
"Baiklah kalau kamu tidak menikah dalam jangka waktu yang saya kasih kalian sudah harus mengumpulkan uang itu kalau tidak rumah akan di sita." ucap pak Faisal.
Starla benar-benar sangat bingung, dia tidak tau harus bagaimana.
Ternyata kedatangan nya hanya menambah bahan pikiran nya saja.
"Ya sudah kalau begitu terimakasih banyak pak, saya permisi." Tiba-tiba pak Faisal menahan nya.
"Sebaik nya kamu memikirkan tawaran saya, karena kamu tau sendiri kan orang tua kamu sudah sakit, kalau rumah kalian disita di mana orang tua kamu akan tinggal." ucap Pak Faisal.
Starla tidak mengatakan apapun dia langsung pergi begitu saja. Pak Faisal tertawa melihat itu.
Sampai di rumah dia langsung di tanyain oleh ibu nya dari mana. Namun Starla tidak mengatakan dia dari mana, hanya diam saja karena tidak ingin orang tua nya marah.
Keesokan harinya seperti biasa Starla ke kampus membawa jualan nya. Dan ternyata banyak di kampus peminat jualan nya.
"Aku bantuin yah." ucap Diki. Starla melihat Diki datang.
"Jangan... Aku bisa sendiri kok." ucap Starla.
"Kak beli." ucap pelanggan, Diki Langsung melayani.
"Kenapa kamu jualan di kampus?" tanya Diki.
"Di rumah sudah sangat sepi, peminat nya juga kurang karena Masakan ibu tidak seenak dulu." ucap Starla.
"Humm bagaimana kalau kamu membuka Toko kecil di sini, atau menitipkan ke kantin? Nanti kalau ada yang melapor kan kamu jualan seperti ini Dosen akan marah." ucap Diki.
"Kamu benar juga, tapi aku belum memiliki modal untuk itu." ucap Starla.
Diki terdiam sejenak. "Semua nya sudah habis, ayo ke kelas." ajak Diki. Starla mengangguk.
Starla memerhatikan Diki.
"Diki sangat baik kepada ku, namun kenapa aku sangat jahat? Kenapa aku memutuskan hubungan dengan nya." batin Starla.
Tidak terasa Hampir Tiga bulan Starla dan ibu nya menghitung uang untuk membayar Pak Faisal hanya sepuluh juta.
"Bagaimana ini Bu? Apa yang harus kita lakukan?" tanya Starla.
"Tidak ada pilihan lain nak, kita harus mengikhlaskan rumah ini." ucap Ibu nya. Starla menggeleng kan kepala nya.
"Tidak Bu, aku mohon jangan. ini adalah peninggalan Ayah." ucap Starla.
"Kemana lagi kita harus mencari uang sebanyak itu nak? Kemana kita harus mencari?" tanya Ibu nya.
Starla terdiam sejenak dia menatap ibu nya.
"Sebenarnya Bu aku sudah menemui pak Faisal. Dia akan melunasi semua hutang kita kalau aku mau menikah dengan dia." ucap Starla.
__ADS_1
Ibu nya kaget mendengar itu. Dia langsung menggeleng kan kepala nya.
"Tidak! Tidak mungkin. Ibu tidak akan pernah setuju kamu menikah dengan pria seperti itu." ucap ibu Starla.
"Tidak ada pilihan lain Bu." ucap Starla.
"Lebih baik kita ngontrak di luar sana dari pada harus membiarkan kamu menikah dengan Pria itu." ucap Ibu nya.
"Buu ini adalah peninggalan Ayah, betapa sedih nya dia kalau membiarkan rumah dan semua peninggalan Ayah di ambil oleh orang lain."
"Ibu tidak perduli! ibu tidak perduli dengan itu. Pokoknya ibu tidak akan setuju kamu menikah. Ibu masih bisa mencari uang untuk kamu, ibu bisa membawa kamu tinggal di luar sana." ucap ibu nya.
"Tidak ada pilihan lain Bu."
"Kalau sampai kamu menikah dengan pria itu, ibu tidak akan pernah memaafkan kamu." ucap ibu nya.
Starla seketika langsung terdiam.
"Tok!! Tok!! Tok!!" Ketukan pintu rumah membuat mereka terkejut.
"Seperti nya itu adalah pak Faisal Bu." ucap Starla.
Mereka keluar bersama.
"Haii Starla apa kabar cantik?" tanya Pak Faisal menyentuh wajah Starla.
"Jauhkan tangan anda dari Putri saya!" ucap Bu Irma. Pak Faisal tersenyum.
Starla memberikan uang sepuluh juta itu.
"Apa-apaan ini!" ucap Pak Faisal melihat hanya sepuluh juta bahkan tidak ada setengah dari utang mereka.
"Kami baru memiliki uang segitu pak." ucap Starla.
"Saya tidak bisa menerima nya, maafkan saya karena saya harus menyita rumah ini." ucap pak Faisal.
"Pak saya mohon jangan, kami harus tinggal di mana kalau seperti ini." ucap Starla.
"Humm kalau tidak Rumah ini, itu arti nya kamu harus menikah dengan saya." ucap pak Faisal.
"Ambil saja rumah ini." ucap Bu Irma.
"Bu..." ucap Starla.
"Aku mohon Bu pikir kan masa tua ibu." ucap Starla.
Ibu nya menangis.
"Saya tidak ingin melihat drama, kamu mau memberikan rumah ini atau kamu menikah dengan saya?" tanya pak Faisal.
__ADS_1
Starla menoleh ke arah Ibu nya yang sudah menangis sambil menggelengkan kepalanya.
"Semoga saja kamu tidak salah pilih dengan keputusan kamu." ucap pak Faisal.
"Iyah aku akan menikah dengan bapak tapi dengan satu syarat." ucap Starla.
Pak Faisal seketika langsung tersenyum. "Nah gitu dong. Apa syarat nya? kalau masalah uang saya akan memberi kan uang yang setimpal untuk kamu." ucap Faisal.
"Ibu saya tinggal dengan saya, saya masih boleh kuliah dan semua utang lunas." ucap Starla.
"Baiklah." ucap pak Faisal.
"Kamu sungguh wanita yang cerdas, kamu juga wanita yang berbakti kepada orang tua." ucap pak Faisal kepada Starla sambil mencolek Starla.
Keesokan harinya Starla sudah berdandan cantik. Ibu nya tidak berhenti menangis.
"Bu aku mohon jangan nangis, aku gak bisa kalau ibu menangis seperti ini." ucap Starla.
"Ibu tidak ingin kamu menikah nak, ibu mohon." ucap ibu nya.
"Bu ini hanya untuk sekali saja, aku melakukan ini demi ibu dan Ayah. Aku ingin kalian bahagia." ucap Ibu nya.
"Bagaimana ibu bisa bahagia melihat kamu menikah dengan pria yang tidak kamu cintai?" ucap ibu nya.
"Pengantin wanita sudah di panggil."
Starla pun keluar dari ruangan makeup.
Pak Faisal sudah menunggu di depan Penghulu.
"Ya Allah kalau ini yang terbaik untuk saya dan ibu saya maka buat lah kami bahagia.. Kalau tidak tunjukkan keajaiban mu." Starla tidak berhenti berdoa.
Starla duduk di samping Pak Faisal.
"Kamu sangat cantik sekali sayang, tidak salah saya memilih kamu." ucap pak Faisal.
"Hentikan!" Tiba-tiba Martin datang. Semua mata tertuju kepada Martin.
Pak Faisal kaget melihat Martin datang. "Kak Martin. Diki." ucap Starla kaget.
"Nak Martin.." Bu Irma melihat mereka datang.
"Apa maksud anda dengan semua ini?" tanya Martin.
"Kamu tidak perlu ikut campur Dengan ini, urusan kita sudah tidak ada." ucap pak Faisal.
"Apa yang terjadi?" tanya Martin.
Tidak ada yang menjawab, Starla dan Bu Irma Heran kenapa pak Faisal begitu takut.
__ADS_1
"Kenapa anda memaksa Starla menikah dengan anda?" tanya Martin.
"Kak aku melakukan ini karena hutang Ayah." ucap Starla.