
Martin melihat itu hanya bisa tersenyum saja.
"Lagian kamu terlalu Pendiam, malu, dan sangat cuek sehingga orang lain berfikir kamu tidak mau berteman dengan mereka." ucap Martin.
Starla menoleh ke arah Martin sejenak.
"Tapi aku sudah seperti ini, maafin aku kalau sifat ku membuat tidak nyaman." ucap Starla.
"Sudah lupakan saja sebaiknya kita minum." ucap Martin. Mereka lanjut minum.
"Oh iya kak beberapa hari ini kakak kemana? Kok tidak datang ke kampus?" tanya Hima.
Starla juga menunggu jawaban dari Martin.
"Oohh itu. Saya sedang bekerja, ada masalah di kantor saya." ucap Martin.
"Oohh pasti sangat lelah bekerja sambil kuliah kan?" ucap Hima. Martin tersenyum. "Yah begitulah." ucap Martin.
"Aku sangat salut kepada kakak dan Juga Starla. Sangat cepat di tinggal oleh orang tua nya namun sampai sekarang menjadi anak yang baik." ucap Hima.
"Humm Orang tua Kakak emang nya kemana?" tanya Starla.
"Sudah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu di waktu saya masih duduk di bangku SMA." ucap Martin.
"Oohh. Maaf kak, aku tidak tau." ucap Hima.
"Tidak apa-apa." ucap Martin.
Sampai di sore hari Martin dan Hima di sana.
Sudah sore stok sudah habis warung langsung di tutup oleh Starla.
Dia langsung bersih-bersih di dapur dan merapikan semua nya. Setelah semua nya selesai dia heran karena dari tadi tidak mendengar suara Hima yang selalu mengoceh begitu juga dengan Martin yang selalu bercanda bergurau dengan Hima.
Starla berjalan ke depan dan ternyata mereka ada di ruang tamu ketiduran mungkin karena kelelahan.
Starla sangat merasa bersalah sekali.
Dia melihat Martin tidur sambil duduk, sementara Hima masih bisa berbaring di sofa yang panjang.
"Hima..." panggil Starla. Hima membuka mata nya dia melihat Starla.
"Kamu gak pulang? Nanti orang tua kamu khawatir." ucap Starla. Hima melihat jam.
"Aku harus pulang, makasih yah sudah bangunin aku." ucap Starla langsung berdiri.
__ADS_1
Dia melihat Martin.
"Seperti nya kak Martin masih lelah, biarkan saja tidur sebentar. Oh iya makanan yang aku minta mana?" tanya Hima.
Starla memberikan nya.
"Ini untuk kamu, semoga kamu suka yah. Oh iya ini upah kamu." ucap Starla memberikan uang namun di tolak oleh Hima.
"Sebagai bayaran nya Besok kamu harus Nemanin aku Nonton." ucap Hima.
"Aku gak bisa janji, karena aku harus ijin sama ibu." ucap Hima.
"Nanti aku yang ngomong sama ibu kamu, kalau begitu aku pergi dulu yah, kamu juga istirahat lah." ucap Hima.
Starla melihat Martin dia mematikan kipas angin karena sudah sangat dingin dan membawa kan selimut.
"Assalamualaikum.." Bu Irma baru saja pulang.
"Walaikumsalam..." jawab Starla.
"Ibu sudah sampai? Aku pikir ibu tidak pulang malam ini." ucap Starla.
"Maafin ibu yah sudah membuat kamu sendirian di sini." ucap Bu Irma.
"Aku gak sendirian kok Bu, ada kak Martin, Hima dan juga banyak pelanggan lain nya." ucap Starla.
"Seharian Hima dan Kak Martin membantu ku Bu." ucap Starla.
"Oohh begitu." ucap Bu Irma.
"Ternyata Martin kalau tidur semakin ganteng yah nak." ucap Bu Irma kepada Starla. Starla hanya bisa tersenyum.
"Seandainya saja kamu seumuran dengan Nak Martin, ibu pasti akan menjodohkan kalian. Tapi tidak mungkin Orang yang sangat berpengaruh seperti nak Martin mau memiliki keluarga seperti kita." ucap Bu Irma.
"Ibu pasti sangat lelah, sebaiknya ibu istirahat yah, aku juga mau istirahat." ucap Starla.
Baru saja selesai mandi Starla turun ke bawah dia kaget tidak melihat Martin di ruang tamu.
"Loh kak Martin sudah pergi?" ucap Starla. Dia melihat ke depan tidak ada mobil Martin.
"Sudah lah besok saja aku memberikan Upah dan makanan nya." ucap Starla.
"Starla." panggil Ibu nya dari dalam.
"Iyah Bu, bentar aku tutup pintu Dulu." ucap Starla.
__ADS_1
"Ada apa Bu?" tanya Starla.
"Martin sudah pergi yah?" tanya Bu Irma. "Iyah Bu." ucap Starla.
"Nih ibu beliin kamu baju." ucap Ibu nya memberikan Paper bag.
"Ya Allah Bu ini baju mahal, ibu tidak perlu membeli nya." ucap Starla karena melihat paper bag nya saja membuat Starla tau.
"Ini hadiah ibu untuk kamu karena sudah selalu ada untuk ibu. Jangan di tolak yah, ibu beli ini sudah jauh-jauh." ucap ibu nya.
Starla tersenyum dia langsung memeluk ibunya nya.
"Terimakasih banyak yah Bu." ucap Starla.
"Oh iya Ibu sudah tua, hanya kamu satu-satunya harapan ibu. Sesekali ibu ingin melihat kamu dekat dengan laki-laki." ucap Ibu nya.
"Humm maksud ibu?" tanya Starla.
"Kamu sudah Kuliah. Dari dulu sampai sekarang ibu belum pernah melihat kamu akrab dengan siapapun selain Hima. Ibu juga ingin melihat kamu memiliki pacar yang bisa melindungi kamu di luar sana." ucap Ibu nya.
"Ibu.. Aku sama sekali tidak kefikiran untuk pacaran, aku ingin fokus kuliah membahagiakan ibu dan aku ingin fokus menghabiskan waktu bersama ibu." ucap Starla.
Ibu nya terdiam, Starla jadi bingung harus ngomong apa.
"Sudah Bu jangan membahas ini, aku tidak ingin membuat ibu semakin kepikiran." ucap Starla.
Ibu nya mengangguk. Starla kembali ke kamar nya dia duduk di meja belajar nya.
"Huff ternyata jadi anak satu-satunya itu gak enak yah." ucap Starla. Dia membuka Ponsel nya.
Sebenernya selama ini dia dekat dengan salah satu Orang yang ada di dunia Maya, dia sangat terbuka kepada orang tersebut. Walaupun sebenarnya Starla tidak tau wajah nya seperti apa, dia tinggal di mana. Begitu juga dengan sebaliknya mereka hanya curhat satu sama lain melalui pesan.
Starla curhat kepada teman online nya kalau dia lagi galau karena pembicaraan nya dengan orang tua nya.
"Aku satu-satunya harapan ibu, aku harus mengikuti kemauan ibu agar ibu senang, aku juga merasa bahagia kalau ibu bahagia." ucap Starla.
"Kenapa kamu berbicara seperti itu?" balas teman nya langsung.
"Ibu meminta ku dekat dengan seseorang laki-laki yang bisa menjaga ku."
"Kalau begitu ikuti saja permintaan ibu mu. Wajar saja ibu mu meminta hal seperti itu karena dia mengkhawatirkan kamu."
"Tidak semudah itu, aku tidak mudah dekat dengan orang lain, dan aku tidak mudah suka kepada orang lain."
"Kalau begitu berpacaran lah dengan ku."
__ADS_1
Starla tersenyum.
"Hum kamu selalu mengatakan hal seperti itu, namun kamu tidak pernah datang menemui ku, tapi sebaiknya jangan deh aku takut setelah melihat ku kamu tidak mau berteman dengan ku." ucap Starla.