Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 45


__ADS_3

"Kamu sangat pendiam yah." ucap Cici. Starla diam.


"


Tidak beberapa lama akhirnya selesai masak. Mereka makan bersama-sama.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai makan mereka berkumpul di api unggun sambil bermain gitar dan bernyanyi.


Starla baru tau kalau Diki ternyata pintar main gitar. Suasana semakin menyenangkan. Bernyanyi bersama sampai tengah malam.


Starla melihat Cici mengantuk dan Diki meminta nya bersandar di pundak nya.


"Huff kenapa aku merasa cemburu sih? Aku tidak harus seperti ini. Aku tidak memiliki perasaan kepada Diki." ucap Starla mencoba menepis pikiran nya.


"Starla.. Kalau kamu sudah mengantuk pergi lah tidur." ucap Hima kepada Starla yang sudah layu.


Starla mengangguk. "Ya udah kalau begitu aku pergi tidur duluan yah." Starla berpamitan kepada teman-teman nya.


Diki melihat Starla masuk ke tenda nya. Di dalam Tenda Starla membuka handphone nya berharap ada jaringan menghilangkan rasa bosannya.


Sebenarnya dia masih ingin duduk di luar bersama yang lain nya namun dia tidak suka melihat Cici bersama Diki.


Sepanjang malam Starla berusaha untuk tidur namun dia tidak bisa tidur karena takut.


"Starla! Starla!" panggil seseorang dari luar. Starla membuka mata nya dia melihat Tenda nya bergoyang.


"Siapa itu? Ya Allah lindungilah aku." ucap Starla.


Dia memegang tongkat di tangan nya, perlahan dia membuka kancing tenda itu.


"Huff kamu Diki! Kamu ngapain sih di sini?" ucap Starla.


"Kamu belum tidur? Aku hanya mau melihat keadaan kamu." ucap Diki.


"Untuk apa perduli kan aku? Bukan nya kamu dari tadi fokus pada diri kamu sendiri sama temen kamu itu?" ucap Starla.


"Maafin aku." ucap Diki.


"Aku baik-baik saja di sini, kamu pergi lah tidur." ucap Starla kepada Diki.


Diki melihat ke arah dalam.


"Tenda kamu cukup luas. Lagian kamu tidur sendiri aku boleh numpang?" tanya Diki.


"Eh jangan aneh-aneh yah kamu! ingat kita lagi di puncak." ucap Starla.


"Bukan seperti itu, kamu lihat tenda ku sangat kecil untuk bertiga orang." ucap Diki karena teman mereka ada yang tidak muat di tenda nya.


"Kamu tidur saja di luar." ucap Starla.


"Kamu jangan lupa kalau tenda ini kamu pinjam dari aku." ucap Diki.

__ADS_1


"Jadi sekarang kamu hitung-hitungan? Bukan nya Bagus kalau tenda sempit kamu bisa berpelukan dengan Cici." ucap Starla.


"Ssstthh!!! Kamu ngomong apaan sih?" ucap Diki.


"Aku gak mau tau pokoknya aku mau tidur di sini, kamu tidak boleh melarang ku." ucap Diki langsung masuk ke dalam.


"Diki keluar! aku tidak mau satu tenda sama kamu." ucap Starla.


"Kamu tenang saja, aku tidak akan melakukan hal yang macem-macem kok." ucap Diki.


"Aku tidak perduli! Pokoknya aku mau keluar dari sana." ucap Starla.


Diki menggeleng kan kepala nya.


"Huff ternyata di sini sangat hangat yah, tempat tidur nya juga cukup nyaman." ucap Diki.


Sudah beberapa menit Diki di dalam namun Starla tak kunjung masuk.


"Kenapa kamu tidak masuk? Kamu mau menunggu apa?"


"Aku akan tidur di luar saja." ucap Starla.


"Kamu yakin? Kamu tau sendiri kan kalau di puncak seperti ini, sekeliling hutan isi nya apa?" ucap Diki.


Starla langsung masuk memasang wajah ketakutan.


Diki tersenyum melihat wajah Starla.


"Kamu mau kemana?" tanya Starla menahan Diki.


"Aku mau tidur di luar, aku tidak di ijinkan tidur di dalam." ucap Diki.


"Tidur lah di sini. Tidak apa-apa. Asalkan kamu jangan aneh-aneh." ucap Starla. Diki tersenyum. Dia mengancing tenda dan berbaring di samping Starla.


"Baru kali ini saya Camping bersama dengan perempuan." ucap Diki.


"Oh ya? Bukan nya sebelum nya Kamu selalu mengajak Laura kemana pun kamu pergi?"


Diki menggeleng kan kepala nya. "Laura selalu menolak kemana pun aku mengajak nya, aku yang harus mengikuti apa mau nya." ucap Diki.


Starla diam. "Ini sudah larut malam, kenapa kamu belum juga tidur?" tanya Diki..


"Aku tidak bisa tidur karena belum ngantuk." ucap Starla.


"Yakin? Apa bukan karena takut?" ucap Diki.


"Kalau aku tau semua nya akan seperti ini, sebaik nya aku tidak perlu pergi. Awal nya kamu berjanji akan membantu ku namun ternyata tidak."


"Aku harus membantu Cici dan juga yang lain nya, kamu juga banyak yang bantuin kan?" ucap Diki.


"Sudah lah tidak perlu di bahas lagi, kamu seharusnya tidak membawa orang lain di rombongan kita." ucap Starla membelakangi Diki.

__ADS_1


Diki terdiam sejenak. "Aku akui kalau aku sangat cemburu melihat Diki sangat perhatian kepada Cici. Biasanya Diki akan memperlakukan ku seperti itu namun sekarang sudah di ganti kan oleh Cici."


"Kamu sudah tidur?" tanya Diki.. Tidak ada jawaban dari Starla.


"Pura-pura tidak dengar itu tidak baik loh." ucap Diki. Starla membuka mata nya dia melihat ke arah luar melalui tenda nya. dia kaget karena ada binatang yang melintas dari depan nya.


"Aaaa!!!" Dia berbalik dan mendekat ke Diki.


Diki tersenyum.


"Tau takut tetap saja berpura-pura tidak takut." ucap Diki.


"Sudah kamu diam saja!" ucap Starla.


"Sini mendekat lah." Ucap Diki.


Di puncak sangat dingin sekali. Starla kedinginan sampai dia tidak bisa tidur dengan nyenyak.


Diki yang memakai jaket tebal dan celana panjang semua nya lengkap tidur dengan nyenyak.


"Diki... Diki..." dia berusaha membangun kan Diki.


"Iyah kenapa?" tanya Diki.


"Sangat dingin sekali, aku tidak bisa tidur." ucap Starla. Diki sangat gemas melihat wajah Starla yang mengadu kepada nya.


Diki merentangkan kedua tangan nya. Starla kebingungan.


"Kemari lah, pelukan ku cukup hangat."


Starla menggeleng kan kepala nya.


"Kalau kamu tidak mau ya sudah." ucap Diki.. Starla menghela nafas panjang, tidak ada pilihan lain dia menunggu Diki tidur dan perlahan dia mendekati Diki dan memeluk nya.


Diki yang tadi nya hanya berpura-pura tidur tersenyum melihat itu.


"Dasar perempuan keras kepala." batin Diki.


Diki mengambil jaket tebal dari Tas nya dan membuat ke badan Starla.


Di pagi hari yang cerah Starla bangun lebih awal. Dia merabah ke samping nya ternyata Diki masih memeluk nya.


Perlahan dia mulai melepaskan nya dan keluar dari Tenda.


Dia tersenyum melihat matahari yang hampir terbit.


Diki bangun. "Masih sangat pagi kamu terlalu cepat bangun nya." ucap Diki berdiri di belakang Starla.


"Tidak apa-apa." ucap Starla.


"Dari pada kamu bengong di sana, sebaiknya kamu ambil kayu untuk masak air hangat." ucap Diki.

__ADS_1


"Tega banget sih kamu minta aku ambil kayu! Sedang kan Cici saja kamu suruh duduk santai saja kemarin." ucap Starla.


__ADS_2