
"Baiklah kak, selamat malam." ucap Starla dia sudah sangat lega mendengar Martin baik-baik saja.
Setelah selesai menelpon dengan Martin telpon langsung mati.
"Kenapa kamu tidak mengobati luka mu?" tanya Martin kepada Diki karena melihat luka nya tidak kunjung sembuh sementara luka di wajah nya sudah sembuh.
Diki tidak menjawab dia langsung pergi meninggalkan Martin.
Berjalan ke kamar nya dia melihat ponsel nya ada pesan dari Starla.
"Makasih yah." ucap Starla. Diki tersenyum walaupun dia hanya di ucapkan terimakasih.
"Aku rasa aku sudah gila, kenapa aku tiba-tiba cemburu melihat Starla dekat dengan kak Martin." ucap Diki.
Di pagi hari yang cerah Starla tersenyum melihat Martin datang.
"Ternyata kakak sudah sembuh, aku sangat khawatir kepada kakak." ucap Starla.
"Apa yang harus kamu khawatir, tidak perlu khawatir." ucap Martin.
Starla langsung memeluk Martin.
"Sudah-sudah tidak apa-apa." ucap Martin menepuk bahu Starla.
"Oh iya kak selama beberapa hari ini kakak ke mana?" tanya Starla. "Hanya di kantor. Tidak ada kemana-mana." ucap Martin.
"Apa kamu merindukan saya?" tanya Martin.
"Humm aku sangat merindukan kakak, selain aku ada satu orang lagi yang sangat ingin bertemu dengan Kakak." ucap Starla.
"Siapa?" tanya Martin.
"Ada deh, ayo ikut dulu." ucap Starla.
"Tunggu dulu, warung kok belum buka? Dan di depan kok ada tulisan tutup sementara?" tanya Martin.
"Iyah kak lagi tutup untuk sementara." ucap Starla.
"Tidak biasanya, ada apa?" tanya Martin.
"Ibu sakit tiba-tiba. Sudah dari kemarin Sampai sekarang dia masih sakit. Jadi aku memutuskan untuk menutup warung sampai mendapatkan karyawan baru." ucap Starla.
"Kenapa kamu tidak berbicara langsung kepada saya? Kenapa kamu tidak membawa ibu ke rumah sakit?" tanya Martin.
"Aku ingin membawa nya kak, namun ibu tidak mau. Aku sudah meminta dokter datang kok." ucap Starla.
"Sekarang ibu sangat ingin bertemu dengan kakak." ucap Starla.
"Tapi bentar lagi kamu ada jam kuliah." ucap Martin.
"Gak apa-apa kok kak aku bisa naik Ojek, kakak masuk saja." ucap Starla.
Martin mengangguk. Starla pun juga harus berangkat ke kampus.
Sesampainya di kampus dia membayar Ojek nya, tidak beberapa lama juga Diki baru saja datang dia berhenti tepat di dekat Starla.
"Kamu juga baru sampai?" tanya Starla.
__ADS_1
Diki mengangguk. Setelah itu mereka berdua masuk bersama ke kelas.
Semua orang heran melihat mereka sekarang sudah benar-benar akrab sekali.
"Aku tidak habis pikir dengan mereka berdua, setelah beberapa lama mereka tidak pernah akur sama sekali namun tiba-tiba saja mereka menjadi sangat akrab sekali." ucap Semua anak kuliah yang melihat nya.
"Hima.." sapa Starla yang sedang bad mood.
"Kenapa kamu cemberut saja? Apa yang salah?" tanya Starla.
"Aku sangat sedih." ucap Hima.
"Kamu sedih karena apa?" tanya Starla.
"Aku sedih karena sekarang aku sudah di selingkuhin." ucap Hima.
"Hah! Maksud kamu gimana? Apa yang kamu maksud?" tanya Starla.
"Apa selama ini kamu memiliki pacar? Apa kamu tidak jujur kepada ku Selama ini kamu pacaran?" tanya Starla.
"Kamu bicara apa sih?" ucap Hima semakin sedih.
"Jadi gimana? Aku tidak paham." ucap Starla.
"Kamu yang sudah selingkuh!" ucap Hima.
Starla semakin kaget.
"Maksud kamu gimana sih Hima aku tidak mengerti. Apa kamu mengira selama ini kita pacaran? Aku masih waras." ucap Starla.
"Iyah aku tau, maksud aku itu kamu sudah menyelingkuhi aku, kamu mengabaikan aku karena kamu sekarang sudah banyak teman dan sekarang kamu sudah dekat dengan kak Martin dan juga Diki." ucap Hima.
"Kamu langsung memotong pembicaraan ku, bagaimana aku bisa menjelaskan nya langsung?" tanya Hima.
"Aku tidak pernah menduakan kamu Hima, bukan nya biasa nya kita selalu seperti ini?" ucap Starla.
"Tapi tetap saja aku sangat cemburu pada kedekatan kamu dengan Diki." ucap Hima.
"Maksudnya?"
"Kamu lihat noh pacar nya lagi ngambek karena cemburu melihat kamu dekat-dekat dengan Diki." ucap Starla.
"Apa yang salah? Aku dengan Diki tidak ada hubungan apapun." ucap Starla.
"Biarkan saja, biar tau rasa dia." ucap Hima.
"Huff ternyata kamu juga senang melihat nya seperti itu." ucap Starla. Hima diam.
"Aku dengan Diki tidak ada hubungan apapun, lagian Diki juga cuek-cuek aja, hanya saja sekarang dia tidak jahat lagi." ucap Starla.
"Tapi kalau di lihat-lihat Diki suka sama kamu Starla, apa kamu tidak mengerti dengan cara dia menatap kamu?" tanya Hima.
"Huff sudah berulang kali kamu mengatakan itu, aku sudah bosan mendengar nya." ucap Starla.
"Hum kamu tidak percaya di bilangin sih, kita lihat saja nanti." ucap Hima.
Tiba-tiba dosen masuk ke dalam.
__ADS_1
Martin baru saja berangkat dari rumah Starla ke kantor nya.
Sesampainya di kantor nya dia lanjut bekerja.
Tidak terasa hari sudah Sore.
"Diki!" panggil Starla.
Diki berhenti dia menoleh ke arah Starla.
"Kenapa?" Tanya Starla.
"Hummm aku mau nepatin janji aku kemarin." ucap Starla.
"Janji apa?" tanya Diki.
"Apa kamu lupa?" tanya Starla.
Diki diam sejenak. "Aku sudah berjanji mau ngajak kamu makan bersama hari ini dan aku yang membayar nya." ucap Starla.
"Bagaimana dengan Hima?" tanya Starla.
"Tidak apa-apa aku juga sedang terburu-buru mau pulang." ucap Hima langsung pergi meninggalkan Diki dan Starla.
"Pacar kamu kemana? Gak mau sekalian di ajak? Aku gak apa-apa kok." ucap Starla.
"Dia sudah pulang duluan." ucap Diki.
"Loh kok pulang duluan sih?" tanya Starla.
"Tidak apa-apa, kalau begitu ayo mencari makan, kebetulan saya belum makan dari siang tadi." ucap Diki.
Starla mengangguk namun tiba-tiba handphone nya berdering.
"Tunggu dulu ." dia berhenti menjawab telpon dari Martin.
"Halo kak."
"Kamu di mana Starla?"
"Ini masih di kampus baru saja mau pulang." ucap Starla.
"Pas banget, nih saya sudah di depan gerbang kampus, sebaiknya kamu segera keluar saya mau ngajakin kamu makan." ucap Martin.
"Tapi kak."
"Sudah tidak ada tapi-tapian, sebaiknya kamu ikut saja." ucap Martin dan setelah itu langsung mematikan telepon nya.
"Kalau begitu kamu pergi lah dengan kak Martin, aku bisa pergi sendiri." ucap Diki.
"Aku tidak tau kalau kak Martin mendadak, aku minta maaf yah, aku jadi gak enak deh kalau seperti ini." ucap Starla.
"Sudah tidak apa-apa." ucap Diki.
"Ya udah Kalau begitu aku pergi dulu yah." ucap Starla langsung pergi.
Setelah Starla pergi dia menghela nafas panjanG.
__ADS_1
"Ada saja yang membuat aku kesal kepada kak Martin." ucap Diki.