Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 111


__ADS_3

"Bu ini aku Hima, aku datang ke sini mau bilang kalau Starla tidak bisa pula karena ada organisasi kampus jadi dia akan menginap di rumah teman nya."


"Kenapa tidak ijin kepada ibu langsung."


Hima diam. "Ibu jangan menunggu nya di luar, nanti ibu bisa sakit." ucap Hima.


"Kamu tidak perlu sok perhatian seperti itu kepada saya..Saya tidak mau dekat-dekat orang yang berkawan dengan pembunuh itu." ucap Bu Irma langsung masuk ke dalam.


Rendi datang menepuk pundak Hima.


"Itu hal biasa. Bu Irma sudah tua, dia juga sedang prustasi dan juga tidak bisa melupakan masa lalu." ucap Rendi.


Hima tersenyum. "Ya udah kalau begitu kita pulang sebelum larut malam, nanti orang tua kamu akan marah-marah." ucap Rendi.


Hima mengangguk. "Makasih yah sudah mengantarkan aku jauh-jauh ke sini. Aku jadi gak enak merepotkan kamu." ucap Hima.


Di apartemen Diki dia berusaha Mengompres badan Starla yang sangat panas.


"Starla ada ada sih dengan kamu? kenapa tiba-tiba demam tinggi seperti ini?" ucap Diki. Starla bergeliat. "Kamu sudah bangun?" ucap Diki. Starla kaget karena di depan nya sudah ada Diki dan dia sudah tidak di kampus lagi.


"Kamu jangan khawatir, ini di apartemen ku, aku melihat kamu pingsan di kampus." ucap Diki.


"Aku mau pulang, aku mau pulang." ucap Starla.


"Starla.. kamu masih sakit..Kamu masih demam sebaiknya kamu tunggu sampai membaik dulu." ucap Diki.


"Gak bisa, aku sekarang mau pulang. Kasian ibu pasti tungguin di luar sekarang." ucap Starla.


"Enggak kok, ibu kamu sudah di susul oleh Hima mengabari kalau kamu menginap di rumah teman kamu makan ini." ucap Diki.


"Kasian ibu sendiri di rumah."


"Apa kamu tidak lebih kasihan melihat ibu kamu khawatir melihat kamu sakit seperti ini? Dia pasti kefikiran." ucap Diki.


Starla diam. "Sudah kamu malam ini tidur di sini saja." ucap Diki. "Tapi.." Diki menggeleng kan kepala nya.


"Pikir kan kesehatan kamu Starla. Kalau kamu sakit ibu kamu Akan sedih dan kamu juga tidak bisa menjaga ibu kamu." ucap Diki.


"Termasuk aku yang akan sangat sedih dan khawatir melihat kamu seperti ini." batin Diki.


Starla menghela nafas panjang dia melihat Air putih..Diki langsung mengambil nya.

__ADS_1


"Nih minum obat dulu." ucap Diki. Starla minum.


"Maaf yah aku sudah merepotkan kamu." ucap Starla.


"Tidak apa-apa." ucap Diki.


Starla Menatap wajah Diki.


"Bagaimana aku bisa melupakan kamu seperti permintaan Ibu Diki? Kamu selalu ada di kehidupan ku, tidak semudah itu untuk melupakan perasaan ku. Tidak semudah itu." batin Starla.


"Oh iya kamu mau makan apa? aku akan membeli nya.' Starla menggeleng kan kepala nya.


"Tidak usah, aku tidak lapar."


"Tapi kamu harus makan agar secepatnya sembuh dan bisa pulang ke rumah." ucap Diki. Starla memikirkan apa yang harus dia makan.


"Aku mau nasi goreng saja." ucap Starla.


"Baiklah kalau begitu aku akan membeli nya keluar sebentar, kamu jangan kemana-mana tetap lah berbaring." ucap Diki. Starla mengangguk.


Satu jam Diki pergi namun tak kunjung pulang.. Starla yang menunggu dari tadi sudah sangat bosan, dia berjalan ke depan dan kebetulan sekali Diki baru saja pulang.


"Masuk ke kamar, Jangan keluar." ucap Diki membawa dia masuk ke dalam kamar. Starla duduk di sofa yang ada di kamar.


"Aku sudah bilang jangan keluar kamar, kamu sangat keras kepala." ucap Diki mengusap kepala Starla.


"Siapa lagi yang bisa memperlakukan aku seperti ini kalau bukan Diki? kebahagiaan dan kenyamanan bersama Diki membuat aku tidak bisa membenci nya walaupun sebenarnya aku masih sangat marah." batin Starla.


"Tuhan sangat baik sudah mempertemukan aku dengan Diki, namun tuhan menguji ku dengan sangat hebat." ucap Starla dalam hati.


"Ayo di makan, kenapa kamu malah melamun?" tanya Diki. Starla langsung makan. namun hanya beberapa suap saja bawaan nya sudah mau muntah.


Dia minum dan segera tidur lagi. Diki melanjutkan makan karena dia belum makan juga.


"Aku sudah membayar SPP kamu." ucap Diki. Starla Menatap Diki. Dia tiba-tiba memukul dada Diki dengan tangan nya yang tidak bertenaga.


"Aku sudah bilang jangan membantu ku dengan uang mu, aku tidak suka." ucap Starla.


"Kamu jangan berfikir ini Gratis. Setelah kamu sembuh kamu harus membayar nya." ucap Diki.


Hanya dengan cara itu Diki membuat Starla tidak marah.

__ADS_1


"Aku harus segera sembuh dan mencari uang yang banyak membayar uang kamu." ucap Starla. Diki tersenyum.


"Kalau begitu kamu tidur lah, lebih banyak istirahat Akan membuat kamu cepat sembuh.


"Baiklah." "Kamu tidur saja, aku akan keluar.. Panggil aku kalau kamu butuh sesuatu." ucap Diki.


Starla pun lanjut tidur. Sementara Diki keluar dari sana.


Namun dua jam tertidur tiba-tiba Starla menangis. Diki terbangun karena mendengar suara tangisan Starla dia langsung ke kamar.


"Starla.. Ada apa?" tanya Diki.


"Kepala ku sangat sakit." ucap Starla. Diki memeriksa suhu badan Starla ternyata semakin panas.


"Ya ampun kok semakin panas sih." ucap Diki. Dia Mengompres lagi agar mengurangi panas tubuh Starla.


Sepanjang malam Diki Mengompres badan Starla agar tidur nya lebih nyenyak.


Berkat Diki tidur Starla sangat nyenyak sehingga pagi nya sudah membaik.


Starla memegang kepala nya yang masih terasa sakit dan berat dia melihat ke samping nya ternyata ada Diki.


Dia tidur sangat nyenyak sekali.


Starla mengingat tadi malam. Diki sama sekali tidak tidur karena dia menjaga Starla.


Starla menatap wajah Diki. "Seharusnya aku tidak mengorbankan Perasaan ku hanya karena masa lalu. Dan aku juga tidak harus menyiksa Diki seperti ini."


"Diki sangat tulus dan perhatian kepada ku. walaupun aku beberapa kali mengusir dan menyuruh nya pergi namun tetap saja dia bertahan." batin Starla.


Starla turun dari tempat tidur dan ke kamar mandi. Saat keluar dia kaget melihat Diki sudah berdiri di depan pintu.


"Kenapa kamu tidak membangun kan aku kalau mau ke kamar mandi?" tanya Diki. "Aku sudah sembuh, aku bisa berjalan sendiri.. Kelihatan nya kamu sangat nyenyak kenapa tiba-tiba bangun?"


"Aku tidak melihat kamu di samping ku. Aku takut kamu pergi." ucap Diki.. Starla diam, Diki mendekati Starla dan memeriksa suhu badan Starla.


"*sudah mendingan data biasa nya, hanya perlu istirahat banyak, minum obat dan juga makan." ucap Diki.


"Aku sudah tidak panas, aku akan kembali ke rumah.


"Kalau begitu aku akan mengantar kamu." Ucap Diki.

__ADS_1


__ADS_2