Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 80


__ADS_3

"Terserah mereka saja mau berbicara tentang apa." ucap Starla.


Hima menghela nafas panjang.


"Sudah biarkan saja." ucap Starla mencoba berusaha untuk tenang.


"Starla aku sebenarnya cukup kaget mendengar kamu berkencan dengan Diki, apa kamu tidak mau menceritakan nya kepada ku?" tanya Hima.


"Cerita nya cukup panjang, namun aku sadar kalau aku mencintai Diki buka kak Martin." ucap Starla.


"Humm tapi pagi ini kamu bertemu dengan kak Martin. Dan tidak sengaja aku dengan Diki melihat nya." ucap Hima.


"Apa?" Starla terlihat sangat kaget sekali.


"Sebenarnya itu salah ku, aku mau mencari kamu ke ruangan OSIS saja." ucap Hima.


Starla tidak bisa mengatakan apapun dia langsung mencari Diki. Dari jauh dia melihat Diki sedang bergabung dengan teman-teman nya.


Diki menyadari Starla datang namun dia hanya tersenyum dan kembali fokus pada teman-teman nya.


Terpaksa Starla menunggu, dia tidak mau menggandeng Diki bersama teman-teman nya.


"Starla." Panggil Martin. Starla melihat Martin dan menyusul nya. Diki menyadari itu namun dia memilih untuk diam saja.


"Ada apa kak?" Tanya Starla.


"Hum apa kamu sudah makan? Kamu mau makan di luar?" tanya Martin.


Starla menggeleng kan kepala nya. "Aku sudah janji dengan Hima." ucap Starla. "Oohh begitu yah." ucap Martin.


"Ya udah kalau begitu Saya permisi dulu." ucap Martin kepada Starla dan pergi dari sana.


"Kenapa aku merasa seperti kak Martin menyimpan sesuatu di pikiran nya yah? Apa kak Martin memiliki masalah? Ini tidak seperti dia yang sebelumnya." ucap Starla.


Setelah pulang dari kampus Starla mampir di apartemen pacar nya.


"Kamu tidak perlu nganterin aku pulang, aku akan pulang naik gojek nanti nya." ucap Starla.


Diki mengangguk mereka masuk ke dalam.


"Bagaimana dengan rencana kamu malam ini?" tanya Diki.


"Jadi kok." ucap Starla.


"Apa Hima nya mau?" tanya Diki.


"Jelas mau dong, dia sudah telponan dengan pria yang mau kencan dengan nya hari ini." ucap Starla.


"Kamu saja yah yang pergi, aku ada janji dengan teman ku."

__ADS_1


"Yahh kok gitu sih? Kalau aku sendiri ke sana trus pasangan ku siapa?" tanya Starla. "Tapi..." Sebenarnya Diki bukan ada janji tapi mengurus kerjaan nya.


"Tidak ada alasan, bisa gak sih teman kamu besok aja, dan kamu tau tempat yang sudah di janjikan itu adalah Cafe yang sedang trend, banyak di kunjungi anak muda." ucap Starla.


"Ya udah deh." ucap Diki.


"Ini masih jam satu siang, aku sangat ngantuk aku mau istirahat dulu." ucap Starla duduk di sofa dan berbaring.


Diki hanya melihat nya saja sambil memasang wajah datar.


Starla Menatap Diki.


"Kamu tidak capek? Istirahat saja di kamar." ucap Starla.


"Kenapa kamu tidur di sofa? Kenapa tidak tidur di kamar?" tanya Diki. Starla menggeleng kan kepala nya dia sudah ngantuk dan sekarang sudah tidur.


Diki menghela nafas panjang melihat itu.


"Kamu benar-benar keras kepala." ucap Diki dia menggendong Starla ke kamar.


"Kamu mau kemana? Ayo tidur." ajak Starla menahan tangan Diki. Diki melepaskan perlahan dia mencium bibir Starla.


"Tidur yang nyenyak yah." ucap Diki. dia menukar pakaian nya dan segera pergi dari sana.


"Malam nanti aku tidak akan bisa ke Cafe, sebaiknya aku pergi sekarang masih ada waktu beberapa jam lagi." ucap Diki.


Dia baru saja sampai di Cafe nya sendiri.. Yang sudah beberapa bulan berdiri namun baru sekarang berjayanya.


Martin mengetahui itu setelah semua nya sudah lancar, dia benar-benar salut dengan adiknya.


"Kak Diki.." ucap Kasir nya yang sedang bekerja namun kaget karena Diki di sana, dia tidak tau kalau bos nya akan datang.


Diki tersenyum. "Bagaimana keadaan Cafe?" tanya Diki.


"Sangat ramai Kak, kita bahkan kewalahan melayani nya." ucap Jihan.


Diki tersenyum. "Kalau begitu saya akan menukar kan posisi kamu. Kamu bisa bantu yang lain." ucap Diki.


Jihan mengangguk. Diki menjadi kasir.


Melihat orang sangat ramai membuat dia sangat senang sekali.


Diki berjalan ke arah Dapur dia melihat menu-menu pesanan di Masak oleh chef di belakang.


"Apa menurut kamu menu-menu ini semua sudah membosankan?" tanya Diki kepada chef yang ternyata itu teman nya sendiri.


"Bagi saya tidak kok, sangat banyak yang minat."


"Saya memiliki dua menu yang sangat bagus." ucap Diki.

__ADS_1


"Wahh bagus banget, Semakin banyak menu semakin bagus." ucap teman nya itu.


Karyawan di Cafe itu hanya empat orang dan itu tidak memiliki shift. Mereka bekerja dari Siang sampai tengah malam saja.


Mereka sangat nyaman bekerja di sana, selain gaji yang tinggi, tempat nyaman dan Fasilitas tempat tinggal di berikan.


Yahh walaupun sebenarnya Diki menumpang ke perumahan milik kakak nya.


"Kak Diki silahkan di minum." ucap Jihan memberikan Minuman kepada Diki yang sibuk di meja kasir.


"Terimakasih banyak Jihan."


"Kalian istirahat saja, pelanggan juga sudah mulai sepi." ucap Diki.


Jihan duduk di samping Diki, dia juga menjelaskan beberapa pengeluaran, pemasukan.


Diki benar-benar sangat puas dengan hasil kerja keras mereka di sana.


"Kak menurut ku kakak harus mencari karyawan laki-laki. kita semua perempuan." ucap Jihan.


"Loh bukannya kalian yang tidak mau tambah karyawan Apa lagi laki-laki?" ucap Diki.


"Iyah kak, itu dulu. Tapi sekarang pekerjaan nya semakin berat, kamu rela deh turun gaji." ucap Jihan.


Diki terdiam sejenak. "Baiklah saya akan memikirkan nya nanti." ucap Diki.


"Oh iya Ngomong-ngomong malam ini saya akan datang ke sini bersama teman-teman saya, berpura-pura tidak mengenal saya yah." ucap Diki.


"Berapa meja yang akan kakak pesan?" tanya Jihan.


"Dua saja." ucap Diki. "Oohh oke kak, semua nya akan kamu atur." ucap Diki.


Dia sudah tau Cafe yang di maksud oleh kekasih nya adalah Cafe nya sendiri.


Diki melihat sudah jam lima sore.


"Saya harus pamit pulang." ucap Diki.


"Baik kak." ucap Jihan. Diki pun pergi.


"Ya ampun kok kak Diki makin ganteng aja sih? aku semakin jatuh cinta kepada nya." ucap Jihan.


"Sadar.. kita hanya karyawan di sini." ucap teman nya. Jihan menggeleng kan kepala nya.


"Tidak ada salah nya menyukai seseorang." ucap Jihan.


"Huff terserah kamu saja, ayo lanjut kerja." ucap Teman-teman nya.


Di apartemen Diki.. Starla baru aja bangun tepat jam lima sore.

__ADS_1


"Ya ampun sudah jam lima sore saja." ucap nya, dia melihat tubuh nya sudah di kamar Diki.


Namun pemilik kamar tidak kelihatan.


__ADS_2