
"Saya ingin menghindar dari kamu, namun tidak bisa saya selalu merindukan kamu. Sekarang aku tidak bisa mengontrol emosi ku, kenapa kamu harus menjadi pacar kakak ku sendiri." batin Diki.
"Aku akan pulang, tapi aku minta maaf kalau aku ada salah." ucap Starla. Diki mengangguk.
Starla akhirnya memilih untuk pergi agar tidak menggangu.
Tidak beberapa lama Martin kembali ke ruang tamu membawa minuman.
"Loh di mana Starla?" tanya Martin kepada Diki.
"Dia sudah pulang." ucap Diki dengan cuek dan setelah itu pergi.
Martin menghela nafas panjang. "Huff padahal ini adalah kesempatan ku berdua dengan Starla." batin Martin.
Dia harus kembali ke kantor nya setelah selesai makan dan mengambil barang-barang nya.
Di malam hari nya...
"Kamu sangat cantik sekali." ucap Martin melihat Starla keluar dari dalam rumah memakai dress putih cantik.
"Terimakasih." ucap Starla.
"Ibu mana?" tanya Martin.
"Ibu gak jadi ikut kak, hari ini dia sangat kelelahan. Gak apa-apa kan kita berdua saja?" tanya Starla.
"Gak apa-apa kok." ucap Martin.
"Yes.. Akhirnya aku memiliki waktu berdua dengan Starla. Waktu yang ku tunggu-tunggu." batin Martin.
Martin membuka kan pintu mobil untuk Starla.
"Terimakasih." ucap Starla. Martin hanya tersenyum ramah.
Martin segera meninggalkan rumah Starla dan menuju ke Restoran hotel yang sudah di pesan nya dari awal.
"Kita mau kemana sih kak? Dari tadi kakak sudah melewati banyak restoran tempat biasa kakak makan." ucap Starla.
"Sudah kamu ikut saja." ucap Martin. Starla tersenyum.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai. Ternyata ke hotel yang terkenal di kota itu.
"Kakak seriusan ngajakin aku makan di sini? Aku tidak mimpi kan?" tanya Starla. Martin menggeleng kan kepala nya.
"Wahhh... Starla sangat senang sekali. Dia sangat tidak menyangka kalau dia akan masuk ke restoran itu.
"Kamu suka?" tanya Martin. Starla mengangguk.
"Aku sangat suka kak, aku juga mendengar kalau di sini makanan nya enak-enak banget." ucap Starla.
Martin tersenyum. Martin membuat tangan nya separuh lingkaran. Starla Menatap nya dengan heran.
__ADS_1
"Kenapa kak?"
"Apa kamu tidak ingin menggandeng tangan saya?" tanya Martin.
"Humm aku masih kurang terbiasa kak, lagian di sini sangat banyak orang." ucap Starla.
Martin tersenyum. "Baiklah saya mengerti. Kalau begitu ayo kita masuk." ucap Martin. Mereka masuk ke dalam.
Kedatangan mereka sudah di sambut oleh pelayan-pelayan.
"Wahh mewah banget. Ya ampun." batin Starla.
Dia melihat nama nya dan juga nama Martin di hias dengan sangat cantik.
"Silahkan duduk.." Martin menarik kursi untuk Starla.
Starla melihat ke sekitar nya. Tidak ada Kursi atau meja yang lain nya hanya satu saja.
"Apa restoran ini sangat sepi pelanggan? Kenapa tidak ada meja yang lain seperti restoran hotel pada umumnya?" tanya Starla.
Martin tersenyum mendengar itu.
"Hotel ini sangat ramai. Saya menyewa satu lantai ini khusus hanya untuk kita berdua saja. Dan mendapatkan Lantai ini butuh waktu dua Minggu." ucap Martin.
"Apa? Kakak seriusan?" tanya Starla kaget.
Martin mengangguk.
"Ya ampun kak, kakak tidak perlu melakukan hal seperti ini." ucap Starla. Martin tersenyum.
Starla terdiam mendengar itu.
"Kamu tidak suka yah?" tanya Martin.
"Bukan tidak suka kak, hanya saja kakak berlebihan, tempat biasa saja sudah cukup membuat aku bahagia tidak harus seperti ini." ucap Starla.
Martin memasang wajah lesu. "Tapi aku sangat berterimakasih banyak sama kakak, sangat banyak keinginan ku yang tidak tercapai selama ini namun semenjak ada kakak aku bisa mencapai nya." ucap Starla
"Aku senang kok, tapi lain kali minta persetujuan ku dulu, kalau seperti ini kan aku jadi gak enak. Kakak mencari uang tidak istirahat dan kelelahan. Aku tidak ingin kakak menghamburkan uang begitu saja." ucap Starla.
"Starla adalah perempuan yang aku cari selama ini, tidak salah lagi." ucap Martin.
"Oh iya kamu tunggu sebentar yah, kamu bisa melihat-lihat pemandangan dari sini." ucap Martin. Starla mengangguk.
Martin pergi Starla melihat ke arah luar. Pemandangan dari Atas saja sangat lah indah.
Lampu-lampu yang menerangi setiap bangunan di bawah menambah ke estetikan.
Starla membuka handphone nya dia melihat pesan nya sudah di baca oleh Diki namun Tidak di balas.
Starla Mengambil foto nya bersama langit yang penuh dengan bintang dan mengirim kan nya kepada Diki.
__ADS_1
"Pergi lah keluar dan lihat langit yang indah ini." isi pesan dari Starla.
Diki yang sedang bermain gitar melihat handphone nya bunyi lagi. Dia berfikir dari teman nya yang mengajak nya nongkrong namun ternyata Starla..
"Benar-benar sangat indah." ucap Diki. Bukan langit yang di lihat oleh Diki melainkan wajah Starla yang sangat cantik.
"Kamu lagi di mana? kenapa kamu memakai pakaian terbuka?" ucap Diki.
Starla melihat dress nya.
"Dasar pria aneh, bagaimana bisa dia mengatakan ini terbuka? Ini adalah model nya." ucap Starla.
"Aku sedang di luar." ucap Starla.
Tidak beberapa lama lampu mati. Starla kaget. Namun tiba-tiba musik romantis hidup.
Starla melihat ke arah Martin yang datang membawa bunga.
Starla berdiri dari tempat duduk nya.
Martin tersenyum mendekati Starla. Dia memberikan Bunga itu kepada Starla.
"Berhubung kemarin jadian kita tidak romantis saya ingin mengulangi momen itu, saya ingin memberikan ini kepada kamu."
"Kamu mau kan bersama saya selama-lamanya?" tanya Martin.
Starla Mengambil bunga itu dia meletakkan di atas meja, dia meminta Martin berdiri.
"Kak jangan seperti ini, ayo kita jalanin saja." ucap Starla.
"Kamu tidak mau bersama saya selama nya?" tanya Martin.
"Bukan seperti itu kak, aku hanya ingin menjalani hubungan kita semestinya saja kak." ucap Starla.
"Saya berjanji akan menunggu kamu sampai lulus, setelah itu kita menikah, kamu mau kan?" tanya Martin.
Starla tersenyum. "Jangan bahas ke sana dulu yah kak." ucap Starla. Martin paham kalau Starla belum kefikiran sampai sana, dia saja yang sudah sangat tidak sabar.
"Baiklah saya mengerti. Tapi kamu mau kan memakai cincin ini." ucap Martin.
Starla mengangguk dia menjulurkan jari nya.
Berusaha untuk tetap biasa saja walaupun sebenarnya Starla sudah sangat tidak nyaman di sana.
"Ini sangat aneh sekali, aku bersama kak Martin namun kenapa aku tidak nyaman, aku merasa sangat bersalah." batin Starla.
Setelah selesai makan mereka berdua berdiri di dekat pagar.
Martin mengambil foto tiba-tiba Mencium pipi Starla.
Starla kaget. Dia mau kesal namun tidak mungkin.
__ADS_1
Martin memposting foto itu membuat semua fans Martin ketar-ketir dan semua nya cemburu.
Termasuk Diki yang melihat itu terbakar api cemburu.