Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 39


__ADS_3

"Dan aku merasa sangat aneh dengan kak Martin sekarang, aku merasa kita berdua sama-sama tidak Cocok sama sekali." ucap Starla.


"Starla kenapa kamu diam saja di sana? Ayo sini duduk." ucap Bu Irma mengajak Starla. Starla duduk di sana.


"Sebentar lagi Kalian libur, rencananya kalian mau kemana?" tanya Bu Irma.


"Aku mau Nemanin Ibu saja di sini." ucap Starla.


"Loh kok gitu? kamu tidak perlu keluar jalan-jalan di hari libur, ibu ingin kamu pergi bersama teman kamu agar tidak bosan." ucap Ibu nya.


"Tapi ibu."


"Jangan membuat ibu jadi alasan nya nak, ibu senang kalau kamu mau keluar bersama teman-teman kamu." ucap Bu Irma.


"Iyah bu, tapi tetap saja aku harus menemani ibu, siapa yang nemenin ibu di sini kalau aku pergi?" ucap Starla.


"Kamu lupa atau tidak ingat kalau sekarang ibu sudah tidak sendiri lagi, ibu sudah ada dua karyawan yang baik-baik." ucap Bu Irma.


"Iyah Bu aku tau, tapi aku tetap saja tidak enak hati meninggalkan ibu sendiri." ucap Starla.


Ibu nya tersenyum. "Percaya lah nak ibu tidak apa-apa, ibu ingin melihat kamu bahagia bersama teman-teman mu nak." ucap Bu Irma.


Karena sudah malam Diki berpamitan pulang. Starla mengantarkan nya keluar.


"Jadi gimana? Apa kamu jadi ikut jalan-jalan?" tanya Diki.


"Jangan bilang kamu yang ngasih tau ibu tentang liburan itu?" ucap Starla. Diki mengangguk.


"Aku laki-laki yang bertanggung jawab kalau kamu ikut, aku harus ijin terlebih dahulu kepada ibu mu." ucap Diki.


Starla menghela nafas panjang.


"Aku sebenernya ingin pergi tapi kamu tau sendiri kan kalau aku tidak ingin ngasih tau nya sekarang, nanti ibu kefikiran." ucap Starla.


Diki menggeleng kan kepala nya.


"Seperti nya ibu sudah cukup sehat, dia juga sudah memiliki teman." ucap Diki.


"Baiklah kalau begitu." ucap Starla.


"Oh iya aku belum bisa memastikan aku ikut atau tidak karena aku harus ijin kepada kak Martin." ucap Starla.


"Kak Martin? kenapa kamu harus ijin kepada dia?" tanya Diki.


"Sebenarnya aku dengan kak Martin sudah pacaran." ucap Starla. Diki terdiam.

__ADS_1


"Ibu sangat menyukai kak Martin dia ingin aku berpacaran dengan kak Martin karena percaya kak Martin bisa menjaga ku." ucap Starla.


"Oohh begitu. Ya sudah kalau begitu aku balik dulu yah." ucap Diki.


"Menurut kamu gimana? Apa aku dengan kak Martin Cocok?" tanya Starla. Diki yang mau pergi terhenti dia menoleh ke arah Starla.


"Cocok kok, kak Martin cukup dewasa untuk menjaga kamu. Dia bisa melindungi kamu. Dan tentu nya kamu bisa di posisi sekarang itu semua berkat dia." ucap Diki.


"Tapi aku merasa aku tidak Cocok dengan kak Martin, aku hanya menjadi sebuah beban untuk dia. Aku selalu menyusahkan dia." ucap Starla.


Diki menggeleng kan kepala nya. "kak Martin mencintai kamu. Jadi tidak mungkin dia merasa kamu membebani dia." ucap Diki.


Starla tersenyum. "Humm semoga saja seperti itu." ucap Starla.


Diki tersenyum. "Oh iya aku mau tanya tentang kamu dengan Laura, kenapa kamu putus dengan dia?" tanya Starla.


Diki menatap wajah Starla. "Seandainya aku bisa jujur Starla. Aku ingin jujur kalau kamu adalah alasan aku untuk putus dengan Laura." batin Diki.


"Aku menyukai kamu sudah sejak lama, namun aku tidak tau harus bagaimana sampai aku menjadi sangat jahat kepada kamu." ucap Diki.


"Aku baru menyadari perasaan ku kepada mu setelah mendapatkan perhatian kamu, lebih dekat dan lebih tau banyak tentang kamu."


"Aku sangat menyukai kepribadian mu, aku sangat suka dengan keluguan mu, aku sangat ingin belajar kehidupan dari mu." batin Diki.


"Enggak kok, gak ada alasan apapun." ucap Diki.


"Kamu bertengkar dengan Laura? Sebaiknya kalian membicarakan nya dengan baik-baik." ucap Starla.


Diki menggeleng kan kepala nya. "Aku sudah bosan saja." ucap Diki. Starla memukul lengan Diki.


"Gampang sekali kamu berbicara bosan, kelihatan nya Laura sangat mencintai kamu, jangan menyia-nyiakan perempuan yang suka sama kamu." ucap Starla.


Diki tersenyum. "Aku tidak mau membahas itu sekarang, sebaik nya aku pulang dulu yah." ucap Starla.


"Tunggu dulu, aku masih mau tau tentang kamu dengan Laura." ucap Starla.


Diki menghela nafas panjang. "Kamu tidak perlu tau Starla, aku ingin kamu bahagia dengan kehidupan kamu, aku tidak ingin menambah beban fikiran kamu." ucap Diki.


"Tapi..."


"Aku pamit dulu yah, ini sudah larut malam, aku tidak ingin membuat orang salah paham." ucap Diki.


"Maksudnya?" tanya Starla.


"Gak apa-apa." ucap Diki langsung masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Diki!" panggil Starla. Diki sebelum menutup mobil dia menoleh ke arah Starla.


"Kenapa?" tanya Diki.


"Kamu besok masih ke sini kan?" tanya Starla. Diki tersenyum.


"Iyah, aku akan ke sini kok." Dia masuk ke dalam mobil dan pergi tidak lupa menghidupkan klakson mobil nya.


Starla menghela nafas panjang.


"Ada apa sih dengan aku? Aku bahkan tidak memiliki hubungan apapun dengan Diki Tapi aku merasa bersalah." ucap Starla.


"Nakk... Ini sudah malam ayo masuk ke dalam." ucap ibu nya.


"Iyah Bu, ibu juga istirahat lah." ucap Starla.


Starla di kamar dia melihat notifikasi dari Martin yang sudah banyak, dia tidak membalas nya karena tidak ingin.


"Aarrhh!! Kenapa aku malah mikirin Diki sih?" ucap nya. Dia pusing tidak bisa tidur karena pesan nya tidak di balas oleh Diki.


Keesokan harinya Starla baru saja selesai sarapan dia mau berangkat ke kampus namun ternyata Martin sudah ada di depan rumah.


"Kenapa kamu tidak membalas pesan saya?" tanya Martin.


"Aku tidak sadar kak, aku sangat sibuk membantu Ibu dan mengerjakan tugas." ucap Starla.


Martin menghela nafas panjang. "Huff kamu tau saya sangat merindukan kamu." ucap Martin langsung memeluk Starla.


Namun di tahan oleh Starla. "Jangan seperti ini kak, aku tidak enak jika ada yang melihat nya." ucap Starla.


Martin melihat ke sekitar dia tersenyum.


"Kalau begitu ayo berangkat." ajak Martin. Starla mengangguk. Mereka masuk ke dalam mobil.


"Humm nanti malam kamu ada acara?" tanya Martin. Starla menggeleng kan kepala nya.


"Aku mau ngajakin kamu makan malam di luar." ucap Martin. "Ajak ibu juga yah kak." ucap Starla. Martin terdiam sejenak.


"Kalau ibu gak boleh ikut juga gak apa-apa kok kak." ucap Starla.


"Ibu juga ikut kok." ucap Martin langsung. Starla langsung tersenyum.


Selama perjalanan Martin melihat Starla yang sibuk memeriksa ponsel nya.


"Kamu lagi nunggu chat Siapa?" tanya Martin.

__ADS_1


__ADS_2