Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 47


__ADS_3

"Huff kamu judes banget sih!" ucap Diki. Starla senyum karena melihat wajah kecewa Diki.


"Nih aku ambil kan satu." ucap Starla menunjuk kan nya kepada Diki. Diki langsung tersenyum.


"Kamera kamu ternyata lebih Bagus yah dari milik ku sehingga aku terlihat tampan di sana." ucap Diki.


Starla menghela nafas panjang. Dia seakan menyesal mengambil nya.


"Handphone nya di beliin kak Martin yah?" tanya Diki. "Kok kamu tau?"


"Casing dan juga hp nya Sama." ucap Diki. Starla tersenyum.


"Sebenarnya aku tidak enak, namun kak Martin memaksa aku untuk menerima nya." ucap Starla.


"Kak Martin pantas kok berbuat baik kepada kamu, aku sangat berterima kasih karena kak Martin aku bisa seperti sekarang ini berhubungan baik dengan kamu." ucap Diki.


"Humm benar banget, kalau bukan karena kak Martin mungkin sampai sekarang kamu pasti akan membuly ku terus menerus." ucap Starla.


Diki terdiam dia melihat ke arah air terjun.


Tidak beberapa lama mereka semua sudah selesai di sana, lanjut ke rumah hutan yang ada di sana.


"Wahh walaupun rumah ini sudah sangat lama tidak di tinggalin namun tetap saja bagus." ucap Hima.


"Kalau bagus tinggal lah di sini." ucap Starla.


Teman-teman nya tertawa melihat itu. Setelah selesai mereka memutuskan untuk kembali ke perkemahan mereka tadi karena hari juga sudah mulai sore.


Untung saja mereka membawa bekal dari kemah untuk makan siang nya.


Sampai di perkemahan mereka mencari tempat untuk bisa mandi.


"Besok kita sudah kembali ke rumah, jadi ini adalah malam terakhir kita di sini." ucap Diki.


"Yahh cepat banget.. Masih banyak yang belum kita datangi." ucap Hima.


"Kita membawa persiapan hanya jangka pendek saja, sebaik nya kita pulang saja." ucap Teman Diki.


"Bagaimana dengan kamu Starla? Apa kamu setuju?" tanya Hima.


"Aku ikut saja, lagian kalau kita lama-lama di sini tidak baik juga, takut orang tua kita khawatir, di tambah lagi di sini sama sekali tidak ada jaringan sama sekali." ucap Starla.


Hari semakin malam.


"Malam ini aku akan tidur sendiri, kamu tidur lah di tenda yang lain." ucap Starla.

__ADS_1


Diki menghela nafas panjang. "Tidak bisa, mereka semua sudah punya teman masing-masing." ucap Diki.


Starla menatap dengan kesal.


"Aku ingat kalau kamu bilang Kamu penakut, mana mungkin aku membiarkan kamu tidur sendirian." ucap Diki.


"Aku tidak penakut lagi, aku bisa tidur sendiri." ucap Starla. Diki tersenyum melihat wajah Starla.


"Kamu sungguh keras kepala, kalau terjadi apa-apa kepada kamu ibu akan marah kepada ku." ucap Diki.


"Terserah kamu saja deh, aku mau merapikan tempat tidur ku." ucap Starla.


"Jangan lupa itu juga tempat tidur ku, jangan Lupa membersihkan di bagian tempat tidur ku juga yah, aku mau bergabung sama yang lain nya di depan." ucap Diki.


"Tunggu dulu." ucap Starla menahan Diki. "Kenapa? Apa kamu takut sendirian?" tanya Diki. Starla diam.


"Ya udah buruan bersihkan, aku akan menunggu di sini." ucap Diki.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai. Starla terburu-buru sekali.


"Kamu dan Diki dari mana? Kok kalian berdua?" tanya Hima kepada Starla.


"Abis dari tenda." ucap Starla.


"Oh iya aku dengar kamu satu tenda dengan Diki tadi malam, aku tidak salah dengar kan?" ucap Starla.


"Aku hanya bertanya, kok kamu malah marah seperti itu sih?" ucap Starla.


"Lagian kamu sendiri sih pakai segala bawa pacar. Aku jadi tidur sama Diki." ucap Starla.


"Itu hal bagus Starla, kapan lagi kamu akan tidur dengan Diki. Saling menghangatkan di dalam tenda itu adalah momen yang sangat langka sekali bukan?" ucap Hima.


"Sudahlah Hima kamu jangan berfikir yang aneh-aneh! ini lagi di puncak tidak boleh berbicara sembarangan." ucap Starla. Hima tersenyum.


"Nih untuk kamu." ucap Diki memberikan kopi kepada Cici


"Terimakasih." ucap Cici.


"Yahh kok cuma Cici sih yang di kasih, aku dengan Starla juga perempuan loh di sini." ucap Hima.


Diki Mengambil lagi dan memberikan nya kepada Starla dan Hima.


"Terimakasih banyak." Ucap Starla kepada Diki.


"Hima ayo ke tenda, aku sudah sangat ngantuk." ajak pacar nya.

__ADS_1


"Hayoo kalian ngapain?" ucap teman-teman nya.


"Jangan berfikir yang aneh-aneh, ini di puncak tidak mungkin lah seperti itu." ucap Hima.


"Ya udah kalau begitu sebaiknya kita masuk ke tenda masing-masing, ini sudah larut malam. Kita akan melakukan perjalanan panjang besok." ucap Diki.


"Kamu malam ini tidur di mana?" tanya Cici kepada Diki.


"Aku harus menemani Starla, kamu gak apa-apa kan tidur sama teman ku." ucap Diki.


"Gak apa-apa kok." ucap Cici. Starla masuk ke tenda terlebih dahulu.


Tidak beberapa lama akhirnya Diki datang ke dalam tenda.


"Starla kenapa kamu masih berdiri di sana?" tanya Diki melihat Starla tak kunjung masuk ke Dalam tenda.


"Aku sedang mencari jaringan." ucap Starla.


"Kenapa? apa kamu sudah merindukan Kak Martin?" tanya Diki.


Starla menoleh ke arah Diki.


"Kalau Iyah emang nya kenapa?" tanya Starla. "Tidak apa-apa, aku hanya mau bilang kalau kamu percuma saja mencari jaringan. Di sini sama sekali tidak ada jaringan." ucap Diki.


Starla menghela nafas panjang. "Huff kamu benar juga, Percuma Saja." Starla duduk di depan tenda dekat Diki duduk.


"Lalu kamu sendiri kenapa tidak tidur dengan pacar kamu? Kenapa tidak di sana saja?" tanya Starla.


"Pacar? Maksudnya?" tanya Diki.


"Bukan nya Cici adalah pacar kamu? Sebaiknya pergi saja dengan dia." ucap Starla.


"Kenapa kamu berasumsi itu adalah pacar ku? Aku sudah bilang kalau Cici adalah teman ku bukan?" ucap Diki.


"Tidak mungkin. Aku tidak percaya." ucap Starla.


Diki menghela nafas panjang. "Kamu bisa tanyakan sendiri kepada dia, aku bukan pacar nya dan dia bukan pacar ku."


"Aku tetap tidak percaya, kalian sangat dekat. Sangat romantis dan aku pernah melihat kalian minum berdua di salah satu Cafe." ucap Starla.


Diki tersenyum. "Jangan-jangan kamu mengikuti aku yah? kamu sengaja mengikuti aku karena kamu cemburu kan?" tanya Diki.


"Siapa yang cemburu? Aku tidak cemburu sama sekali." ucap Starla.


"Huff apa kata-kata mu bisa aku percaya kalau wajah mu berkata jujur?" ucap Diki. "Aku tidak cemburu. Ngapain aku cemburu. sudah lah aku ngantuk aku sudah lelah melihat kamu satu harian, sebaiknya aku tidur saja." ucap Starla langsung masuk ke dalam tenda.

__ADS_1


Diki yang melihat itu hanya bisa senyum-senyum sendiri.


__ADS_2