
"Itu Starla." ucap Diki, dia sangat senang melihat Starla.
"Starla." ucap Diki. Starla menoleh ke arah Diki yang berdiri di halaman nenek nya.
"Diki! Ngapain kamu ke sini?" ucap Starla. Diki mendekati Starla.
Diki tiba-tiba memeluk Starla sangat erat. Starla tidak melakukan penolakan dia tidak menolak pelukan dari Diki yang sangat erat sekali.
"Syukurlah kamu baik-baik saja, aku sangat mengkhawatirkan kamu." ucap Diki.
Diki melepaskan pelukannya.
"Kenapa Kamu bisa sampai di sini?" tanya Starla.
"Panjang ceritanya. Kamu sekarang pulang yah." ucap Diki.
"Siapa kamu? Siapa kamu mau membawa cucu ku pergi?" tiba-tiba nenek Starla datang dan memukul Diki dengan tongkat nya.
"Nek! Nek! Ini teman ku, jangan seperti itu." ucap Starla. melindungi Diki.
"Teman mu? kenapa dia mau membawa mu pergi tidak ijin kepada nenek?" t
"Maaf nek, saya tidak tau kalau ada Nenek di rumah, saya minta maaf." ucap Diki.
"Perkenalkan nama saya Diki Nek, saya Teman nya Starla dari kota." ucap Diki.
"Oohh Diki..." Ucap Nenek seakan-akan sudah pernah mendengar nama itu.
"Nenek tau saya?" tanya Diki.
"Ya tau lah, Starla sering menceritakan kamu kepada nenek." ucap Nenek nya.
Starla mencoba menahan Nenek nya agar tidak mengatakan apapun namun nenek nya tidak bisa di larang.
"Kamu kan anak yang jahat kepada cucu saya dari dulu?" tanya Nenek nya sambil menarik telinga Diki.
"Auh...aduhh sakit nekkk..." Diki menjerit kesakitan.
"Ini hukuman sama kamu karena sudah berani mengganggu cucu saya." ucap Nenek.
"Tidak Nek, saya minta maaf. Saya tidak akan melakukan itu, saya akan menjaga dan menyanyangi cucu nenek." ucap Diki.
"Kamu berjanji?"
Diki mengangguk. Telinga nya pun di lepas.
"Sudah nek, kasihan Diki." ucap Starla.
"Ya sudah kalau begitu ayo masuk ke dalam." ucap Nenek.
"Maafin nenek ku yah, dia memang suka seperti itu, tapi aslinya baik kok " ucap Starla. Diki hanya bisa mengangguk sambil memegang telinga nya yang panas.
Nenek datang membawa kan teh untuk Diki.
__ADS_1
"Kalian berbicara lah terlebih dahulu, nenek mau istirahat." Ucap nenek karena sudah malam.
Diki mengangguk. "Oh iya nek, apa saya boleh menginap di sini?" tanya Diki.
"Boleh saja tapi kamu tidur di ruang tamu karena di sini kamar hanya dua." ucap nenek nya.
"Terimakasih banyak nek."
Nenek nya tidak menjawab dia langsung masuk ke kamar nya.
"Sudah tidak sakit lagi kan?" tanya Starla sambil memegang telinga Diki. Diki menatap mata Starla begitu juga dengan Starla.
"Ekhem-ekhem!!" Tiba-tiba nenek berdehem dari kamar.
Diki dan Starla langsung menjaga jarak.
"Ini sudah malam sebaiknya kamu tidur saja, kita bicara besok." ucap Starla.
Diki menahan tangan Starla, namun tiba-tiba ada suara dari kamar Nenek nya.
Diki menghela nafas panjang, dia melepaskan tangan Starla. "Baiklah." ucap Diki.
Starla masuk ke kamar nya dia membawa bantal dan selimut untuk Diki.
"Kamu gak apa-apa kan Tidur di karpet?" tanya Starla. Diki mengangguk sambil tersenyum.
"Apa kita tidak bisa berbicara sedikit saja?" tanya Diki. Starla menoleh ke arah kamar Nenek nya.
"Kamu masih marah kepada ku?" tanya Diki.
Starla terdiam sejenak.
"Jawab Starla.. Saya minta maaf kepada kamu, saya tidak akan membiarkan Kamu pergi sebelum kamu memaafkan aku." ucap Diki.
Starla menghela nafas panjang. "Aku tidak marah kepada kamu, aku hanya kesal saja karena kamu tidak mengatakan apapun kepada ku." ucap Starla.
"Aku minta maaf." ucap Diki. Starla mengangguk.
"Mau bagaimana pun tidak seharusnya aku marah sama kamu." ucap Starla. Diki tersenyum.
"Terimakasih Starla." ucap Diki mau memeluk Starla namun ada suara Tongkat jatuh dari kamar.
Starla tersenyum. "Ya udah kalau begitu aku ke kamar dulu yah, selamat malam dan tidur yang nyenyak yah." ucap Starla.
Di kamar Starla langsung berbaring di tempat tidur nya. Tidak berhenti tersenyum karena Diki datang menghampiri nya.
"Apa aku harus percaya dengan kata-kata nenek?" ucap Starla dalam hati.
"Aku tidak tau kenapa aku sangat senang ketika Diki datang menghampiri ku, mengkhawatirkan aku." batin Starla. Seketika dia tidak memikirkan Martin lagi.
Keesokan harinya..
"Kamu kenapa sangat cepat bangun?" tanya nenek nya kepada Starla.
__ADS_1
"Ihh Nenek jangan kuat-kuat ngomong nya, kalau di dengar sama Diki aku akan malu." ucap Starla.
Nenek nya tersenyum. "Kamu malu?"
Starla mengangguk. "Humm wajah kamu terlihat lebih cerah dan semangat hari ini. Apa kamu senang Diki datang?" tanya Nenek nya.
"Nenek masih ingat kata-kata nenek kemarin bilang kalau siapa yang datang mencari ku itu yang sungguh-sungguh mencintai ku?" ucap Starla.
Nenek nya mengangguk sambil tersenyum.
"Entah mengapa aku merasa aku memiliki perasaan kepada Diki Nek."
"Nenek akan mendukung pilihan kamu Starla, kelihatan nya Diki juga anak yang baik, walaupun sebelumnya dia jahil kepada kamu." ucap Nenek nya.
Starla tersenyum. Dia melihat ke kiri kanan namun tidak ada Diki.
"Diki kemana Nek? Kok gak ada?" tanya Starla.
"Nenek sudah meminta nya pulang." ucap nenek nya.
"Apa? kenapa Nenek mengusir nya?" tanya Starla.
"Nenek tidak sebodoh itu Starla. Dia juga calon cucu nenek tidak mungkin nenek mengusir nya, nenek meminta nya membeli beras." ucap nenek.
"Membeli beras? Sendiri dan jalan kaki?" tanya Starla. Nenek nya mengangguk.
Starla menghela nafas panjang. Tidak beberapa lama Diki pulang, Starla melihat nya langsung membantu.
"Kamu duduk dan istirahat lah, aku akan membuat teh untuk kamu." ucap Starla.
Diki duduk sambil mengatur nafas nya.
"Terimakasih banyak yah Diki sudah mau membeli kan Nenek Beras." ucap Nenek nya. Diki tersenyum.
Starla mengantarkan minuman ke teras. Starla duduk di samping Diki.
"Kamu seharusnya menolak saja nenek meminta mu yang aneh-aneh." ucap Starla.
"Tidak apa-apa." ucap Diki.
Starla menghela nafas panjang.
"Kamu kenapa bisa tau aku di sini?" tanya Starla.
"cerita nya sangat panjang, saya juga beberapa kali tersesat dan salah rumah." ucap Diki.
"Kamu ngapain mencari aku?" ucap Starla. Diki menatap wajah Starla.
"Karena aku mengkhawatirkan kamu. Ibu meminta ku menjemput kamu agar mata kuliah kamu tidak banyak yang ketinggalan ibu mengkhawatirkan kamu." ucap Diki.
"Hanya karena itu kamu datang jauh-jauh ke sini?" tanya Starla terlihat sangat kecewa tidak sesuai dengan harapan nya.
"Kamu harus pulang Starla, kamu tidak boleh membuat ibu mu khawatir, kalau ada masalah di bicarakan baik-baik." ucap Diki.
__ADS_1