
"Ayo Starla." ajak Bu Irma.
Mereka pergi meninggalkan Diki.
Diki menghela nafas panjang dia duduk di kursi melihat mereka pergi.
"Bu Irma sangat sayang sekali sama kak Martin." ucap Diki.
Dia pun langsung pulang. Sampai di apartemen dia mau mandi, membuka semua baju nya.
"Ternyata acara seperti ini sangat melelahkan sekali. Belum lagi harus mati-matian menahan rasa cemburu." batin Diki.
"Seperti nya aku tidak bisa seperti ini terus, aku harus segera memberi tau kepada orang tua Starla tentang hubungan kami." ucap Diki.
Tiba-tiba handphone nya berbunyi panggilan video dari Starla.
"Halo." ucap Starla. "Iyah." jawab Diki.
"Kenapa kamu bertelanjang dada Diki?" tanya Starla kaget dan langsung mematikan panggilan.
Diki mengambil handuk untuk menutupi badan nya. Dia menelpon Starla lagi.
"Halo." ucap Diki.
"Kamu belum mandi?" tanya Starla.
"Nih mau mandi, aku baru saja sampai di Apartemen." ucap Diki. "Oohh bagus deh, aku hanya memastikan saja." ucap Starla.
"Kamu belum mandi juga kah?" tanya Diki.
"Belum, aku juga baru sampai." ucap Starla.
"Oohh ya udah kalau begitu kita mandi dulu, setelah itu baru berbicara." ucap Diki.
"Oohh ya udah deh."
Starla mau mandi namun handphone nya bunyi lagi. "Kata nya mau mandi, kok belum mandi juga sih?" ucap Starla tanpa melihat siapa yang menelpon nya.
"Ini saya Martin." ucap Martin di balik telepon.
"Oohh kak Martin. Maaf aku tidak melihat nama kakak tadi." ucap Starla.
"Tidak apa-apa. Kamu baru berbicara dengan Diki?" tanya Martin.
"Humm." jawab Starla. "Dia tidak marah kan? saya minta maaf. Mungkin karena saya mengantar kan pulang dia jadi salah paham." ucap Martin.
"Enggak kok kak." ucap Starla.
"Oohh bagus deh kalau begitu." ucap Martin.
"Oh iya kak, aku mau minta maaf soal ibu yah." ucap Starla. "minta maaf soal ibu? Ada apa?" tanya Martin.
"Ibu memaksa kakak untuk mengantarkan kami pulang, jujur saja aku tidak enak." ucap Starla.
Martin tersenyum. "Tidak apa-apa kok. Justru saya juga senang bisa mengantarkan ibu dan kamu pulang." ucap Martin.
__ADS_1
Starla tersenyum. "Ya udah kalau begitu kamu istirahat yah." ucap Martin.
Starla menginyakan.
"Tunggu dulu Starla." Tahan Martin sebelum mematikan sambungan telepon.
"Iyah kak?"
"Apa besok saya boleh menjemput kamu?" tanya Martin.
Starla terdiam sejenak. "Tidak mungkin Diki datang menjemput kamu, sekarang apartemen nya sudah dekat kampus." ucap Martin.
"Aku tidak enak merepotkan kakak, aku juga tidak ingin Diki berfikir yang aneh-aneh." ucap Starla.
"Oohh begitu. Ya udah gak apa-apa. Kalau begitu sampai jumpa di kampus." ucap Martin. Panggilan telepon pun terputus.
Keesokan harinya.. Starla sudah di tunggu oleh Diki di depan rumah.
Starla kaget karena Diki tidak mengatakan apapun kalau dia mau datang menjemput dia.
"Sayang kamu kok bisa di sini sih? Kamu kok gak ngomong juga kalau mau datang?" tanya Starla.
Diki tersenyum. "Good morning Cantik." ucap Diki mau memeluk Starla namun di tahan oleh Starla.
"Jangan seperti itu, nanti kalau ibu melihat bagaimana?"
Diki menatap wajah Starla. "Apa kamu tidak pernah berfikir bagaimana kalau kita jujur saja pada ibu hubungan kita berdua?" tanya Diki.
Starla terdiam sejenak dia mengingat tadi malam ibu nya masuk ke dalam kamar nya.
"Gak apa-apa, ibu belum ngantuk. Ibu mau nanya sama kamu sebenarnya kamu dengan Diki itu bagaimana sih?" tanya Ibu nya.
"Kenapa Bu?"
"Ibu melihat kalian sangat dekat sekali. Seperti orang pacaran saja." ucap Ibu nya.
Starla terdiam. "Semoga saja itu hanya pikiran ibu saja yah nak." ucap Bu Irma.
"Emangnya kenapa sih Bu kalau aku sama Diki pacaran?"
"Ibu kurang setuju. Kamu tidak mungkin pacaran dengan nak Martin lalu pacaran dengan adik nya. Lagian Ibu hanya ingin kamu bersama Martin." ucap Bu Irma.
Starla diam. "Walaupun kamu tidak jadi bersama Martin ibu mengerti, tapi jangan sampai pacaran dengan adik mantan kamu." ucap Ibu nya.
Starla terdiam.
"Kok kamu malah diam sih sayang?" tanya Diki. "Enggak.. Enggak apa-apa kok, sebaiknya kita berangkat saja." ucap Starla.
Diki melihat Starla langsung masuk ke dalam mobil.
"Kamu sangat aneh sekali." ucap Diki. Starla hanya diam.
Sampai di kampus Starla ijin kepada Diki mau ke ruangan OSIS dulu. Diki mengijinkan nya.
Hima datang menghampiri Diki.
__ADS_1
"Ki Starla mana?" tanya Hima. "Keruangan OSIS. Ada apa?"
"Gak apa-apa, tapi ngapain dia ke sana?" tanya Hima.
"Aku juga tidak tau. Ayo masuk ke dalam kelas saja."
"Ayo temanin aku mencari Starla saja. Kelas masih lama ." ucap Hima menarik tangan Diki.
Diki terpaksa mengikuti Hima ke ruangan OSIS.. Namun Dari kejauhan Hima dan Diki melihat Starla sedang berbicara dengan Martin.
"Loh.." Ucap Hima kaget. Diki tidak mengatakan apapun namun dari raut wajah nya Hima jadi merasa bersalah mengajak nya ke Sana.
"Sebaiknya kita ke kelas saja. seperti nya kelas kita akan cepat di mulai." ucap Hima.
Diki mengikuti Hima ke kelas.
Kelas pertama selesai. Hima mengejar Starla yang entah mau kemana sementara Diki bergabung bersama teman-teman nya.
"Starla tunggu dulu deh " ucap Hima.
"Ada apa?" tanya Starla.
"Kamu mau kemana?" tanya Hima.
"Kenapa?" tanya Starla.
"Tidak apa-apa aku hanya mau bertanya."
"Mau ke kantin lah, apa kamu tidak melihat ini jalan ke arah Kantin!"
"Humm benar juga sih, kamu harus Lihat ini deh." ucap Hima memberikan handphone nya.
Starla melihat foto yang ada di handphone Hima.
"Mereka melihat kamu membeli sepatu bersama Diki dan mereka melihat kamu pagi ini bersama kak Martin." ucap Hima.
"Mereka berfikir kamu morottin kakak beradik." ucap Hima.
"Terserah mereka saja mau berbicara tentang apa." ucap Starla.
Hima menghela nafas panjang.
"Sudah biarkan saja." ucap Starla mencoba berusaha untuk tenang.
"Starla aku sebenarnya cukup kaget mendengar kamu berkencan dengan Diki, apa kamu tidak mau menceritakan nya kepada ku?" tanya Hima.
"Cerita nya cukup panjang, namun aku sadar kalau aku mencintai Diki buka kak Martin." ucap Starla.
"Humm tapi pagi ini kamu bertemu dengan kak Martin. Dan tidak sengaja aku dengan Diki melihat nya." ucap Hima.
"Apa?" Starla terlihat sangat kaget sekali.
"Sebenarnya itu salah ku, aku mau mencari kamu ke ruangan OSIS saja." ucap Hima.
Starla tidak bisa mengatakan apapun dia langsung mencari Diki. Dari jauh dia melihat Diki sedang bergabung dengan teman-teman nya.
__ADS_1
Diki menyadari Starla datang namun dia hanya tersenyum dan kembali fokus pada teman-teman nya.