Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 68


__ADS_3

"Aku minta maaf Bu, aku menginap di rumah Hima tadi malam." ucap Starla.


"Ya ampun nak, kenapa kamu menginap di sana? Kamu membuat ibu khawatir." ucap Bu Irma.


Aku sudah ijin kepada ibu, kenapa ibu tidak membaca pesan ku?" tanya Starla.


"Ibu sangat jarang membuka pesan masuk, nomor kamu ibu telpon tapi tidak aktif, ibu semakin khawatir." ucap Ibu nya.


"Maaf Bu." ucap Starla memeluk ibu nya.


"Tidak biasanya kamu seperti itu, jadi ibu khawatir. Walaupun kamu sudah dewasa tapi ibu tetap khawatir, ibu hanya memiliki kamu." ucap Bu Irma.


Starla mengingat tadi malam dia minum, dia sangat merasa bersalah dia memeluk ibunya erat-erat sekali.


"Ya udah kamu mandi sana, nanti kamu telat lagi ke kampus." ucap ibu nya. Starla mengangguk.


"Oh iya kamu mau di buatin sarapan apa?"


"Nasi goreng yang pedas Bu." ucap Starla. Ibu nya tersenyum sambil mengangguk.


Diki sudah sampai di kampus...


Dia menelpon Starla namun tidak dijawab, di SMS juga tidak di balas.


"Kemana sih dia? kenapa sampai sekarang belum juga di balas pesan ku."


Dia melihat Hima yang baru saja datang.


"Hima kamu ada kabar dari Starla gak?" tanya Diki.


"Ada nih, dia sudah mau sampai kok." ucap Starla.


"Huff berarti dia sengaja mengabaikan ku." ucap Diki.


"Loh Kalian berantem?" tanya Hima. Diki menggeleng kan kepala nya.


"Enggak kok, kamu sendiri bagaimana keadaan nya?" tanya Diki.


"Yah begitulah, aku harus tetap kuliah." ucap Hima.


Starla baru saja datang dia melihat Diki berbicara dengan Hima. Tidak mengatakan apapun memasang ekspresi datar dan berlalu ke meja nya.


"Starla.." sapa Hima namun tidak di jawab oleh Starla. Hima menoleh ke arah Diki.


"Ada apa dengan Starla? perasaan tadi baik-baik saja." ucap Diki.


"Aku tidak tau kenapa." ucap Diki.


"Kamu tidak perlu mengajak nya berbicara, dosen sudah mau masuk." ucap Diki. Dan benar saja dosen masuk.


Setelah selesai Diki menahan Starla.


"Sayang kamu kenapa sih?" tanya Diki. Starla menoleh ke arah wajah Diki.

__ADS_1


"Pikir saja sendiri." ucap Starla langsung pergi. Diki menghela nafas panjang.


"Ada apa sih dengan dia?" ucap Diki. Dia pusing karena memikirkan itu, dia mencoba mengingat kesalahan apa yang dia perbuat.


Karena memikirkan itu dia tidak keluar kelas sama sekali.


Waktu nya pulang Diki memaksa Starla masuk ke dalam mobil nya.


"Ada apa Starla? Kenapa kamu mendiamkan saya seperti itu? apa saya melakukan kesalahan?" tanya Diki.


"Tidak ada."


"Lalu kalau tidak ada kenapa kamu diam seperti ini?" tanya Diki.


"Tidak ada." ucap Starla.


"Tidak ada! Tidak ada! Kamu kenapa sih?" tanya Diki mulai kesal.


"Kamu kok marah sama aku? justru aku yang harus marah sama kamu. Kamu tau kalau itu Hima itu teman ku kenapa kamu dekat-dekat dengan dia?" ucap Starla.


Diki kaget. "Maksudnya bagaimana? Aku dekat dengan Hima?" ucap Diki.


"Tidak perlu berpura-pura, aku tau Hima itu cantik anak orang kaya dan sekarang dia jomblo kamu sengaja kan mau mengambil kesempatan agar dia suka sama kamu?" ucap Starla.


"Kamu ngomong apa sih Starla?"


"Tidak perlu berpura-pura! Aku tau semua pria itu memang tidak ada yang setia."


"Tidak perlu memeluk nya juga." ucap Starla.


"Bukan aku yang memeluk nya."


"Sudah lah, aku tau kamu suka kan sama Hima." ucap Starla. Diki tidak bisa mengatakan apapun Starla tidak membiarkan dia membela diri.


"Aku tidak tau apa yang terlintas di pikiran kamu sampai berfikir seperti itu." ucap Diki.


"Kamu jujur saja. Kamu suka kan sama Hima."


"Enggak Starla, aku sayang sama kamu, mana mungkin aku suka sama temen kamu sendiri. aneh deh kamu." ucap Diki.


"Aku kesel sama kamu." ucap Starla langsung pergi dari mobil.


"Starla.. Starla.." Diki menahan nya namun Starla tetap pergi. Diki menghela nafas panjang dia melihat Starla meninggalkan Kampus dengan naik bus.


Diki tiba-tiba senyum sendiri dia bersandar ke tempat duduk mobil sambil mengusap kepala nya.


"Aku bahkan tidak melirik Hima sama sekali. Tapi benar kata orang-orang kalau cemburu artinya cinta. Sekarang aku percaya kalau Starla benar-benar mencintai ku."


"Kata-kata kak Martin yang membuat kepala ku pusing Sekarang sudah terobati." batin Diki.


Dia sangat senang ketika Starla mulai cemburu kepada dia.


Tiba-tiba ada pesan masuk.

__ADS_1


"Dasar laki-laki berengsek!" Dari Starla. Diki tertawa kecil.


"Kamu seperti ini membuat aku semakin jatuh cinta Starla." dalam hati Diki.


Starla di rumah nya menunggu balasan dari Diki.


"Aku yakin dia pasti tidak serius kepada ku, bisa-bisa nya aku sudah marah namun dia tidak datang." ucap Starla.


"Starla.." panggil Ibu nya dari balik pintu.


"Masuk saja Bu." ucap Starla.


Ibu nya masuk.


"Nih susu untuk kamu." ucap Ibu nya.


"Terimakasih banyak Bu." ucap Starla. Ibu nya tersenyum.


"Kamu sedang memikirkan apa nak? Kenapa tidak belajar? Tidak ada tugas?"


"Udah siap kok Bu." ucap Starla.


Ibu nya tersenyum. "Besok hari Minggu kita jiarah ke Makam ayah kamu yah."


"Iyah Bu, sudah lama juga kita tidak berjiarah." ucap Starla. Ibu nya tersenyum.


"Oh iya jangan Lupa ajak nak Diki." ucap Ibu nya.


Starla mengangguk. Setelah itu ibu nya keluar.


"Diki pasti asik bersama teman-teman nya sampai dia melupakan aku seperti ini." ucap Starla. Dia menelpon Diki karena ingin tau.


"Halo!" ucap Diki.


"Kamu dari mana saja? kenapa pesan ku tidak kamu balas?" tanya Starla.


"Aku masih di luar bersama teman-teman ku." ucap Diki. Telpon langsung mati.


"Huff seperti nya aku harus pulang, jangan sampai dia marah nya berkelanjutan." batin Diki. Dia langsung pamit sama teman-teman nya.


namun saat keluar dari mall itu dia kaget melihat Kakak nya bersama perempuan lain.


"Loh itu kan kak Martin?" ucap Diki.


Dia mengikuti nya. Dia merangkul perempuan lain masuk ke dalam mall.


"Tifani masih di rumah sakit kenapa kak Martin malah jalan sama perempuan lain?" ucap Diki.


Dia mengikuti nya.


"Kak Martin." ucap Diki. Martin berhenti dia melihat Diki.. Seketika rangkulan nya di lepas. Diki bisa melihat perempuan itu perempuan bayaran Martin saja namun tetap saja Martin berhianat.


"Apa yang kakak lakukan? Ini sudah beberapa kali kakak menghianati Tifani, sekarang dia masih di rumah sakit namun kakak malah jalan dengan perempuan lain!" ucap Diki.

__ADS_1


__ADS_2