
"Loh tadi semua nya sudah habis, kok masih ada?" tanya Diki.
"Kamu mau atau tidak?"
"Aku mau." Diki langsung mengambil dan memakan nya sampai habis.
"Ini sudah jam dua belas malam, hujan tidak juga reda, sebaik nya kamu pulang duluan."
"Aku akan mengantar kan kamu pulang."
Starla menggeleng kan kepala nya.
"Kalau begitu aku akan menunggu di sini."
Starla menghela nafas panjang.
"Sebaiknya aku pulang saja dengan Diki, kasian melihat ibu sendiri."
"Baiklah aku mau." Diki sangat senang dia langsung membawa Starla keluar dari sana menembus hujan yang masih deras sekali.
Keesokan harinya... Starla berpamitan kepada ibu nya untuk berjualan lagi.
Ibu nya sudah melarang namun tetap saja Starla pergi, dia berusaha menyakinkan Ibu nya kalau dia tidak apa-apa.
Setelah semua nya tertata rapi dia duduk istirahat karena dari pagi dia sama sekali tidak istirahat.
Pagi sampai sore dia di kampus..Dan sampai di rumah dia langsung masuk tidak lupa menyiapkan belanjaan nya.
Dan jam delapan malam dia harus sudah ada di pasar malam.
"Hey!" tiba-tiba preman datang dua orang berbadan besar dan wajah yang sangat galak. Starla langsung berdiri.
"Iyah om, mau beli apa?" tanya Starla.
"Kamu pedagang baru yah di sini?" tanya preman itu.
"Iyah om, saya baru dua hari di sini "
"Kamu dapat ijin dari Siapa jualan di sini?"
"Saya sudah ijin kepada penjaga pasar ini om."
"Kita adalah penjaga Pasar ini, kita yang memiliki kawasan ini.. Kalau kamu mau berjualan di sini kamu harus membayar biaya sewa nya sehari dua ratus ribu." ucap Preman itu.
"Dua ratus ribu om? Kenapa sangat mahal sekali?" tanya Starla kaget.
"Kalau kamu tidak mau membayar nya pergi dari sini!" ucap Mereka mau mengacaukan jualan Starla. Namun untung saja Diki datang sangat cepat.
"Ngapain kalian? Ngapain kalian mengganggu penjual di sini?" tanya Diki.
__ADS_1
"Heh anak muda! siapa kamu? Jangan ikut campur." ucap preman itu.
"Justru kalian siapa di sini?" tanya Diki.
"Kita adalah penjaga pasar malam dan ini adalah kawasan Kita, siapa pun yang memakai kawasan ini harus membayar dua ratus ribu sehari."
"Ada bukti nya tempat ini milik kalian? atau saya akan melaporkan kalian ke pihak berwajib karena sudah mengganggu kenyamanan di sini!" ancam Diki.
Mereka ketakutan dan langsung pergi.
"Kamu gak apa-apa kan?" tanya Diki.
Starla mengangguk.
"Sudah tidak perlu khawatir mereka sudah pergi dan tidak akan datang. Mereka berani karena melihat kamu sendiri dan terlihat sangat muda. Jadi mereka berfikir bisa membohongi kamu." ucap Diki.
Starla bernafas lega. "Terimakasih." jawab Starla.
"Malam ini aku akan bantu kamu lagi." ucap Diki. Starla menggeleng kan kepala nya.
"Jangan!" ucap Starla. Namun Diki tersenyum dia mengeluarkan sesuatu dari Tas nya dan lagi menempel kan di dadanya.
Kali ini bukan hanya bisa berfoto sekarang pembeli bisa menanyakan apa saja yang hal wajar kepada Diki.
Dan pelanggan pria bisa berteman dengan nya.
"Kenapa pelanggan pria tidak berfoto dengan ku biar adil." ucap Starla. Diki menggeleng kan kepala nya.
"Karena kamu hanya milik ku, dan tidak ada satu pun pria yang bisa mendekati mu." batin Diki.
Tidak beberapa lama pelanggan pria dan wanita datang.
"Hai kak mau beli ini dong." Starla tersenyum dan melayani nya. Diki melihat itu sangat cemburu, apa lagi pria itu sangat pintar mencari topik pembicaraan.
Pelanggan mulai berdatangan dan berfoto dengan Diki.
Pelanggan seperti kemarin Ramai juga.
"Huff ternyata berdiri sangat lelah juga." ucap Diki duduk di samping Starla mumpung pelanggan lagi sepi.
Starla mengabaikan nya tidak mengatakan apapun bahkan tidak melirik ke arah Diki.
Diki Menatap wajah Starla dari samping.
"Seandainya kamu sadar kalau aku sangat merindukan kamu, aku ingin kembali seperti kemarin. Aku ingin balikan lagi dengan kamu." batin Diki.
"Tapi aku tidak akan pernah menyerah, aku akan berusaha melakukan apapun demi membuat kamu kembali kepada ku." batin Diki.
Tidak beberapa lama akhirnya pasar malam tutup jualan Starla habis seperti biasa.
__ADS_1
"Apa kamu tidak menyisakan satu untuk ku?" tanya Diki sambil berjalan ke parkiran.
Starla menggeleng kan kepala nya. Diki terdiam dia hanya berjalan terus sampai ke dalam mobil.
Diki mengantarkan Starla pulang.. Tidak ada percakapan sama sekali. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di depan rumah.
"Tunggu sebentar." ucap Starla membawa semua barang-barang nya ke dalam rumah..
Diki melihat Bu Irma menunggu Starla di depan rumah malam-malam.
"Aku hanya bisa melakukan ini demi Starla dan Bu Irma." batin Diki.
Diki melihat mereka sudah masuk dia pun pergi karena sudah lelah sehingga dia melupakan Starla meminta dia menunggu sebentar.
Starla kembali membawa bekal makanan yang dia masak sengaja di pisah kan untuk Diki namun dia sudah tidak ada di sana.
"Loh kok dia pergi sih? Yahh bagaimana dong ini?" ucap Starla.
Dia mengingat wajah Diki yang sangat kecewa mengetahui milik nya tidak ada di pisah kan oleh Starla.
"Yahh bagaimana dong ini, aku tidak mau berutang kepada nya."
Akhirnya dia memutuskan untuk ke apartemen Diki mengantarkan makanan itu.
"Tok!! Tok!! Tok!!"
Diki baru saja merebahkan tubuh nya di tempat tidur namun sudah ada yang menggangu.
"Saya tidak mau di ganggu." ucap Diki sambil membuka pintu namun ternyata di balik pintu adalah Starla.
"Maaf aku mengganggu kamu, aku hanya mau mengantar kan ini saja ." ucap Starla sambil memberikan Makanan itu."
"Kenapa kamu mengantarkan nya? ke sini sangat jauh." ucap Diki.
"Aku sudah meminta kamu untuk menunggu sebentar, namun kamu tidak menunggu, aku terpaksa sangat jauh ke sini. Aku takut kamu kecewa dan aku juga tidak mau berutang. Terimakasih sudah mau membantu aku." ucap Starla dan setelah itu langsung pergi.
Diki melihat Starla pergi. Diki tersenyum.
"Aku tau walaupun sebenarnya dia marah, Tapi dia sangat perhatian. Aku sangat lapar sekali." ucap Diki dia langsung Makan.
Mood nya seketika kembali lagi.
Keesokan harinya di pagi hari yang cerah Starla baru saja sampai di kampus. Dia meletakkan jualannya di kantin terlebih dahulu untuk menambah-nambah penghasilan nya.
Tidak beberapa lama dia di panggil oleh Dosen. Dia sudah tau namun uang nya belum cukup.
Dosen memberikan waktu, Kalau tidak di bayar Starla mungkin tidak bisa ikut ujian.
Starla keluar dari berfikir bagaimana mendapatkan uang dengan cepat..
__ADS_1
Dia duduk di depan kelas sebelum kelas dulu mulai. Wajah nya terlihat sangat murung dan sedih sekali.