Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 66


__ADS_3

"Kalian berdua minum?" tanya Diki.


"Hima yang minum, aku hanya minum sedikit karena permintaan Hima." ucap Starla.


Diki menghela nafas panjang. "Ya udah kalau begitu kirim Alamat kamu sekarang."


Diki segera berangkat ke tempat Starla.


"Akhirnya kamu datang, tolong antar Hima pulang yah, tidak mungkin aku membawa nya ke rumah." ucap Starla.


Diki melihat Hima tidur di kursi belakang. Diki menatap Starla.


"Kenapa kamu membiarkan nya?" tanya Diki.


"Aku tidak bisa melarang nya, dia sangat patah hati." ucap Starla.


Diki mendekati Starla mencium aroma Starla yang sangat menyengat.


"Sangat bau." ucap Diki. "Hima minum sangat rese, semua minuman tumpah ke baju ku." ucap Starla.


"Tidak mungkin kalian pulang dalam keadaan seperti ini." ucap Diki.


Starla terdiam sejenak. "Hima juga tidak mungkin pulang seperti ini, dia akan kena amuk orang tua nya." ucap Starla.


"Kamu mau pulang dengan keadaan seperti ini? Mata kamu sudah merah wajah kamu juga." ucap Diki.


"Lalu kami mau tidur di mana? Lagian ibu pasti khawatir kalau aku tidak pulang." ucap Starla.


"Sebaiknya kamu menginap di apartemen ku." ucap Diki.


"Apartemen?" ucap Starla.


Diki mengangguk.


"Aku tidak mau." ucap Starla. "Jadi kamu akan pulang?" tanya Diki. Starla menghela nafas panjang.


"Ya udah deh, kalau begitu aku ijin dulu sama ibu."


Sesampainya di depan apartemen Starla kebingungan.


"Aku baru tau apartemen ini." ucap Starla.


"Sudah jangan terlalu banyak berfikir bantu aku membawa Hima ke dalam.


Diki dan Starla mengangkat Hima ke tempat tidur.


"Kamu yakin gak apa-apa kami tidur di sini?" tanya Starla.


"Tidak apa-apa, aku baru saja membeli apartemen ini jadi belum ada isi nya." ucap Diki.


"Kok aku gak tau? Kok kamu beli apartemen? untuk apa?" tanya Starla.


"Apartemen ini lebih dekat dari kampus. Aku ingin pindah ke sini." ucap Diki.


"Bagaimana dengan rumah? Kak Martin sangat jarang di rumah." ucap Starla.


"Sudah jangan membahas itu. Sekarang kamu tidur dan istirahat lah." ucap Diki.

__ADS_1


"Kamu mau pulang?" tanya Starla.


Diki mengangguk. "Jangan pulang dong, di sini saja." ucap Starla memegang dada Diki.


Starla sudah mulai mabuk dia tidak bisa mengontrol diri nya lagi.


"Starla lepas kan. Kamu sudah mabuk." ucap Diki.


"Siapa yang mabuk coba? aku tidak mabuk." ucap Starla.


Starla merabah pinggang Diki.


"Pergilah tidur Starla." ucap Diki.


"Kamu kenapa sih? Kamu gak mau yah di sentuh sama pacar kamu sendiri? Kamu gak sayang sama aku?" ucap Starla.


Diki menghela nafas panjang. Dia mendorong Starla ke tempat tidur.


"Aku pamit dulu yah, kabarin aku Kalau terjadi apa-apa." ucap Diki.


Starla mengejar Diki keluar. "Sayang... aku gak mau di sini sendirian," ucap Starla.


"Kan ada Hima." ucap Diki.


"Pokoknya aku gak mau kalau kamu tidak di sini. Aku tidak akan membiarkan kamu pergi." ucap Starla.


Diki menatap wajah Starla.


Starla mendekati Diki dia mau mencium Diki namun di tahan oleh Diki.


Starla tersenyum dia tidak mau, dia membuka kancing kemeja Diki.


Diki tidak bisa membiarkan nya akhirnya dia menarik tangan Starla ke kamar mandi menyiram nya dengan air dingin.


"Diki..." Ucap Starla kaget karena sangat dingin sekali.


"Kamu sudah Sadar kan?" ucap Diki.


Tidak beberapa lama Starla sudah sadar. Diki datang membawa teh hangat. "Aku minta maaf sudah menyiram kamu dengan Air dingin." ucap Diki.


Starla menoleh ke arah Diki. "Kenapa kamu tidak Tidur di sini aja sih? lagian beda kamar." ucap Starla.


"Kamu yakin gak apa-apa kalau aku tidur di sini juga." tanya Diki. "Ini apartemen kamu, kok kamu nanya aku sih? suka-suka kamu dong." ucap Starla.


Diki menoleh ke arah kamar yang sebelah.


"Ya udah kalau begitu kamu tidur saja sekarang, aku juga akan tidur." ucap Diki.


Starla memeluk Diki tiba-tiba.


"Kenapa?" tanya Diki. Starla menggeleng kan kepala nya.


"Aku takut mengalami hal yang sama seperti Hima." ucap Starla.


"Maksudnya?" tanya Diki.


"Hima sangat mencintai pacar nya, namun pacar nya selingkuh dengan perempuan lain. Dan aku tau itu pasti sangat sedih." ucap Starla.

__ADS_1


Starla menatap wajah Diki.


"Semua pria itu sama sifat nya. Tidak pernah cukup dengan satu perempuan saja." ucap Starla.


"Ssttt... Jangan berbicara seperti itu. aku akan setia sama kamu, aku sangat mencintai kamu." ucap Diki.


"Bohong! Justru kamu sering bergonta-ganti pasangan." ucap Starla. Diki menghela nafas panjang.


"Itu dulu." ucap Diki. Starla menggeleng kan kepala nya. "Itu sudah menjadi kebiasaan kamu, aku selalu berfikir kalau Besok atau satu Minggu lagi kamu akan meninggalkan aku." ucap Starla.


Diki langsung mencium bibir Starla.


"Ssstt jangan berbicara seperti itu Starla, saya memang sangat jahat dulu nya, sekarang aku akan berusaha menjadi pria yang baik untuk kamu." ucap Diki.


"Aku tidak mudah percaya." ucap Starla.


"Wajar kalau kamu tidak percaya sekarang, aku akan membuktikan nya." ucap Diki.


Starla menghela nafas. "Ya udah deh, aku hanya bisa berpasrah." ucap Starla.


Diki menahan Starla yang mau pergi dari sofa.


"Jangan berfikir negatif Starla, kamu percaya kepada ku, aku sangat mencintai kamu. Aku akan mempertahankan hubungan kita ini." ucap Diki.


"Baiklah aku percaya." ucap Starla.


"Katakan apa yang harus aku lakukan agar kamu percaya kepada ku?" tanya Diki.


Starla menggeleng kan kepala nya.


"Katakanlah." ucap Diki. "Tidak perlu melakukan apa-apa ." ucap Starla.


Diki memeluk Starla mengelus kepala nya dengan sangat lembut.


"Sekarang kamu tidak akan percaya, Tapi nanti kamu pasti akan percaya." ucap Diki.


"Ya udah kalau begitu pergi tidur gih." ucap Diki. Starla mengangguk dia beranjak dari tempat duduk nya dan masuk ke kamar.


Setelah masuk ke kamar dia kaget melihat tempat tidur setengah sudah Terkena muntahan Hima. Semua yang dia makan dan minum keluar.


Starla menghela nafas panjang. Dia tidak tau harus bagaimana lagi dan harus tidur di mana.


Bagian yang bersih sudah di penuhi oleh badan Hima.


"Kenapa kamu keluar lagi?" tanya Diki.


"Hima mengotori tempat tidur dengan muntahan nya. Aku akan tidur di sofa." ucap Starla.


"Jangan.. kamu tidur di kamar ku saja." ucap Diki.


"Terus kamu?" tanya Starla. "Aku bisa tidur di sofa." ucap Diki.


"Kamu yakin gak apa-apa?"


"Gak apa-apa, demi perempuan yang aku sayang, tidak mungkin aku membiarkan kamu tidur di sofa, nanti badan kamu sakit." ucap Starla.


"Kamu baik banget sih, ya udah anterin aku, aku sudah sangat mengantuk." ucap Starla.

__ADS_1


__ADS_2