Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 52


__ADS_3

Kebetulan lagi di dekat taman mereka duduk bersama di sana.


Karena Tengah hari jadi cukup terik sekali.


Diki melihat Starla yang sangat suka dengan eskrim itu.


"Umur kamu saja yang sudah tua, namun sifat tetap sama seperti anak kecil!" ucap Diki.


"Aku belum tua." ucap Starla.


Starla melihat gulali lewat, bentuk nya sangat lucu-lucu, dia merabah saku celana nya namun tidak ada uang.


Dia menoleh ke arah Diki. "Kamu jadi laki-laki kok gak peka banget sih? Bagaimana pacar kamu bahagia kalau kamu sangat pelit seperti ini, pantesan saja kamu putus dengan Laura." ucap Starla.


Diki menghela nafas panjang. "Kamu mau apa? Bilang saja jangan mencari masalah." ucap Diki.


"Mau itu!" ucap Starla menunjuk ke arah penjual gulali.


Diki menghela nafas panjang. "Baiklah kalau begitu kamu tunggu di sini." ucap Diki.


Dia memanggil Bapak itu dan membeli satu gulali yang berbetuk hati.


"Hanya satu saja? Gulali di sini sangat murah, kamu sangat pelit sekali." ucap Starla.


"Ini sudah besar sekali. Mana mungkin kamu bisa menghabiskan nya." ucap Diki.


"Kata siapa? Ini hanya sebentar saja sudah habis." ucap Starla.


Diki menghela nafas panjang. Dia mengejar pak penjual itu lagi untuk mendapatkan Gulali.


"Saya membeli semua nya Pak." ucap Diki dan memberikan uang lebih kepada bapak itu.


Bapak itu sangat berterimakasih. Dia mengucap kan terimakasih kepada Diki yang sudah membantu menghabiskan dagangan nya yang masih sangat banyak.


"Nih!" ucap Diki memberikan semua nya kepada Starla.


"Banyak banget Diki? Aku tidak minta sebanyak ini juga!" ucap Starla.


"Habis kan saja! Jangan sampai ada yang tersisa." ucap Diki. Abel menghela nafas panjang.


"Ya udah deh kamu juga sudah membeli nya." ucap Abel.


Dari tadi Abel menghabis kan Gulali yang pertama namun tak kunjung habis.


"Kenapa kamu melihat ku seperti itu?" tanya Starla kepada Diki.


Diki langsung mengalihkan pandangannya dan menggeleng kan kepala nya.


"Tidak ada." ucap Diki. Starla menghela nafas panjang melihat gulali yang masih sangat banyak.


"Adik-adik sini deh." panggil Starla melihat anak-anak melintas di depan nya.


Diki melihat Starla memanggil mereka.


"Ngapain kamu dengan mereka?" tanya Diki.


"Sudah kamu diam saja." ucap Starla.


"Apa kak?" tanya anak-anak.

__ADS_1


"Kakak ada pertanyaan nih, kalau kalian benar dapat gulali." ucap Starla.


"Pertanyaan apa kak?" tanya Anak-anak.


"Ayo berbaris." ucap Starla.


mereka berbaris. Starla awalnya bertanya tentang pelajaran semua nya.


Dan ada yang benar ada juga yang salah. Masih banyak yang tersisa Starla bingung harus bertanya apa lagi karena mereka banyak yang tidak tau.


"Kamu punya pertanyaan gak buat mereka? Aku sudah kehabisan ide." ucap Starla kepada Diki.


"Humm adik-adik sini deh," Diki meminta anak laki-laki itu mendekati nya.


"Menurut kamu om ganteng gak?" tanya Diki.


Starla mendengar itu hanya bisa menghela nafas panjang.


"Kamu kasih pertanyaan yang lain! Jangan seperti ini!" ucap Starla.


"Tidak ada pertanyaan lain!" ucap Diki.


"Kakak ganteng kok " ucap anak laki-laki itu. Diki tersenyum dia langsung memberikan gulali.


"Selanjutnya."


"Menurut kamu kakak ini cantik gak?" tanya Diki kepada anak perempuan selanjutnya sambil menunjuk ke arah Starla.


Anak itu memerhatikan Starla.


"Sangat cantik, namun akan lebih cantik Tampa menggunakan Make-up." ucap Anak perempuan itu.


"Sebaiknya kita pulang saja." ucap Diki.


"Tunggu dulu, aku masih pengen di sini." ucap Starla menahan Diki.


"Apa yang mau kita lakukan di sini?" tanya Diki.


"Apa kamu tidak melihat Anak-anak yang bermain di sana? Mereka sangat betah di sini." ucap Starla.


"Mereka anak-anak." ucap Diki. Starla menghela nafas panjang.


"Tunggu sebentar lagi." ucap Starla sambil membuka handphone nya.


"Huff kak Martin sampai sekarang tidak membalas pesan ku." ucap Starla. Diki hanya diam saja.


"Kalau kamu tidak mau pulang aku akan pulang sendiri." ucap Diki langsung berdiri.


"Diki! Diki tunggu dulu bisa gak sih? Kamu gak sabaran banget!" ucap Starla mengejar Diki.


Mereka akhirnya pulang dari sana, tidak beberapa lama sampai di rumah.


"Kenapa sangat lama sekali Nak? Ibu kefikiran." ucap Bu Irma setelah melihat mereka sudah pulang.


"Tadi singgah sebentar di taman Bu." ucap Starla. "Oohh." ucap Bu Irma.


"Nak Diki gak masuk?" tanya ibu nya.


"Enggak Bu, dia sudah mau pulang, nih aku mau ngambil tas nya.

__ADS_1


Di malam hari nya Starla masih menunggu kabar dari Martin.


Beberapa hari kemudian tepat hari Sabtu pesan Starla sudah di balas oleh Martin.


Kebetulan Starla lagi bersama Hima.


"Akhirnya kak Martin membalas pesan ku." ucap Starla.


"Maaf yah Starla, kakak baru membalas pesan kamu, kakak sangat sibuk.. Nanti kalau ada waktu saya akan datang bertemu dengan kamu." pesan dari Martin.


"Iyah kak, tapi kakak baik-baik saja kan?" Pesan itu tak kunjung di balas.


"Diki!" panggil Hima memanggil Diki yang kebetulan lewat.


"Iyah kenapa?" tanya Diki.


"Huff judes banget sih, sini duduk Bareng kita, kamu mau kemana?" tanya Hima.


Diki melihat ke arah teman-teman nya.


"Kalian pergi lah lebih dulu." ucap Diki. dia ikut bergabung dengan Starla dan Juga Hima.


Diki melihat Starla sangat fokus ke pada handphone nya.


"Dia sedang bahagia karena kak Martin sudah membalas pesan nya." ucap Hima.


Diki mengingat kalau tadi malam Martin sudah pulang bersama kekasih nya itu.


Cukup lama Diki berbincang-bincang dengan Hima setelah itu mereka kembali ke rumah masing-masing.


"Diki apa Kak Martin sudah pulang?" tanya Starla di dalam mobil karena Diki mengantarkan Starla pulang hari ini.


Diki terdiam sejenak. "Apa kamu tidak mendengar aku?" tanya Starla.


"Humm aku mendengar nya." ucap Diki.


"Apa kak Martin sudah pulang? Ini sudah satu Minggu lebih dia tidak pulang. Sekarang dia sudah membalas pesan ku aku yakin dia pasti sudah pulang." ucap Starla.


"Iyah, dia sudah pulang." ucap Diki.


"Kok kamu gak ngasih tau aku sih? Kamu tau sendiri setiap hari aku mencari nya." ucap Starla.


"Kamu tidak bertanya kepada ku." ucap Diki.


"Huh kamu nyebelin banget sih!" ucap Starla.


Sesampainya di rumah Starla langsung turun dari mobil tidak lupa mengucapkan terimakasih walaupun Deng nada kesal.


"Starla-starla." ucap Diki.


Diki pun langsung pulang ke rumah nya. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.


Dia sudah langsung di sambut oleh kekasih kakak nya.


"Kamu sudah pulang?"


Diki mengangguk saja.


Tidak mengatakan apapun dia langsung masuk ke dalam kamar nya.

__ADS_1


__ADS_2