
"Kamu benar-benar pria yang sangat gentleman, aku bangga punya pacar seperti kamu." ucap Starla.
"Kamu bisa masak gak?" tanya Diki. Starla mengangguk.
"Kamu jangan pulang dulu yah, aku mau di ajarin masak sama kamu." ucap Diki.. Starla tertawa mendengar itu.
"Aku tau kamu mau mandiri sayang, tapi gak harus belajar masak juga." ucap Starla.
"Kalau aku tidak bisa masak, aku harus bagaimana dong?"
"Kamu bisa membeli di luar seperti biasa."
"Tapi..."
"Karena kak Martin pandai Masak? Kamu tidak perlu menyaingi kakak kamu sendiri sayang." ucap Starla.
Diki menghela nafas panjang. "Aku ingin kamu bangga terus punya aku." ucap Diki.
"Kamu seperti ini aku sudah bangga kok memiliki kamu." ucap Starla.
Diki mendekati Starla. "Tapi tetap saja aku merasa aku belum pantas bersama kamu." ucap Diki.
"Ssttt!!! Jangan membahas itu lagi, aku tidak mau mendengar nya." ucap Starla.
Diki menghela nafas panjang.
"Baiklah..." Ucap Diki.
"Pakaian kamu belum di susun, aku akan menyusun nya setelah itu aku akan pulang." ucap Starla. Diki mengangguk.
Starla menyusun pakaian ke lemari. Sementara Diki memesan makanan agar mereka bisa makan.
Hari semakin malam semua pekerjaan sudah selesai. "Aku pulang dulu yah." ucap Starla kepada Diki yang duduk di ruang tamu sambil main game.
Diki langsung mematikan handphone nya di berdiri. Tiba-tiba memeluk Starla.
"Ada apa? Lepaskan aku." ucap Starla.
"Sebentar saja." ucap Diki. Starla membiarkan nya dia membalas pelukan Diki.
"Aku pasti sangat merindukan kamu." ucap Diki. "Jangan berbicara seakan-akan kita Besok tidak bertemu, sangat lebayy." ucap Starla.
"Berpisah satu jam saja dengan kamu sudah seperti seharian." ucap Diki. Starla tersenyum.
"Sayang... Kamu tinggal lebih lama dong di sini." ucap Diki.
Starla menggeleng kan kepala nya. "Aku sudah seharian di sini, mana mungkin aku sampai malam di sini." ucap Starla.
"Aku masih ingin bersama kamu." ucap Diki mempererat pelukannya.
"Kita sudah bersama hampir dua bulan, kamu tetap saja seperti anak kecil, sifat kamu semakin manja, kalau teman-teman kamu tau, mereka pasti akan tertawa." ucap Starla.
Diki menatap wajah Starla.
__ADS_1
"Itu sebabnya kamu harus menyembunyikan nya." ucap Diki. Starla tertawa dia mencium pipi Diki.
"Sampai jumpa besok yah sayang.." ucap Starla melepaskan pelukannya dan pergi.
"Starla...." Diki menahan tangan Starla.
"Jangan seperti anak kecil deh." ucap Starla.
"Aku akan mengantar kan kamu pulang." ucap Diki.
"Gak usah Diki... Kamu istirahat saja." ucap Starla.
"Kali ini saja aku mohon..." ucap Diki, Starla menggeleng kan kepala nya.
"Aku pamit yah. Byeeee." Starla pergi apartemen nya seketika menjadi sangat sepi sekali.
Dia tidak tau harus ngapain. Semua nya terlihat sudah bersih rapi.
Starla baru saja setengah perjalanan, lamunan nya terganggu karena handphone nya berbunyi.
"Ini pasti ibu, dia pasti khawatir kan aku."' ucap Starla sambil memeriksa ke dalam tas nya.
Dan ternyata yang menelpon dia adalah Kekasih nya yang beberapa menit lalu dia tinggal kan.
"Diki! Kenapa dia menelpon ku? apa ada sesuatu yang lupa atau ketinggalan? perasaan semua nya sudah ada deh." ucap Starla.
"Sayang... kenapa kamu sangat lama menjawab nya?" tanya Diki.
"Ada apa? Aku masih di perjalanan." ucap Starla.
Starla menghela nafas panjang. "Kita baru beberapa menit berpisah, kamu jangan berlebihan." ucap Starla.
Diki diam. "Kamu mandi gih. Kalau sudah sampai di rumah aku kabarin kamu." ucap Starla.
"Baiklah.. Bilang ke bapak supir nya hati-hati bawa mobil nya. Pastikan pacar saya sampai di rumah dengan selamat." ucap Diki.
Starla sedikit malu sama bapak supir karena suara handphone nya kuat.
Panggilan pun terputus.
"Pacar nya yah mbak?" tanya Bapak supir. D
Starla mengangguk sambil tersenyum.
"Seperti nya dia sangat sayang sama mbak, semoga hubungan nya langgeng terus yah mbak." ucap bapak supir.
Starla tersenyum sambil mengangguk.
Dua hari kemudian...
Starla sedang sibuk mengatur acara nanti sore. "Nih minum dulu.." ucap seseorang sambil menjulurkan botol minuman yang dingin.
Karena dari tadi pagi Starla tidak ada istirahat nya.
__ADS_1
"Terimakasih." Starla Mengambil Tampa melihat siapa yang memberi nya.
Dari kejauhan Diki melihat itu. Starla melihat Diki jauh dari nya. Dia langsung melihat ke samping nya dan ternyata itu adalah Martin. Dia pikir yang memberi dia minum adalah pacarnya.
"Kak Martin sudah datang?" ucap Starla. Martin tersenyum sambil mengangguk.
"Humm kalau begitu kakak duduk dulu yah." ucap Starla.
"Gak apa-apa, saya bisa bantu kamu kan?" ucap Martin.
"Tapi ini sudah mau selesai kok kak."
"Anak-anak lagi susah di atur, kamu urus di sana saja." ucap Martin menunjuk ke bagian Diki.
Starla melihat Diki sudah memasang tatapan tajam.
"Bagaimana? segar kan minuman dari Mantan kekasih?" ucap Diki dengan nada yang sedikit judes.
Starla melihat minuman yang di tangan nya.
"Aku sangat haus, aku butuh ini." ucap Starla. Diki langsung memasang wajah kesal. Starla tidak mengatakan apapun dia hanya bisa menghela nafas panjang melihat Diki.
Karena lagi ramai dan dapat acara tidak mungkin ribut.
Sepanjang acara Diki sangat cemburu melihat Starla dan Martin bersama terus.
"Huff kalau bisa memilih aku akan memilih mendampingi Starla saja." ucap Diki dalam hati karena semua rombongan nya bapak-bapak.
Di malam hari tepat jam sepuluh malam acara baru selesai. Starla duduk sejenak karena sangat lelah sekali.
Diki datang mau mengajak pulang namun sudah keduluan Oleh Martin. Mereka berbicara dengan serius sekali.
"Starla ayo pulang, aku akan mengantar kan kamu." ucap Diki.
"Terimakasih yah nak Diki, tapi nak Martin sudah terlebih dulu menawarkan tumpangan. Tidak enak kalau menolak." ucap Bu Irma.
Diki terpaksa tersenyum. "Oohh begitu yah Bu, ya udah." ucap Diki.
"Ayo Starla." ajak Bu Irma.
Mereka pergi meninggalkan Diki.
Diki menghela nafas panjang dia duduk di kursi melihat mereka pergi.
"Bu Irma sangat sayang sekali sama kak Martin." ucap Diki.
Dia pun langsung pulang. Sampai di apartemen dia mau mandi, membuka semua baju nya.
"Ternyata acara seperti ini sangat melelahkan sekali. Belum lagi harus mati-matian menahan rasa cemburu." batin Diki.
"Seperti nya aku tidak bisa seperti ini terus, aku harus segera memberi tau kepada orang tua Starla tentang hubungan kami." ucap Diki.
Tiba-tiba handphone nya berbunyi panggilan video dari Starla.
__ADS_1
"Halo." ucap Starla. "Iyah." jawab Diki.
"Kenapa kamu bertelanjang dada Diki?" tanya Starla kaget dan langsung mematikan panggilan.