
“Starla anak yang begitu pendiam bu ketika lagi di luar.” Ucap Diki.
“jangan kan di luar, di rumah saja Starla begitu pendiam, dia tidak pernah jujur apa saja yang di alami oleh dia kepada ibu.” Ucap bu Irma.
Tidak beberapa lama Diki selesai makan.
“Terimakasih yah nak sudah mau membantu ibu ucap bu Irma.
“Sama-sama bu, justru karena di sini saya bisa makan masakan ibu yang sangat enak sekali. Kalaupun saya di rumah saya tidak akan bisa makan masakan yan enak.” Ucap Diki.
“ Tidak boleh berbicara serperti,semua orang tua itu masakan nya pasti enak.” Ucap bu Irma. Karena dia berfikir kalau Diki sedang membandingkan masakan nya dengan ibu Diki yang tidak enak.
Diki hanya bisa tersenyum. "Ya udah kalau begitu saya permisi pamit pulang dulu yah Bu." ucap Diki.
"Starla tolong antar Diki ke depan yah." ucap ibu nya kepada Starla. Starla langsung keluar dari kamar nya dan mengantarkan Diki ke depan.
"Terimakasih banyak sudah membantu aku dan ibu di warung." ucap Starla. "Sama-sama, kalau begitu aku pulang dulu yah, kamu istirahat lah jangan lupa minum obat." ucap Diki mengelus kepala Starla dan langsung pergi.
Starla kaget dengan elusan tangan Diki di kepala nya.
Di dalam mobil perjalanan pulang ke rumah Laura menelpon Diki.
"Sayang kamu dari mana aja sih? Kok kamu baru Jawa telpon aku?" tanya Laura.
"Ada apa kamu menelpon aku?" tanya Diki.
"Yah karena aku kangen kamu lah." ucap Laura.
"Aku sedang di perjalanan pulang ke rumah, nanti aku akan menghubungi kamu lagi." ucap Diki langsung mematikan sambungan telepon.
Laura menghela nafas panjang. "Kenapa sih Diki akhir-akhir ini berubah? Aku tidak tau kenapa dia jadi seperti ini." batin Laura.
Tidak beberapa lama akhirnya Diki sampai di rumah nya Martin masih ada tamu dia langsung ke kamar. Martin hanya melihat nya masuk tanpa mengatakan apapun.
Tidak terasa sudah sangat larut malam namun Starla sama sekali tidak bisa tidur dia membuka handphone nya.
Ternyata sudah ada pesan dari Martin yang membuat nya sangat senang sekali.
"Kamu tidur yang nyenyak yah. Jangan lupa besok bangun pagi karena kamu ada kelas pagi." isi pesan dari Martin.
"Baik kak, kakak juga tidur yang nyenyak yah." ucap Starla. Setelah itu Starla benar-benar tidur.
Martin membaca pesan Starla sambil tersenyum. Dia pun ikut tidur.
Keesokan harinya tepat di hari Sabtu.
Starla sedang asik belajar di meja nya.
"Starla aku meminta maaf yah Soal kemarin." ucap teman satu kelas nya.
Starla melihat mereka.
__ADS_1
"Ada apa apa?" tanya Starla.
"Kamu sudah sangat sering membuly kamu, kami minta maaf, kami tidak akan melakukan nya lagi mulai sekarang kamu mau kan berteman dengan kami?" ucap teman satu kelas nya itu.
Starla menjabat tangan mereka.
"Tidak apa-apa kok." ucap Starla. Semua nya juga ikut meminta maaf.
Diki dan pacar nya baru saja datang.
"Ada apa ini? Kenapa kalian pada minta maaf kepada perempuan culun seperti dia?" ucap Laura.
"Ini sudah di dalam kelas, kamu jangan ribut." ucap Diki.
Laura menghela nafas panjang. Diki melihat ke arah Starla dia tersenyum namun Starla mengabaikan nya melihat ke arah pintu masuk ada Martin.
"Aku yakin kak Martin pasti yang sudah melakukan ini, aku harus berterimakasih kepada kak Martin." batin Starla.
Jam pertama selesai.
"Starla." panggil Diki. Starla menoleh ke arah Diki yang berlari ke arah nya.
"Ada apa?" tanya Starla.
"Kamu mau kemana?" tanya Diki.
"Aku mau nganterin makanan ini sama kak Martin, ini sebagai tanda terima kasih ku sudah membuat semua orang minta maaf kepada ku." ucap Starla.
Diki terdiam sejenak.
"Tidak apa-apa, aku hanya mau menanyakan tugas kita, aku belum selesai apa aku boleh melihat contoh punya kamu?" tanya Diki.
Starla memberikan nya dan setelah itu pergi mencari Martin.
Starla Sampai di depan kelas Martin.
"Permisi apa ada kak Martin?" tanya Starla.
"Tidak ada, dia sudah pergi." ucap teman nya.
"Huff.. Yahh sudah pergi." batin Starla dia pun keluar dari sana dengan keadaan lesu.
"kok kamu gak jadi kasih makanan nya sama kak Martin?" tanya Diki yang di kelas sendiri mengerjakan tugas nya.
"kak Martin sudah pergi." ucap Starla.
Diki melihat wajah Starla sangat lesu.
"Kelas bentar lagi selesai, bagaimana kalau aku nganterin kamu ke kantor kak Martin?" tanya Diki.
"Kamu yakin mau nganterin aku ke sana?" tanya Starla. Diki mengangguk.
__ADS_1
"Iyah aku mau deh, tapi aku takut kedatangan ku akan menggangu kak Martin." ucap Starla.
"Tidak mungkin, kak Martin hari Sabtu tidak terlalu sibuk." ucap Diki.
Dan benar saja setelah kuliah usai mereka langsung berangkat ke perusahaan Martin.
"Wahh walaupun kak Martin masih Kuliah dan sangat sibuk dengan skripsi nya dia masih bisa bekerja, aku yakin jadi kak Martin pasti sangat tidak mudah." ucap Starla.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai.
"Kamu langsung saja ke dalam, aku akan menunggu di sini." ucap Diki.
"Kamu yakin gak mau ikut?" tanya Starla. Diki mengangguk.
"Ya udah deh kalau begitu aku pergi dulu." Starla langsung masuk ke dalam.
"Permisi Mbak, mau mencari siapa yah?" tanya Resepsionis.
"Saya mau bertemu dengan Kak Martin." ucap Starla.
"Apa sebelum nya sudah ada janji?"
Starla menggeleng kan kepala nya, dia tidak tau kalau harus membuat janji terlebih dahulu.
"Pak Martin sedang tidak bisa di ganggu, sebaiknya mbak pulang saja."
"Tapi.." "Maaf..."
"Kamu Starla kan?" tanya Pria yang baru saja lewat.
"Mbak ini mau bertemu dengan pak Martin, tadi pak Martin berpesan dia tidak bisa di ganggu." ucap Resepsionis Kepada sekertaris Martin yang tidak lain adalah paman Martin.
"Sudah tidak apa-apa, ayo ikut saya." ucap sekertaris Martin itu.
"Kenal kan nama saya Pak Andi, saya sekretaris nya Martin." ucap Pria yang sudah paruh baya itu.
Starla tersenyum.
"Saya tau kamu karena Martin sering menceritakan kamu kepada saya, dia juga sering bilang kalau Diki selalu membuat masalah kepada kamu." ucap Pak Andi.
"Setiap kali Diki membuat masalah saya yang akan mengurus nya ke kampus atau ke sekolah karena Martin benar-benar sangat sibuk." ucap Pak Andi.
Starla hanya tersenyum saja.
"Tok!! Tok!! Tok!!"
"Masuk!"
"Martin, Starla datang mencari kamu." ucap pak Andi.
"Starla?" ucap Martin kaget.
__ADS_1
"Iyah." ucap Martin seperti tidak menyangka.
Starla masuk. "Maafin aku kak datang mendadak jadi mengganggu waktu kerja kakak." ucap Starla.