
Starla pergi namun di tahan oleh Diki. "Starla aku sangat mencintai kamu, aku mohon jangan tinggalkan aku." ucap Diki.
Dia memaksa Starla masuk ke dalam mobil nya.
"Lepaskan aku!" tiba-tiba Hima datang dia menyelamatkan Starla.
"Kamu jangan macem-macem yah Diki! Ayo Starla kita pergi." ucap Hima membawa Starla ke dalam mobil.
"Hima kamu jangan ikut campur dengan hubungan kami." ucap Diki.
"Aku harus ikut campur karena kamu sudah menyakiti teman ku." ucap Hima.
"kalian salah paham, aku akan membuktikan kalau aku dengan perempuan itu tidak ada hubungan apapun. Dia adalah karyawan di Cafe ku, kebetulan malam itu aku tidak ada teman untuk makan aku sekalian ngajak dia." ucap Diki.
Namun mereka tidak mau mendengar kan nya. Mereka masuk ke dalam mobil meninggalkan Diki yang berusaha menjelaskan.
Diki tidak tau harus apa. Tiba-tiba ada teman nya datang.
"Bro gua dah tau siapa yang menyebarkan foto itu." ucap Teman nya. Setelah Diki tau dia langsung mencari Laura.
Dan ternyata Laura sudah pulang, dia langsung menyusul ke rumah nya Laura.
"Permisi Om, Tante ada Laura?" tanya Diki.
"Laura? Dia ada di dalam kamar nya. Sebentar yah Tante panggil dulu." ucap orang tua nya.
Laura turun dia melihat Diki.
"Ngapain kamu ke sini?" tanya Laura.
"Kita perlu keluar dan berbicara." ucap Diki. "Aku tidak mau." ucap Laura. "Baiklah kalau begitu aku akan membuat orang tua kamu tau Kelakuan kamu." ucap Diki.
"Mau kamu apa sih?" ucap Laura.
"Justru aku yang harus nanya seperti itu sama kamu, apa maksud kamu mengedarkan foto dan membuat semua orang percaya kalau aku sudah putus dengan Starla?" tanya Diki.
"Loh bukannya benar? Kamu. tidak pernah lama berhubungan dengan perempuan mana pun, apalagi Starla perempuan yang sangat culun, jelek dan juga miskin." ucap Laura.
"jaga bicara kamu yah Laura! Jangan sampai aku emosi." ucap Diki.
"Semua nya impas bukan? Kamu dulu sudah mempermalukan aku karena meninggalkan aku begitu saja." ucap Laura.
"Jadi kamu balas dendam hanya karena itu?" tanya Diki.
__ADS_1
"Hanya! kata kamu? itu sangat menyakiti aku biar kamu tau!" ucap Laura.
"Kamu memilih perempuan jelek itu dari pada aku." ucap Laura.
"Itu adalah masalah kita, itu tidak ada hubungan nya dengan Starla. Dan sekarang kamu membuat hubungan ku hancur dengan Starla." ucap Diki.
Laura tertawa. "Bagus deh kalau begitu, aku berfikir hanya menjelekkan nama kamu saja cukup, dan ternyata tuhan berpihak kepada ku sehingga akhirnya kedua nya tersakiti." ucap Laura.
"Kamu benar-benar yah Laura!" ucap Diki.
"Apa? Kamu mau marah sama aku? Silahkan! Ini semua karena kamu."
"Laura!"
"Kalau bukan sifat kamu yang buruk itu tidak mungkin kamu mengalami hal seperti ini!" ucap Laura. Diki terdiam.
"Sebenarnya kalau di lihat-lihat itu Starla sangat kasihan karena menjadi pacar kamu, aku yakin dia pasti sangat menderita karena pria seperti kamu tidak pantas bersama perempuan yang berhati tulus." ucap Laura.
"Oh iya seperti nya perempuan yang di foto itu target kamu selanjutnya yah? Ingat kamu akan terus mendapatkan karma nya kalau kamu tidak berhenti seperti ini." ucap Laura.
"Sebelum menyalah kan orang lain kamu harus ngaca, kamu ingat semua kelakuan dan kejahatan kamu." ucap Laura.
"Sebaiknya kamu pergi dari rumah aku, pergi dari sini sekarang juga dan jangan pernah datang." ucap Laura.
"Aku lega karena Starla tidak semakin dalam tersakiti." ucap Laura.
"Diam kamu! Kamu benar-benar yah." ucap Diki. Tidak tahan berdebat dengan Laura akhirnya dia pun pergi dari sana.
"Aaarrggghhh!!!!!" Diki kesal setelah sudah di dalam mobil nya.
Laura menghela nafas panjang. "Selama dengan ku dia sudah jalan diam-diam dengan perempuan lain." ucap Laura.
"Loh kok Diki sudah pergi?" tanya Mamah nya. "Iyah mah, dia ada urusan mendadak." ucap Laura berbohong.
"Huff padahal mamah baru saja bikin jus." "Untuk aku saja mah." ucap Laura langsung meminum nya.
Diki menghela nafas panjang dia pulang ke apartemen nya terlebih dahulu. Tidak beberapa lama akhirnya sampai membaringkan tubuh nya di kasur.
Dia menelpon nomor Starla namun tidak aktif. Tiba-tiba ada pesan masuk ke handphone nya dari Hima.
"Jangan ganggu Starla lagi, aku mohon. Dia sedang menyiapkan diri untuk Olimpiade, Ku harap kamu mengerti." pesan dari Hima.
Diki menelpon Hima namun di tolak, di coba lagi namun tidak aktif.
__ADS_1
"Seperti nya sudah di blokir." ucap Diki.
Diki sama sekali tidak bisa tenang, dia tidak tau harus apa.
Karena tidak tenang di apartemen dia pergi ke Cafe. Sampai di Cafe seperti biasa Jihan selalu menyambut nya dengan baik dan ceria sekali.
"Seharusnya aku tidak mengajak Jihan tadi malam, hanya karena ingin ada teman aku jadi mendapatkan masalah seperti ini." ucap Diki.
Jihan bingung karena Diki melewati nya begitu saja.
"Ada apa dengan kak Diki?" tanya Jihan. Teman nya menggeleng kan kepala nya.
"Kakak kenapa? Kakak lagi ada masalah?" tanya Jihan. Diki menghela nafas di sambil menunduk kan kepala nya.
Terlihat sangat lesu sekali.
"Starla salah paham karena tadi malam kita makan malam.. Seseorang mengambil foto kita dan menyebar kan nya." ucap Diki.
Jihan dan teman nya yang mendengar itu pun terkejut. "Dan sekarang Starla minta putus." ucap Diki.
"Ini hanya kesalah pahaman, namun semua nya jadi seperti ini." ucap Diki.
"Bagus deh kalau kak Diki dengan perempuan itu sudah putus." Batin Jihan.
"Kakak yang sabar yah. Mau bagaimana lagi semua nya sudah terlanjur." ucap Jihan.
"Kenapa kakak tidak mencari cara menjelaskan dan membuktikan kepada pacar kakak itu hanya salah paham." ucap teman nya yang menjadi cheff.
"Kamu tidak perlu memberikan saran seperti itu." bisik Jihan.
"Tidak mungkin aku mengganggu dia, sebentar lagi dia akan olimpiade." ucap Diki. Teman nya menggeleng kan kepala bingung.
Dia menarik tangan Jihan ke belakang.
"Sakit Tau!"
"Ini semua ide kamu kan?"
"Apa-apaan sih? Ide apa? aku saja tidak tau."
"Bagaimana kamu tidak tau? Sudah jelas kak Diki memiliki pacar kamu Masih saja mendekati dia!"
"Bukan aku yang ngajak kak Diki untuk makan malam, Kak Diki yang ngajak. Aku sebagai karyawan yang baik tidak mungkin aku menolak." ucap Jihan.
__ADS_1
"Lagian kenapa sih pada heboh, bukan urusan kita juga kali, bagus dong kalau mereka sudah putus, aku memiliki kesempatan." ucap Jihan.