
Diki melanjutkan makan. "Dari pada kamu banyak baca Novi sebaiknya kamu membaca buku pelajaran saja." ucap Starla karena dia tau Diki sangat suka dengan Novel dari dulu.
"Kamu diam saja." ucap Diki, Starla langsung memasang wajah kesal.
Tidak beberapa lama Kawan-kawan Martin datang.
"Loh itu Diki kan dengan gadis yang sering di bully nya." salah satu dari mereka menunjuk ke arah Diki dan Starla.
"Iyah kamu benar." ucap mereka. Mereka mendekati Diki dan Starla.
Melihat mereka datang Starla langsung memberikan salam. Sementara Diki memasang wajah datar, dia tidak Perduli dengan mereka semua.
Starla asik berbicara dengan mereka sementara Diki memilih diam saja.
Karena sudah waktunya masuk ke dalam kelas Diki pergi tanpa mengatakan apapun.
"Kak aku masuk ke kelas dulu yah." ucap Starla langsung mengejar Diki.
"Diki tunggu dulu, kenapa kamu meninggalkan aku di sana?" tanya Starla.
"Sudah waktunya masuk ke kelas." ucap Diki. Starla berdiri di depan Diki.
"Kok kamu tiba-tiba diam sih waktu mereka datang? Kamu sama mereka gak baik yah?" tanya Starla.
"Sudah tidak perlu bahas itu." ucap Diki. Starla menghela nafas panjang sambil menatap Diki.
"Huff kamu benar-benar sangat aneh." ucap Starla.
"Sebaik nya kita masuk saja ke dalam." ucap Diki merangkul pundak Starla membuat semua orang yang melihat nya heran.
Starla langsung melepaskan tangan Diki.
"Lepaskan! Aku tidak enak kalau di lihat sama Laura." ucap Starla.
"Kamu tidak perlu memikirkan dia." ucap Diki.
Dia tidak melihat Laura di dalam kelas.
Starla langsung duduk di kursi nya sambil menunggu Hima datang.
Di siang hari nya Starla membalas pesan dari Martin mengajak nya untuk makan siang bersama namun Starla menolak nya dengan alasan dia ada janji makan bersama dengan teman-teman nya.
Martin tidak memaksa nya.
"Hima kamu mau ikut makan siang sama aku dengan Diki gak?" tanya Starla.
"Dengan Diki?" tanya Hima sambil melihat Diki yang sudah berjalan ke arah mereka.
"Iyah, kamu mau yah." ucap Starla. "Tapi.."
"Sudah ikut saja Hima, biar semakin ramai." ucap Diki. Akhirnya Hima ikut.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di tempat makan yang tidak jauh dari kampus.
Hima, Starla dan Diki mendadak jadi sangat dekat, karena kalau Diki sudah nyaman berteman dia tidak akan sedingin sebelum nya.
__ADS_1
Di sore hari nya Starla pulang bersama Hima.
Karena Hima mau menjenguk ibu Starla.
"Aku gak nyangka deh kalau ternyata Diki itu baik yah." ucap Hima.
"Aku juga tidak habis pikir dengan sifat nya yang sekarang mendadak baik." ucap Starla.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah Starla.
"Assalamualaikum Ibu."
"Walaikumsalam." jawab ibu nya dari arah dapur.
"Loh kok Ibu di dapur? Ngapain ibu?" tanya Starla.
"Ini loh ibu mau meracik-racik bumbu." ucap Ibu nya. Ternyata Karyawan baru itu sudah datang dia orang.
Starla sangat senang.
"Lihat deh Bu, aku pulang sama siapa." ucap Starla. Ibu nya melihat ke arah Hima.
Ibu nya langsung meninggalkan pekerjaan nya dan duduk bersama Hima dan Starla.
Cukup lama Hima ada di sana, Starla juga berbincang-bincang tentang yang lain nya karena jarang-jarang Hima bisa datang ke sini.
"Oh iya Starla aku ada rencana bagaimana kalau libur nanti kita jalan-jalan?" tanya Hima.
"Jalan-jalan, kemana?" tanya Starla.
"Yahh aku bosan kalau hanya di sini-sini saja." ucap Starla.
"Bagaimana kalau kita ke Pantai? Tapi tempat ini cukup jauh." ucap Hima.
"Boleh juga tuh." ucap Starla.
"Oh iya kamu ajak Diki saja, aku juga mau ngajakin teman cowok aku." ucap Hima.
"Diki?" ucap Starla.
"Oh iya pacar kamu kan kak Martin, kamu ajak kak Martin saja." ucap Hima.
Starla terdiam sejenak dia jadi pusing mengajak siapa.
"Ya udah kalau begitu aku pulang dulu yah."
Di malam hari nya Starla baru selesai mandi dia langsung keluar dia melihat Martin sudah ada di ruang tamu bersama ibu nya.
"Akhirnya kamu selesai mandi, sini temanin Martin, ibu mau ke dapur dulu." ucap Ibu nya.
"Bu jangan terlalu lelah Bu, ibu baru saja sembuh." ucap Starla.
"Ibu hanya melihat saja nak." ucap ibu nya.
"Apa ibu Sud minum obat?" tanya Starla.
__ADS_1
"Sudah." Ibu nya langsung ke dapur.
Starla duduk di samping Martin. "Kenapa kakak melihat ku seperti itu?" tanya Starla.
"Kamu sangat cantik." ucap Martin. Starla tersenyum sambil mengucapkan terimakasih.
"Oh iya ini untuk kamu." Martin memberikan paper bag.
"Ini apa?" tanya Starla. "Buka saja."
Starla membuka nya, ternyata isi nya adalah perintilan pelengkap makeup.
"Loh kakak membeli ini?" tanya Starla. Martin mengangguk.
"Saya membeli sesuatu ke luar, tidak sengaja melewati toko itu. Kebetulan sekali melewati toko yang menjual ini. Saya melihat Kamu sering sekali makeup akhir-akhir ini." ucap Martin.
"Kakak baik banget." ucap Starla.
Martin tersenyum.
"Kakak lanjut dulu, aku buatin kopi yah." ucap Starla.
Martin mengangguk.
"Kamu dengan nak Martin sudah pacaran yah?" tanya ibu nya. Starla tersenyum dia mengangguk.
"Ibu sangat senang mendengar nya nak, semoga saja kamu dengan nak Martin selalu bahagia yah nak." ucap Ibu nya.
"Aku tidak tau kenapa dengan perasaan ku seperti ini sekarang, aku merasa sangat bersalah karena tidak benar-benar menginginkan hubungan ini." ucap Starla.
"Huff aku tidak tau harus apa." ucap Starla. Tidak beberapa lama kembali membawa kopi untuk Martin.
"Nih minum dulu kak." Dia duduk di depan Martin dan sambil membuka handphone nya.
Martin mencicipi kopi buatan Starla.
"Huff saya pikir saya bisa fokus di sini, namun ternyata tidak sama sekali. Starla selalu mengalihkan perhatian saya." batin Martin.
Starla menoleh ke arah Martin namun Martin langsung menunduk kan kepala nya dan pura-pura fokus pada laptop nya.
Starla tersenyum tipis karena tau Martin mencuri-curi pandang.
"Kalau kakak ingin melihat ku lihat saja, kalau fokus belajar ya sudah fokus belajar saja." ucap Starla.
Martin menghela nafas panjang.
"Kamu benar-benar sangat menarik sekali di mata saya sehingga saya tidak bisa tidak melihat kamu satu detik saja." ucap Martin.
"Huff sungguh kata-kata yang lebay." ucap Starla.
"Kamu tidak percaya?" tanya Starla. Martin tersenyum kepada Starla sehingga Starla malu di tatap seperti itu.
"Huff pantesan saja kopi ini tambah manis karena yang membuat nya juga sangat manis." ucap Martin.
Martin mencolek Pipi Starla.
__ADS_1
"Ekhem-ekhem." tiba-tiba Bu Irma datang. Martin langsung duduk di kursi nya dengan benar.