di pagi hari Starla di kampus dia sedang ke kantin bersama Hima.
mereka bertemu dengan teman-teman Diki.
"Haiii Starla...." sapa mereka.
"Apa? Kalian mau mengganggu Starla lagi?" tanya Hima dengan wajah yang sangat galak.
"Kita hanya menyapa saja, apa salah nya?" ucap Teman Diki.
Hima menghela nafas panjang.
"Kalian jangan coba-coba mengganggu Starla, aku akan melaporkan kalian." ucap Hima.
"Cantik-cantik kok judes amat sih, pantesan saja tidak ada yang mau." ucap mereka.
"Pantesan saja Starla hanya berpacaran dengan kak Martin lalu adik nya, yah karena gak laku." ucap Teman Diki lagi semua nya tertawa.
__ADS_1
"Kalian benar-benar yah!" Hima mau marah namun di tahan oleh Starla.
"Apa yang kalian katakan!" ucap Diki tiba-tiba datang.
Mereka kaget melihat Diki ada di sana.
"Diki!" ucap teman-teman nya.
"Sudah berapa kali aku bilang jangan pernah mengganggu Starla mau pun Hima! Aku meminta kalian untuk menjaga nya bukan membully seperti ini!" ucap Diki.
"Maaf bro, kita hanya bercanda saja." ucap teman nya. Diki menghela nafas panjang. "Kalian benar-benar tidak bisa di percaya!" ucap Diki dengan kesal.
Diki menoleh ke arah Starla dan Hima.
"Maafin teman-teman ku yah, mereka memang selalu seperti ini." ucap Diki.
"Humm benar, sifat mereka awal nya dari kamu." ucap Starla. Diki seketika langsung terdiam.
Mereka pun langsung pergi dari sana.
Diki bergabung dengan teman-teman nya.
Sementara Starla dan Hima duduk di meja yang lain.
Starla melihat Diki terlihat berbicara sangat serius dengan teman-teman nya.
"Starla kenapa kamu melihat ke arah sana terus?" tanya Hima.. Starla menggeleng kan kepala nya.
"Biasalah pria banyak membahas soal urusan mereka." ucap Hima.
"Oh iya Hima bagaimana hubungan kamu dengan Rendi?" tanya Starla.
"Humm bagaimana yah menjelaskan nya, sampai sekarang kami belum ada hubungan apapun, tapi sudah jauh lebih dekat." ucap Hima.
"Apa kamu sudah melupakan mantan kamu itu?" tanya Starla. Hima terdiam sejenak.
"Tidak perlu memaksakan diri untuk melupakan nya. dan juga jangan terburu-buru mendapatkan yang baru." ucap Starla.
Hima tersenyum sambil mengangguk.
"Aku juga memiliki saran sama kamu. Kamu juga jangan terlalu memikirkan masalah yang ada yah..Kamu fokus saja dengan tujuan kamu apa." ucap Hima.
Starla tersenyum. "Terimakasih sudah mengingatkan aku yah." ucap Starla.
Setelah selesai makan mereka kembali ke kelas.
"Starla!" panggil Diki kepada Starla yang hendak ke perpustakaan.
Starla melihat Diki dia berhenti.
"Ada apa?" tanya Starla.
"Humm aku minta maaf yah Soal teman-teman ku tadi." ucap Starla.
__ADS_1
"Tidak apa-apa. Lupakan saja aku sudah terbiasa dengan hal itu." ucap Starla.
"Oh iya tadi malam aku tidak datang karena aku memiliki acara. Aku minta maaf." ucap Diki.
Starla menghela nafas panjang. "Kamu tidak perlu minta maaf seakan-akan kita memiliki hubungan yang sangat dekat." ucap Starla.
"Aku tidak ingin kamu datang ke tempat jualan ku lagi, aku juga tidak ingin kita berhubungan baik. Sebaiknya kita kembali seperti orang yang tidak saling mengenal!" ucap Starla.
"Tapi..."
"Aku pergi dulu." ucap Starla. Diki menghela nafas panjang.
Di malam hari nya Starla baru saja sampai di rumah setelah selesai berjualan.
"Ibu dapat roti dari mana lagi?" tanya Starla. "Ibu di kasih, ini sangat enak sekali." ucap Ibu nya.
Starla menghela nafas panjang.
"Diki sama sekali tidak bisa di bilangin." batin Starla.
"Bagaimana jualan kamu hari ini ramai?" tanya ibu nya.
"Ramai Bu, semua nya habis." ucap Starla. Ibu nya tersenyum.
"Ibu sangat senang deh melihat kamu bekerja keras seperti ini, Tapi jangan sampai kamu kelelahan." ucap Ibu nya.
Starla tersenyum. "Ya udah kalau begitu aku ke kamar dulu ya Bu." ucap Starla.
Sampai di kamar Starla menghitung uang nya.
"Alhamdulillah ya Allah, sedikit lagi sudah cukup membayar SPP." ucap Starla. Namun tiba-tiba kepalanya sakit. Dia mengambil obat dan langsung meminum nya seperti biasa.
Karena kelelahan kurang tidur dia mudah sakit kepala. Dia pun ketiduran di tempat tidur.
Besok seperti biasa di ke kampus di pagi hari.
"Selamat pagi Starla." sapa Hima. Starla tersenyum.
"Kok kamu lemas banget sih? Wajah kamu juga sangat pucat. Ada apa?" tanya Hima.
"Gak apa-apa kok, aku hanya kelelahan saja." ucap Starla.
Hima menghela nafas panjang.
"Huff kamu jangan terlalu kecapean yah, aku khawatir kamu sakit. Lihat wajah kamu sangat pucat." Hima memeriksa suhu badan Starla dan ternyata sedikit hangat.
Untung saja Hima Membawa satu obat di tas nya dan memberikan nya kepada Starla.
Berkat obat itu Starla bisa menyudahi kelas nya hari ini. Dia tidak langsung pulang dia pergi ke UKS untuk istirahat sejenak.
Kebetulan Martin lewat dengan teman-teman nya di depan pintu UKS.
"Loh kok pintu ini terbuka?" ucap teman nya.
__ADS_1