Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 65


__ADS_3

"Aku akan memperjuangkan Starla, aku tidak akan membiarkan dia jatuh ke tangan kakak walaupun aku harus kehilangan saudara ku." ucap Diki menepis tangan Martin dan pergi ke kantor nya.


"Tidak semudah itu." ucap Martin.


Diki melempar kan tas nya ke kasur.


"Aaarrggghhh!!!" Dia merasa kesal dan marah mendengar kakak nya itu.


Dia mengusap kepala dan wajah nya. "Kenapa aku harus melakukan itu dulu? Kenapa!?" ucap nya.


"Apa itu adalah alasan aku dengan Starla tidak bisa bersama?" ucap Diki. "Apa benar kalau Starla menerima ku menjadi pacar nya hanya karena merasa Patah hati?" ucap Diki.


Semua kata-kata kakak nya tidak bisa dia lupakan. Mau bagaimana pun Martin juga mencintai Starla.


Di malam hari nya Starla baru saja selesai bantu-bantu ibu nya di dapur bersama dua karyawan nya.


"Kamu belajar saja nak, kamu seharusnya tidak perlu repot-repot bantuin ibu di sini." ucap Bu Irma.


"Tidak apa-apa Buk, biar cepat selesai juga." ucap Starla.


Ibu nya tersenyum. "Oh iya nak kamu dengan nak Martin belum juga berbaikan?" tanya ibu nya. Starla terdiam sejenak.


"Ibu tidak bermaksud apa-apa, ibu hanya bertanya saja karena nak Martin tidak pernah lagi datang ke sini." ucap Bu Irma.


"Aku dengan kak Martin tidak akan pernah kembali lagi Bu, kamu sudah memutuskan untuk putus. Aku dengan kak Martin tidak cocok." ucap Starla.


"Loh kenapa begitu Starla? Kelihatan nya Nak Martin sangat baik." ucap Ibu nya.


"Iyah Bu, aku tau kak Martin sangat baik. Tapi aku minta maaf karena tidak bisa memenuhi permintaan ibu bersama dengan kak Martin." ucap Starla.


"Kamu tidak mencintai nak Martin? atau karena ada masalah?"


"Bukan Bu, aku tidak mencintai kak Martin, aku sudah menganggap kak Martin sebagai kakak laki-laki." ucap Starla.


Ibu nya terdiam. "Lagian kak Martin adalah orang kaya Bu, aku juga harus sadar diri." ucap Starla.


"Iyah nak, Tapi Ingin yang terbaik untuk kamu. Itu saja yang ibu ingin kan karena nak Martin sangat baik." ucap Bu Irma.


"Aku berterima kasih sama ibu karena selalu mengharapkan yang terbaik untuk ku, berdoa yang terbaik dan selalu menyanyangi aku," ucap Starla langsung memeluk ibunya.


Mereka berpelukan. Setelah selesai berbincang-bincang Starla pun masuk ke kamar nya. Dia langsung memeriksa handphone nya takut ada pesan dari Kekasih nya.


Namun tidak ada. "Kok dia gak ngabarin aku sama ke sih? Dari tadi dia tidak menelpon aku bahkan tidak mengirimkan aku pesan." ucap Starla.


Dia menelpon Diki.


"Halo..."


"Halo! Kamu dari mana saja sih? kenapa kamu tidak memberi tau aku kalau kamu sudah sampai di rumah?" tanya Starla dengan kesal.

__ADS_1


Diki melihat jam. "Maaf aku tadi ketiduran." ucap Diki.


"Tumben banget kamu tidur." ucap Starla.


"Aku sangat ngantuk setelah berenang tadi." ucap Diki.


"Setidaknya kamu kasih aku kabar sayang." ucap Starla. "Maafin aku, maaf yah." ucap Diki mencoba membujuk Starla.


"Aku mau makan di luar, kamu mau ikut gak?" tanya Starla.


"Makan di luar? Ini sudah jam berapa?" ucap Diki.


"Aku juga tidak tau tiba-tiba Hima mengajak ku, kamu mau ikut gak?" tanya Starla.


"Kamu saja deh, mungkin Hima ingin kalian berdua saja." ucap Diki. "Ya udah kalau begitu kamu mandi sana, jangan lupa makan setelah itu kabarin aku lagi." panggilan telepon langsung mati.


Starla menyusul Hima. "Ada apa Hima mengajak aku keluar malam-malam?" tanya Starla.


Dia melihat makanan yang sangat banyak di atas meja.


"Apa-apaan ini Hima?" tanya Starla kaget.


"Bantuin aku makan." ucap Hima.


Starla duduk dia melihat wajah Hima tidak seperti biasanya.


"Ada apa Hima? Kenapa kok kamu kelihatan nya sedih?" tanya Starla.


"Loh kamu kenapa menangis?" tanya Starla.


"Starla... Pacar ku selingkuh." ucap Hima.


Starla menghela nafas panjang. "Huff sudah ku duga sih." ucap Starla.


"Maksud kamu apa?" tanya Hima.


"Tidak ada laki-laki di dunia ini yang setia dengan satu perempuan." ucap Starla.


"Kamu Starla kok berbicara seperti itu sih? Aku sedang sedih kamu malah membuat aku semakin sedih." ucap Hima.


"Sudah jangan nangis lagi, untuk apa menangisi pria yang tidak bersyukur memiliki kita. Sekarang nasib kita sama, ya sudah ayo kita makan banyak-banyak." ucap Starla.


Mereka makan makanan yang sudah ada di Atas meja.


Kedua nya sama-sama kenyang.


"Perut ku rasa nya sudah mau meletus namun sakit hati ku tak kunjung sembuh." ucap Hima.


"Sebaiknya kita pulang saja, Kalau kamu mau kamu bisa tidur di rumah ku." ucap Starla.

__ADS_1


"jangan pulang dulu, sebentar lagi." ucap Hima sambil mengangkat tangan nya.


"Kamu mau pesan apa lagi?" tanya Starla.


"Pesan minuman." Starla berfikir minuman biasa dan ternyata minuman keras.


"Hima jangan gila deh, ini sudah malam." ucap Starla.


Hima tidak mendengar kan Starla. "Kalau kamu adalah teman ku minum lah bersama ku." ucap Hima menuang kan nya ke Gelas Starla.


Starla tidak minum, Hima terus memaksa nya. Untuk pertama kalinya dia minum..


"Sangat pahit." ucap Starla.


"Huff ini bisa membuat aku sedikit lupa dengan masalah ku." ucap Hima.


Beberapa botol sudah habis oleh Hima. Starla hanya bisa menghela nafas panjang melihat Hima sudah sangat mabuk dan pingsan di atas meja setelah mengoceh.


"Huff bagaimana aku membawa dia pulang? Tidak mungkin aku membawa dia pulang ke rumah ku." ucap Starla.


Tiba-tiba handphone nya berdering.


"Kamu di mana sayang?" tanya Diki.


"Ini masih di luar bersama Hima." ucap Starla.


"Ini sudah jam berapa Starla? Pulang lah jangan membuat ibu khawatir." ucap Diki.


"Hima pingsan Ki, dia mabuk berat dan sekarang aku tidak tau harus membawa pulang bagaimana." ucap Starla.


"Kalian berdua minum?" tanya Diki.


"Hima yang minum, aku hanya minum sedikit karena permintaan Hima." ucap Starla.


Diki menghela nafas panjang. "Ya udah kalau begitu kirim Alamat kamu sekarang."


Diki segera berangkat ke tempat Starla.


"Akhirnya kamu datang, tolong antar Hima pulang yah, tidak mungkin aku membawa nya ke rumah." ucap Starla.


Diki melihat Hima tidur di kursi belakang. Diki menatap Starla.


"Kenapa kamu membiarkan nya?" tanya Diki.


"Aku tidak bisa melarang nya, dia sangat patah hati." ucap Starla.


Diki mendekati Starla mencium aroma Starla yang sangat menyengat.


"Sangat bau." ucap Diki. "Hima minum sangat rese, semua minuman tumpah ke baju ku." ucap Starla.

__ADS_1


"Tidak mungkin kalian pulang dalam keadaan seperti ini." ucap Diki.


__ADS_2